Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “BUNG KARNO , JOKOWI, JARO ADE & KISRUH DPT” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“BUNG KARNO , JOKOWI, JARO ADE & KISRUH DPT”
.
Indonews, Bogor – Pagi ini Istana Bogor yang biasanya sejuk bagi kami, saya dan Jonny Sirait,Amd – Pimred INDONEWS terasa panas dan akan menyesakan dada, mengapa?, karena semalam ajudan Bung Karno telepon dan meminta kami ‘merapat ke Istana Bogor. “Sepertinya bapak mau marah, siap-siap saja kalian”, begitu kata ajudan di seluler yang kami terima. “Marah soal apa,non?, kami tidak paham..”,kata saya kepada ajudan cantiknya yang bernama Rahlan-mantan sniper polisi India. “Saya tidak tahu, datang saja, jangan telat..”,katanya sambil menutup seluler. ‘Tuut, tuut, tuut…
.
Sekitar pkl.06.11 pagi, Bung Karno telah masuk teras halaman. Kami berebut salam, “Kalian saya ‘setrap, berdiri diujung sana, jangan duduk sebelum saya perintahkan”, kata Bung Karno. Kami pun menuju ujung teras , 
.
“Saya dengar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor yang juga Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, alias Jaro Ade  saat ini sedang ‘riweuh terkait kisruh daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilres) 2019. Saya minta kalian sebagai relawan Bogor Kapayun dan orang media seharusnya terus bersama beliau, mengawal dan mensupport. Bukan malah asyik sendiri…”, Bung Karno membuka kaca-mata hitamnya dan memperlihatkan bola-matanya yang tajam. Kami diam, juga si cantik Rahlan pun menggigit bibirnya sendiri.
.
“Biar kalian tahu saja, ini bukan sekedar masalah lokal di kabupaten Bogor, teman-teman saya yang diluar negeri pun sudah tahu dan mempertanyakan kebenarannya. Bahkan kata mereka, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Bogor  memanggil sejumlah anggota KPU dan petinggi parpol terkait  soal ini, … soal kisruh daftar pemilih tetap (DPT) pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilres) 2019 kemarin, Saya malu jika ini berlarut-larut. Saya sudah telepon Jaro Ade bada subuh barusan, kata dia memang dia  telah diperiksa Gakumdu terkait hal tersebut sebagai saksi. Dia juga mengatakan kepada saya, bahwa KPU bukan hanya terlambat menyerahkan DPT, KPU juga diduga melanggar hukum sesuai UU No 7 pasal 208, termasuk DPT pemilu bermasalah bisa masuk pasal berlapis sesuai UU No 7 tahun 2017 pasal 510…”, Bung Karno menghentikan bicaranya, karena ajudan cantik membisikan bahwa ada telepon dari Presiden Jokowi. Bung Karno dan Jokowi pun lama bicara ditelepon, kami menunggu. Saya iseng mencubit lengan si ajudan cantik itu, sontak dia mencabut pistolnya sambil melotot. ‘Ahayyy….^_^
.
Tak lama Bung Karno menutup teleponnya, “Itu Presiden Jokowi yang telepon, beliau juga tahu tentang ini.Pagi tadi juga beliau sudah telepon Jaro Ade, Kata Jokowi jika memang ini terjadi, maka lakukan proses hukum dengan baik. Jokowi pun berharap masyarakat yang memiliki hak memilih tidak hilang. Karena satu suara pemilih di Pilpres 2019, sangat menentukan siapa presiden ke depan. Sekarang tugas kalian kawal masalah ini dengan baik, jangan sibuk sendiri. Ya sudah kalian boleh duduk dan sarapan, saya pamit ada tamu..”, kemudian Bung Karno pun berjalan kedalam ruangan.

Lae Jonny Sirait langsung menuju tempat sarapan, saya kembali mencubit lengan ajudan cantik itu. Dia sontak mencabut pistolnya lagi, saya pun berbisik. “Kalau kamu tembak saya, saya pasti mati, saya masuk surga. Dan kamu akan rugi karena di surga sana saya akan bilang kepada Tuhan bahwa kamu tidak layak masuk surga. Karena membunuh saya, kamu akan masuk neraka. Dan saya tetap ditemani bidadari-bidadari surga yang lebih cantik dari kamu, paham?”,..si ajudan itu tidak menjawab malah menyilangkan telunjuknya didahinya. Kemudian bergegas menyusul Bung Karno kedalam. ‘Lagh,wk..wk..wk……!! , mohon maaf lahir bathin……………… (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia dan Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook