Warung Kopi DEPOK DEPROK !, “USIR KORUPTOR DARI DEPOK !?”

Warung Kopi DEPOK DEPROK !,
“USIR KORUPTOR DARI DEPOK !?”
.
Indonews, Depok – Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang:kota) yang terpisah dari Kabupaten Bogor  dan terdiri atas 11 kecamatan dan 63 kelurahan dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta orang. Di tahun 2015, Depok merupakan satu dari 10 kota di Indonesia yang mendapatkan ‘Penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah’ karena dianggap ‘baik dalam hal kelola pendapatan daerah.
.
Itu dulu coy, Depok kini adalah Depok yang ‘gurih-gurih nyoi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah orang miskinnya, hingga akhir tahun 2017 lalu jumlahnya menaik, jika sebelum tahun 2017 sekitar 7,5% kini menjadi 8,02%. Hebatnya Pemkot beralih alibi kenaikan itu akibat banyaknya jumlah warga yang bermigrasi ke kota Depok. ‘Ahahahah, Come on !
.
“Pertanyaannya sederhana saja bang, jika orang miskin menaik berarti  Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Depok  kemana saja?”, tanya Pimred Indonews – Jonny Sirait,Amd.
.
“Ogh bukan begitu Lae, jika saat ini ada 1,3 juta jiwa yang miskin anggaplah sekitar 103.000 orang, itu masih oke lah, karena jumlah kemiskinan yang rawan itu jika mencapai 10% dari jumlah penduduk satu daerah..”, jawab saya.
.
“Maksud abang berarti masih aman dengan 8%..?”,..”Ya begitulah..Lae hitungannya”,..”Jadi kita tunggu sampai 10% atau jika orang miskin kota Depok sudah mencapai 130.000 orang?”,…”Hayy, jangan emosi begitulah Lae..”
.
“Abang, bagaimana kami tidak emosi, sedangkan CWI – Coruption Watch Independen  di tahun 2017  merilis bahwa kasus korupsi di Kota Depok  cukup besar dengan nilai lebih dari Rp.450 milyar dan melibatkan eksekutif dan legislatif. Ini kami bicara soal moral bang, bagaimana program meminimkan kemiskinan bisa tercapai jika korupsinya merajalela. Apa perlu kita usir saja mereka keluar Depok !?.”, sanggah Lae Jonny.
.
“Engga begitu Lae, semua sudah ada aturannya, yang melanggar tentu akan menerima sangsi hukum. Di Depok ini yang saya tahu, umumnya korupsi mereka itu di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan korupsi dana hibah dan aspirasi. Tidak ada tuh yang tentang anggaran kemiskinan..”, jawab saya.
.
“Abang, sejak tahun 2014 ada korupsi dana BOS untuk 22 ribu lebih seragam dan sepatu siswa SD se-kota Depok dengan nilai Rp.15,6 milyar. Bahkan Rilis ICW – Indonesian Coruption Watch menyampaikan hingga tahun 2017 ada 110 kepala daerah yang terlibat korupsi dana desa dengan kerugian negara lebih dari Rp.196 milyar. Apakah ini juga termasuk kasus korupsi Nurmahmudi Ismail-mantan walikota Depok dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto yang terjerat kasus proyek fiktif pembebasan tanah pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok pada 2015 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar?”, cecar Lae Jonny yang juga Ketum Bogor Kapayun, Sukabumi Ageung, Cianjur Ajeg & Sahabat Jokowi Kerja (Joker)
.
“Lae dalam agama apapun Korupsi itu adalah haram, banyak ayat al quran, hadits nabi atau firman kitab Nasrani yang menuls itu. Ini soal moral manusianya, maka bagaimana kota Depok bisa maju jika para kepala sekolah, Kades, SKPD dan legislatifnya memang ‘bobrok mentalnya. Membangun kota Depok itu sederhana saja, tiru saja perjuangan para leluhur Depok, yaitu:  Prabu Siliwangi, Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Purba dan   Embah Raden Wujud dengan motto SILIH ASAH,ASIH & ASUH-nya. Kesamaan semangat dan prinsip dalam mensejahterakan rakyatnya. Maka jka ada orang Depok yang melakukan korupsi apalagi dia seorang pemimpin sesungguhnya tidak ada dalam dirinya semangat Prabu Siiiwangi itu, lalu siapa mereka?”, kata saya tanpa hendak menggurui Lae Jonny.
.
Prabu Siliwangi adalah Raja Pajajaran (1030-1579 M) yang menginginkan rakyatnya sejahtera, dalam tugasnya dia sering meditasi, berdoa dan ‘mendeprok (duduk santai)di kawasan Depok lama (dulu Beji) apalagi saat  itu Depok lama dikenal sejuk dan asri karena dilintasi sungai Ciliwung dan angin sejuk dari sekitar Bogor, dsb. Termasuk hal ini dilakukan disaat kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa – Banten, Pangeran Purba dan   Embah Raden Wujud khususnya saat perjalanan menuju Cirebon mereka sering ‘mendeprok juga disana.
.
DEPOK adalah MENDEPROK, dimana seharusnya dan selamanya menjadi tempat yang nyaman termasuk untuk ber-investasi baik lokal maupun internasional, DEPROK bukanlah prilaku malas, namun penuh imajinasi dan kreatifitas positif khususnya mewujudkan DEPOK DEPROK ! sebagaimana semboyan kota Depok, Paricara Dharma  yang sarat amanah agar Pemerintah Kota Depok sebagai Abdi Masyarakat dan Abdi Negara senantiasa mengutamakan kepada kebaikan, kebenaran dan keadilan. Itu teorinya, tinggal kesungguhan untuk mempraktekannya.

Warung Kopi DEPOK DEPROK !, adalah bagian dari ikut-sertanya kami mengawal kota Depok agar terus baik dalam segala hal, khususnya ikut memberantas korupsi. Karena semua ini telah diamanahkan dalam UU Pers thn.1999 dan Pasal 28/UUD 1945. Jika anda satu tekad, mari bersama kami, wujudkan kota DEPOK DEPROK !, tempat terbaik di Jawa Barat untuk ber-investasi, Inshaa Allah. Mohon maaf lahir bathin….. …..( (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook