Iwan Sihabudin : Pelayanan Prima Wajib di Terapkan di KUA Cianjur Kota

Iwan Sihabudin : Pelayanan Prima Wajib di Terapkan di KUA Cianjur Kota

Indonews, Cianjur – Tuntutan masyarakat akan pelayanan prima di KUA sangat tinggi, pelayanan baik merupakan keharusan bagi kantor Urusan Agama yang melayani masyarakat hampir setiap hari, terutama dalam hal pernikahan dan urusan keagamaan yang bersinggungan langsung di masyarakat.

Demikian disampaikan Iwan Sihabudin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cianjur Kota Kab. Cianjur dalam kegiatan silaturahmi untuk memperkenalkan dirinya sebagai Kepala KUA kecamatan Cianjur kota yang baru, dan pada kesempatan tersebut juga mengadakan sosialisasi dan pembinaan pada 24 Amil terkait Peraturan Menteri Agama No 19 tahun 2018 tentang pencatatan perkawinan, di aula KUA Kecamatan Cianjur kota, Senin (08/10/2018)

Iwan mengatakan, sosialisasi perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada ASN, penyuluh agama dan penghulu di lingkupnya agar bisa menyampaikannya secara benar kepada masyarakat yang berurusan masalah pernikahan.

Lebih lanjut, Kepala KUA yang baru tersebut yang sebelumnya sudah menjabat sebagai pejabat sementara di KUA Cianjur kota, ia menyampaikan bahwa di dalam PMA terbaru tersebut menjelaskan diantaranya tentang pendaftaran kehendak nikah dilakukan paling lama 10 hari kerja di KUA sebelum dilangsungkan perkawinan.
“Apabila kurang 10 hari, harus ada dispensasi yang diterbitkan Camat setempat”, terangnya.

Berikutnya Iwan mengutarakan syarat pendaftaran kehendak nikah yang harus dipenuhi calon pengantin sebagiannya adalah surat pengantar dari lurah atau kepala desa tempat domisili, foto kopi akta kelahiran, foto kopi KTP dan kartu keluarga, rekomendasi dari Kepala KUA tempat domisili calon pengantin jika menikah di luar domisilinya serta adanya bukti cerai dari pengadilan Agama jika duda atau janda.

Pada kesempatan tersebut Iwan juga berharap sebagai Kepala KUA yang baru, agar terbangun silaturahmi dan kerjasama yang baik antar stakeholder baik itu kasi pelayanan kelurahan/desa dan para penyuluh dengan KUA sehingga pelayanan masyarakat dapat maksimal.

“Keberhasilan kerja tidak bisa sukses oleh seorang Kepala KUA saja, akan tetapi harus didukung oleh semua pihak dan stake holder lainnya yang terkait,” katanya.

Sambung Iwan, jabatan merupakan sebuah amanah dari Allah SWT dan pemerintah serta bagian penugasan dari atasan.
“Jabatan bukan merupakan hak, oleh karena itu tidak àkan pernah melanggar sumpah dan janji yang telah ia ucapkan,” pungkasnya.(Arief)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook