Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “JARO ADE & KABUPATEN BOGOR BARAT?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“JARO ADE & KABUPATEN BOGOR BARAT?”
.
Indonews, Bogor – Hingga awal tahun 2018 lalu ada 249 usulan pemekaran daerah baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sedangkan usulan melalui DPR dan DPD mencapai lebih dari 314 usulan pemekaran kabupaten/kota. Pastinya ‘belum termasuk usulan berdirinya KABUPATEN BOGOR BARAT (KABORAT).
.
“Ahahaha, bisa saja abang. Tapi, kita doakan saja  semoga rencana pendirian KABORAT ini  dapat rampung di semester-1/2019 mendatang,hingga diakhir tahun 2019 sudah jadi ‘barang ini ya bang ..”, ”, kata Jonny Sirait,Amd – Pimred INDONEWS melalui seluler.
.
“Aamiin Yarabil’alamiin. Harus matang dan terencana dengan baik, karena biaya yang akan dikeluarkan negara cukup besar Lae, jika saja setiap pemekaran Provinsi atau Kabupaten/kota senilai Rp.100 milyar berarti diperlukan lebih dari Rp.249 milyar kan?, maka wajar jika sementara ini Jokowi ‘meng-hold semua itu.  Tunggu moment yang baik,Lae”, kata saya . Lae Jonny manggut-manggut sambil merapihkan ‘kacamata hitamnya yang  miring.
.
“..Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa ada 4 (empat) tipologi daerah di Indonesia, khususnya pasca reformasi 1998 , yaitu : (1). Daerah yang memiliki Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang rendah, (2).  Daerah yang memiliki SDA baik tetapi SDM rendah, (3). Daerah yang memiliki SDA kurang baik tetapi SDM  yang baik, dan (keempat ) Daerah yang memiliki SDA & SDM  yang sangat baik.  Nah KABORAT ini masuk tipologi yang mana?”, tanya saya 
.
“Sepanjang saya paham, KABORAT itu masuk tipologi ke-4 bang, dimana SDA dan SDM-nya sangat baik bahkan belum maksimal di-ekplore secara baik. Saya tidak paham mengapa Jokowi menunda 249 pemekaran itu?”, tanya balik Lae Jonny.
.
“Saat kita berdoa pun belum tentu Allah langsung  mengabulkannya, demikian halnya dengan  penundaan persetujuan pemekaran daerah juga berdasarkan pertimbangan iklim investasi. Contoh sederhana, jika suatu daerah yang awalnya dilirik investor lalu kemudian ada pemekaran, bisa berpotensi menggagalkan niat investor tersebut. Maka pendiriaan KABORAT ini harus matang dalam segala hal persiapannya..”, jawab saya lagi.
.
“Ogh gitu ya abangda, penundaan itu bukan karena kalkulasi politik Jokowi  kan?”,… “Ya enggalah Lae, beliau itu orang baik yang tidak punya kepentingan apapun apalagi ingin memperkaya diri-sendiri. Yang jelas hingga tahun 2018 ini Jokowi masih ‘concern dalam infrstruktur , menciptakan keadilan dan kesejahteraan pembangunan nasional hinggga seluruh desa yang mencapai lebih dari 74.000 desa nasional..”kata saya lagi

“Jika saja saat ini KABORAT  terdiri atas 14 kecamatan dengan 166 desa, yakni Kecamatan Leuwiliang, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Rumpin, Jasinga, Parung Panjang, Nanggung, Cigudeg, Tenjo, Dramaga, Sukajaya, Leuwisadeng dan  Kecamatan Tenjolaya.  Dengan jumlah penduduk lebih dari 1.514.577 jiwa, maka harus dipimpin oleh orang yang Pejuang, Istiqomah dan anti korupsi. KABORAT harus lebih maju dari Kabupaten induk (Red: Kabupaten Bogor). Dan saya melihat Gubernur Jawa Barat thn.2018-2023, H. Ridwan Kamil telah membuka pintu untuk menjadi fasilitator KABORAT juga Kab. Bogor Timur & Selatan..”, tambah saya.

“Lalu siapa figur yang tepat mengusung KABORAT ini bang?”, tanya Lae Jonny sambil mendekat. Saya berbisik, “Inshaa Allah, JARO ADE” Lae Jonny tersenyum dan menyalami saya, kami pun menyeruput sisa kopi terakhir. Mohon maaf lahir bathin……..(Arief P.Suwendi , Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook