Pers Harus Membawa Pencerahan, “Media Mainstream Menjadi Fact Checking Melawan Hoax”

Pers Harus Membawa Pencerahan, “Media Mainstream Menjadi Fact Checking Melawan Hoax”

Salam Redaksi : Jonny Sirait (Pimpinan Redaksi)

Berita hoax yang menyebar di tengah masyarakat lewat media sosial atau portal-portal berita, menimbulkan keresahan dan ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah. Berita hoax sudah dibuat sedemikian rupa menyerupai berita asli, dilengkapi dengan data-data yang seolah-olah itu adalah fakta. 

Media sosial, yang banyak dipakai untuk menyebarkannya adalah Facebook dan Twitter. Berita, grafis, dan video hoax disebarkan secara sistematis dan masif lewat akun-akun media sosial.

Selain media sosial, WhatsApp sering kali juga digunakan sebagai media penyebaran. WhatsApp relatif lebih sulit untuk dipantau karena sifatnya tertutup. Penyebaran lewat WhatsApp ini sangat efektif dan cepat karena modal sosial budaya masyarakat yang gemar berbagi cerita.

Oleh karena itu, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam persoalan ini, tetaplah bijak ketika menggunakan internet. Jangan mudah percaya terhadap semua berita atau kabar yang dibaca. Periksa kembali kebenaran suatu berita dengan membandingkannya dari sumber lain, dan jangan sebarkan ulang apabila dirasa berita itu tidak benar.

Keberadaan UU yang komprehensif mengatur perilaku di dunia maya sangat mendesak, mengingat saat ini negara dinilai tak berdaya mengatasi maraknya hoax. KUHP dan UU ITE belum mampu menyasar produsen sekaligus penyebar berita palsu. 

Karena itu, dunia pers mendapat tantangan besar dalam memenuhi kewajibannya sebagai pilar keempat demokrasi. 

Pers memiliki pengaruh yang sangat besar. Walaupun sudah muncul media sosial, namun kepercayaan dan pengaruh pers sebagai arus utama informasi.

Media mainstream harus mampu menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan memihak kebenaran juga harus mampu jadi fact checking/ pengecek fakta, guna membendung hoax yang masif diproduksi dan beredar luas di media sosial. 

Pers Indonesia tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan Indonesia. Pers Indonesia selain mempunyai tanggung jawab teknis profesional, juga memiliki tanggung jawab sosial kebangsaan. Oleh karena itu pers Indonesia harus membawa pencerahan. ***

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook