Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !, “Kang Emil, Bupati Sukabumi, Bandara & Candi Hambalang”

Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !,
“Kang Emil, Bupati Sukabumi, Bandara & Candi Hambalang”
.
Indonews, Sukabumi – Entah bagaimana ceritanya, H.Ridwan Kamil (Kang Emil) Gubernur Jawa Barat terpilih thn.2018-2023 malam ini  (Selasa, 25/9) kalau  pun ‘imajiner’ bisa ‘mampir ke warkop sempit ini. Saya dan Pimred INDONEWS – Jonny Sirait,Amd sempat jadi ‘kacau-balau.
.
“Sudah duduk saja disini, tenang ‘nggak usah panik. Ini kebetulan lewat saja dan saya mampir karena banyak orang yang bilang jika Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG ! ini bukan sekedar warkop biasa. Saya mau bukti dimana sih kehebatannya, ahahahah…”, kata kang Emil memulai pembicaraan sambil meminta saya dan lae Jonny duduk mendekat. 
.
“Kehebatan pertama , dengan Rp.10.000 orang bisa ngopi sepuasnya  disini , kami juga berikan gratis 2 potong Singkong rebus dan ubi rebus. Dalam arti Rp.10.000 itu air panasnya boleh suka hati, kopi dan gulanya tetap bayar,kang..”, canda Lae Jonny, kang Emil pura-pura cemberut. Kami tertawa juga 2 orang ajudannya yang duduk depan meja kami. Tiba-tiba kang Emil berdiri dan masuk mobil, rupanya teteh Cinta-nya masih tidur dimobil. “Teteh Cinta agak kurang enak badan, biar istirahat saja dimobil”, kata kang Emil kembali duduk.
.
“Kang arief, bang Jonny. Sore tadi saya bertemu Bupati Sukabumi Marwan Hamami, beliau sedang sibuk persiapan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin 1 Oktober 2018 mendatang, saya juga ijin tidak dapat hadir karena ada giat lain di Istana Merdeka dengan presiden Jokowi. Bupati menyampaikan kehendak untuk HUT Kabupaten Sukabumi tahun 2019 mendatang bukan lagi tgl.1 Oktober, namun 10 September karena 1 Oktober akan diusulkan ke pemerintah pusat sebagai  hari perjuangan Bojongkokosan, 1 Oktober erat kaitannya dengan pembentukan pemerintahan Kota Madya, bukan Kabupaten Sukabumi. Inshaa Allah DPRD Kab.Sukabumi akan menyetujuinya..”, papar kang Emil
.
Hal kedua, tambah kang Emil. “…Rencana pembangunan Bandara Sukabumi  saya berharap dapat mulai di tahun 2019, saya yakin Bandara yang akan dibangun di Kecamatan Cikembar, Sukabumi, itu  bukan sekedar ‘gaya-gayaan, namun semata untuk menunjang sektor pariwisata di wilayah Jabar bagian selatan. Bandara ini akan memiliki satu landasan pacu (runway) sepanjang 1.600 – 2.000 meter. Nantinya, bandara tersebut akan mengakomodasi pesawat jenis ATR.  Untuk anggaran sekitar > Rp. 400 milyar ,70 % nya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 30% sisanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saya lihat Bupati dan jajarannya sudah matang menghitung tentunya dengan pemerintah pusat, saya juga setuju jika operator bandara ini  akan dipegang langsung oleh Kemenhub. 

Selain bandara Sukabumi, Kemenhub rencananya juga akan memperbaiki infrastruktur transportasi pendukung lain di Jabar bagian selatan mulai dari moda kereta api hingga pelabuhan. Program ini rencananya rampung paling lambat pada 2022 mendatang.  Untuk moda kereta api, Kemenhub akan membangun jalur ganda KA antara Bogor-Sukabumi Lintas Bogor-Yogyakarta yang merupakan proyek multiyears hingga 2022. Adapun, total anggarannya mencapai Rp.1  Trilyun. Tidak itu saja pemerintah pusat demikian mendukung pembangunan dua pelabuhan di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, sebagai bagian paket bandara. Gunanya, selain untuk kegiatan wisata di geopark Ciletuh (Sukabumi) juga memudahkan transportasi logistik hasil bumi keluar. 
.
Kang Emil berhenti sejenak dan melahap singkong rebus, saya dan Lae Jonny pun ikutan. Tiba-tiba ajudan kang Emil berbisik, kang Emil bergegas dan mohon pamit. “Kang Arief, Bang Jonny, Bukan tidak kangen dan tidak mau berlama-lama disini. Saya mohon maaf sekaligus ijin pamit karena barusan Sespri pak Jokowi telepon agar saya segera merapat ke Istana Bogor, pak Jokowi minta saya menghadap..”,kami pun bersalaman. 

Saat hendak menutup pintu mobil saya berbisik ke kang Emil, “Soal Candi Hambalang ya kang?, iya tuh kang dipercepat saja, selesaikan secara adat, negara sudah rugi lebih dari Rp.706 milyar. Katanya untuk wisma atlit Asean Games 2018, nyatanya malah jadi Candi Hambalang..”, canda saya, kang Emil ‘memonyongkan mulutnya.
.
“Iya kang Emil, mumpung akang jadi gubernur Jabar, mohon dipertegas lagi bagaimana ‘cerita selanjutnya sinetron Candi Hambalang ini, Rakyat Jabar mendukung akang. Kita juga belum tahu audit kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  ini sejauh apa?, KPK menyebut lebih dari Rp.2,5 trilyun. Ada juga yang menyebut sekitar Rp.402 milyar, Rp. 706 milyar, dsb. Yang dipenjara saya yakin itu ‘pion-pionnya saja, kita butuh sutradaranya yang dipenjara,kang. Akang Emil harus membuktikan bahwa akang mampu..”, tambah Lae Jonny sambil menutup pintu. Kang Emil makin memonyongkan mulutnya dan tertawa, kami pun tertawa bersama. ‘Cuusss,….Mohon maaf lahir bathin… (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia & Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Terkirim dari tablet Samsung.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook