Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “ORANG BOGOR BICARA PAPUA?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“ORANG BOGOR BICARA PAPUA?”
.
Indonews, Bogor – “Horas, Selamat malam abangda , katanya sedang di papua?”, tanya Pimred Indonews – Jonny Sirait,Amd diseluler, membuat saya tersenyum. “Aku ke Papua tahun 2015, tepatya ke Kabupaten Sentani. Sekarang saya ada disatu tempat di Jawa Barat Lae “,..”Bah, dimana abangda?”, “..Saya berbisik ke Lae Jonny. “Mantaplah itu, rupanya kasus lama kita mau diangkat lagi,bang?”,..”Enggalah ini lagi jalan-jalan saja..”, kami pun tertawa berdua.
.

“Bang, mumpung tadi diawali bicara tentang Papua, informasi apa yang abang bisa share disini?’, rajuk Lae Jonny, saya paham gaya jurnalis kawakan ini.
.
“Lae, Ketika Jokowi menjadi presiden ke-7 bulan Oktober 2014 lalu, beliau ‘concern atas salah satu kebijakannya untuk mengembangkan dan membangun infrastruktur di seluruh Indonesia yaitu; pembangunan  jalan tol, jalur kereta api dan infrastruktur lainnya. Beliau paham semua ini akan meningkatkan ekonomi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyrakat di wilayah terpencil. Termasuk di provinsi yang selama ini ‘dilupakan, yaitu Papua dan Papua Barat. Jokowi tahu kalau pun Papua kaya akan  sumberdaya alam, namun Papua tidak menjadi ‘baik dibanding provinsi lain, seolah ada skenario pembiaran selama ini. Lihat saja jumlah penduduk miskinnya mencapai 25% dari jumlah penduduknya , alias dua kali lipat ‘minus-nya dari angka nasional yang sebesar 10,7 persen ..”kata saya sambil meng-chrage Hp karena low-batt.
.
“Setuju abang, sepertinya memang dibiarkan demikian. Maka dengan masuknya Jokowi kesana banyak orang yang menjadi ‘risih karena beberapa proyeknya selama ini  akan kelihatan ‘belangnya. Mereka lupa, jika infrastruktur Papua bagus, jalan dan pelabuhan bagus, maka ekonomi Papua akan tumbuh lebih cepat karena distribusi logistik untuk barang dan orang meningkat. Itu yang mereka tidak mau, sekarang lihat demikian berubah semua. Semangat Jokowi membangun jalan raya Trans Papua, dan elektrifikasi penuh di Papua dan Papua Barat yang kini hampir 49% pengerjaannya  termasuk pembangunan  pelabuhan laut yang merupakan bagian dari program tol lautnya. Bukan hanya mimpi lagi bagi Papua. Semua on-progress. Dan Jokowi tidak ragu menyiapkan anggaran lebih dari Rp.85,7 triliun untuk semua proyek pembangunan di Papua dan Papua Barat ini, Pembangunan yang berkeadilan sosial, merata diseluruh wilayah Papua termasuk di Papua Timur. Memang belum maksimal, harus banyak orang-orang suci dan bertangan-dingin untuk membangun Papua dan Papua Barat. Jokowi telah mencontohkan bagaimana bekerja yang benar, dan saya yakin Jokowi telah memilih ‘orang-orang suci itu untuk kelanjutan semua proyek ini, bang”, kata Lae Jonny semangat.
.
“Setuju Lae, kini tinggal sinerjitas yang baik antara jajaran kabinet,investor  dan pemerintah daerah dalam  mempercepat pembangunan infrastruktur di kedua provinsi tersebut dalam memaksimalkan kesejahteraan rakyat Papua dan Papua Barat dimasa mendatang. Dan kita selaku relawan Jokowi punya hak untuk terus ‘mengingatkan,mengawasi dan membantai jika ada oknum alias orang-orang tidak suci itu..”, kata saya, diseberang seluler Lae Jonny tertawa ngakak.
.
“Semoga semangat di Papua dan Papua Barat ini dapat menular ke  BODESUCI, Kota dan kab.Bogor, kota Depok, kota dan kab.Sukabumi dan Kab.Cianjur ,” kata Lae Jonny lagi.
.
“Inshaa allah, yang jelas para ahli dan pegiat konservasi jangan banyak tidur juga, mereka harus berdiri didepan mengawasi apakah pembangunan-pembangunan itu dijamin tidak  merusak kawasan lindung di daerah tersebut, karena ini bukan lagi bicara keuntungan bisnis semata namun mengorbankan masyarakat lokal.Itu yang ‘ngga benar..”, kata saya lagi.
.
“Salah satu relawan yang eksis disana adalah Judith J. Dipodiputro, seorang ahli hubungan masyarakat yang berpengalaman di sektor publik dan swasta, serta organisasi masyarakat sipil. Saya pernah bertemu beberapa kali, orangnya baik, bolehlah sesekali kita jadikan nara sumber Lae ?”,..”Siap abangda”, jawab Lae Jonny yang juga Ketum Bogor Kapayun ! dan Sahabat Jokowi Kerja (Joker)
.
“Inshaa Allah, Saya masih komunikasi dengan beliau, kalau tidak salah beliau itu, yang akrab saya panggil ‘mba Judith ini adalah mantan wakil presiden public relation untuk raksasa minyak dan gas Total Indonesia thn.2012, mantan penasihat ahli untuk pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, mantan tim humas Kementerian Lingkungan Hidup. Dan aktifis di Yayasan Javan Gibbon dan kelompok pemberdayaan ekonomi Yayasan Rumah-Indonesia..”,..”Bolehlah kapan-kapan kita komunikasi dengan beliau ya bang?”,..”Inshaa Allah nanti aku atur waktunya”,..”Mantap !”, kami pun menyudahi komunikasi karena hari telah larut malam. Mohon maaf lahir bathin. —– (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook