Warung Kopi CIANJUR AJEG ! “BUKANKAH KORUPTOR ITU DISUMPAH DENGAN KITAB SUCI?” .

Warung Kopi CIANJUR AJEG !
“BUKANKAH KORUPTOR ITU DISUMPAH DENGAN KITAB SUCI?”
.
Indonews, Cianjur – Dalam Bahasa Sunda arti ‘Ajeg adalah tegak atau tidak miring (Mantap/Kaffah/Total), maka saya dan  Pimred Indonews – Jonny Sirait,Amd merasa penting untuk memasukan nama Ajeg untuk warung kopi ini sehingga menjadi warung kopi CIANJUR AJEG !, dengan harapan kami dapat melanjutkan semangat, harapan dan cita-cita para leluhur Cianjur untuk ‘menyatukan segala sesuatunya demi kemerdekaan dan kemandirian kabupaten Cianjur dalam segala hal sehingga dapat dikenal masyarakat luas dan dunia internasional sebagai salah satu tujuan investasi yang baik. Juga harapan kami dengan kesederhanaan dan kejujuran  materi-materi yang disajikan ‘ala warung kopi sebagaimana warkop BOGOR KAPAYUN ! dan warkop SUKABUMI AGEUNG ! selama ini ada manfaat didalamnya, Inshaa Allah
.
Bagi kami, leluhur Cianjur  adalah  trah Prabu Siliwangi yang memperkenalkan philosopy Silih Asah – Asih & Asuh, sederhana namun Ajeg –  khususnya melalui Prabu Jayasasana yang dikenal dengan nama ‘Raden Aria Wira Tanu , seorang Dalem (bupati) pendiri kabupaten Cianjur. Beliau juga, adalah Putra Raden Aria Wangsa Goparana (Dalem Sagaraherang ) yang merupakan generasi pertama dari Munding Sari yang masuk islam dan menjadi ulama besar serta memiliki pesantren di wilayah Sagalaherang. Disaat dewasa beliau gemar berkhalwat (bertapa) kemudian berjodoh dengan gadis cantik keturunan jin-muslim dan kemudian memiliki tiga orang anak, yaitu Suryakancana, Indang Kancana atau Indang Sukaesih dan Andaka Wirasujagat. Ini Semua diterima sebagai takdir untuk lebih ‘Ajeg dalam hidup dan setiap amanah yang diterimanya.
.
Suatu hari, beliau diberi tanggungjawab oleh ayahnya Dalem Sagaraherang berupa 100 orang rakyat (cacah) dengan niat awal ‘meng-ajeg-an’ tujuan pemberian kesejahteraan bagi banyak orang. Menurut sistem feodalisme saat itu, kekuasaan seorang bangsawan ditentukan oleh banyaknya rakyat yang dipimpin bukan berdasarkan tanah (wilayah). Karena semakin banyak rakyat, maka akan semakin banyak pula wilayah yang ditempati oleh rakyatnya itu. Kemudian, bersama keseratus orang itu, beliau mulai mencari daerah pedalaman Jawa Barat  untuk ditinggali hingga sampailah ke sungai Cikundul, yang kini dikenal sebagai kecamatan Cikalong Kulon. Di sini mereka bermukim dan membuka lahan baru.
.
Situasi politik kerajaan Pajajaran di thn.1600-an  demikian memanas, banyak yang memisahkan diri meninggalkan Prabu Siliwangi. Maka penguasa Cirebon kemudian mengangkat Jayasasana sebagai senapati atau panglima dengan gelar Wira Tanu (Wira Tanu artinya Panglima atau Senapati).  Dengan harapan CIANJUR akan lebih ‘Ajeg memberikan kesejahteraan rakyatnya. Dan, bersama para penguasa lainnya,al; penguasa Cipamingkis dibawah pimpinan Nalamerta;Cimapag – Nyiuh Nagara;.Cikalong – Wangsa Kusumah;Cibalagung –  Natamanggala;dan penguasa Cihea dibawah pimpinan Wastu Nagara; bersepakat untuk melebur wilayahnya menjadi satu negeri dengan nama CIANJUR dan  mengangkat Jayasasana (yang sudah mendapat gelar Wira Tanu)  menjadi Dalem  dengan gelar “Raden Aria Wira Tanu” sekitar thn.1680-an.
.
Semangat beliau tentang Mahardhika, Merdeka atau Merdika sepenuhnya dari segala masalah adalah warisan yang patut kita teruskan dan perjuangkan sebagaimana kini menjadi motto Kabupaten Cianjur, yaitu; “Cianjur Bersemi (Bersih, Sehat dan Memikat)”. Dan kami menyebutnya CIANJUR AJEG !, Cianjur yang Merdeka, karena  berisi para pemimpin amanah dunia-akhirat. Tidak ingin seperti situasi kabupaten Cianjur sebelum thn.2017 dimana terdapat kerugian negara lebih dari Rp. 31,007 trilyun akibat korupsi  dimana 24%-nya (134 kasus = Rp. 803 milyar)  karena penyalah-gunaan anggaran. Bukankah para koruptor itu saat mendapatkan amanah disumpah diatas kitab suci masing-masing?, ini tanda belum ‘Ajeg dalam menjalankan amanah, amanah rakyat & Allah SWT.

Warkop CIANJUR AJEG !, adalah bagian terkecil yang juga mudah untuk dilupakan, namun ini adalah hak kami untuk ikut mengantar “CIANJUR BERSEMI , Cianjur yang Merdeka dalam hal :a.Pemberantasan  Korupsi, b.Pemberdayaan Masyarakat, c.Menciptakan Keadilan & Kesejahteraan Masyarakat dalam segala aspek, d.Pemberantasan Narkoba dan Mendukung upaya Pemberantasan Radikalisme, Terorisme,  & Anti Intoleransi.  
.
Bukankah SILIH ASAH – ASIH & ASUH masih kita junjung tinggi?, ‘Jika Ya, mari bersama  mendukung CIANJUR  AJEG !,  CIANJUR YANG TEGAK, ISTIQOMAH & AMANAH .Aamiin YRA, Mohon maaf lahir bathin…..( (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook