Warung Kopi CIANJUR AJEG ! “CIANJUR AJRUT – AJRUTAN”

Warung Kopi CIANJUR AJEG !
“CIANJUR AJRUT – AJRUTAN”
.
Dalam warung kopi, coffe shop atau coffe corner senantiasa berisi kumpulan ‘word  para penyeruput kopi, baik yang terangkai baik , emosional, curhat atau pepesan kosong saja. Juga tempat untuk berbohong. Baik itu yang berada di hotel mewah maupun warkop angkringan. Demikian halnya di warkop ini , kalau pun ini warkop rakyat jelata namun   kami berharap ada manfaat didalamnya,minimal untuk diri sendiri.
.
Akhir tahun 2014 lalu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa hingga 5 tahun kedepan (2019) usulan 318 pemekaran wilayah (DOB : Daerah Otonomi baru) akan ditunda karena pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur demikian halnya di Jawa barat. Kini tahun 2019 menjelang , maka siap-siaplah wahai warga Jawa Barat untuk kembali melanjutkan terciptanya DOB yang tertunda itu.
.
“Saat ini jumlah penduduk Jawa Barat lebiih dari 47 juta jiwa yang tersebar di 27 daerah kabupaten & kota, idealnya tersebar di 40 daerah, agar tidak sesak dan kumuh. Berarti di tahun 2019 mendatang , Jawa Barat mempunyai peluang 13 DOB.  Jadi di Jawa Barat terjadi penjomplangan pelayanan publik, kualitas manusia dan dana APBN yang tidak setara. Kita lihat  Jawa Timur jumlah penduduknya 40 juta tapi daerahnya 38 kabupaten & kota.” kata saya kepada Pimpinan Redaksi Indonews,Jonny Sirait,Amd di warkop ini.
.
“Berarti semangat warga Cianjur selatan yang telah 17 tahun berjuang selama ini untuk menjadi DOB  sepertinya akan terbuka ya, abangda. Semoga ini merupakan jawaban doa selama ini dari 14 kecamatan yang bermimpi pemekaran menjadi Kabupaten Cianjur selatan”, kata Lae Jonny.
.
“Aamiin, Konsep dan kajian akan pemekaran Cianjur Selatan memang telah cukup matang bahkan segala persyaratan termasuk studi ilmiah telah dilakukan berbagai pihak bersama perguruan tinggi negeri. Semua kajian selesai tinggal batas wilayah, dan  legalitas berupa SK (surat keputusan) dari Bupati Cianjur. Masyarakat sederhana saja cara berpikirnya, jika selama ini warga Cianjur Selatan harus ‘berpayah-payah menempuh jarak yang jauh untuk menyelesaikan administrasi menuju pusat Pemerintah Kabupaten Cianjur, termasuk untuk mengurus KTP. Maka dengan DOB Cianjur selatan hal ini tidak lagi terjadi. ‘Nice dream !”, kata saya 
.
“Banyak teman-teman dari Cianjur selatan yang bilang sama aku bahwa selama ini Pemkab Cianjur dinilai tidak ‘responsip tentang ini, khususnya  ketersediaan infrastruktur disana. Mungkin ekstrimnya dari 34 kecamatan dengan luas wilayah 3.432,96 km2 ini,  40-60% jalannya masuk katagori parah. Maka pemkab Cianjur tidak perlu galau jika netizzen menjadikan guyon tentang ini, seperti; …‘jika suatu waktu kendaraan yang anda tumpangi mulai terasa ajrut-ajrutan dan perut anda mual,  sesungguhnya anda baru saja masuk kabupaten Cianjur..”, tambah Lae Jonny dengan nada ‘bukan bercanda.’Ahahah…
.
Pembicaraan kami terhenti, karena Imas – mojang Cianjur putri pak camat masuk warkop, Lae Jonny sigap menghampiri. “Assalamualaikum teh imas, ada yang bisa abang bantu?”, gaya don-juannya keluar. Imas yang mahasiswi semester akhir sastra Jepang itu tersenyum dari balik hijabnya. “Waalaikumsalam wrwb, Terima-kasih abang Jonny, ini saya hanya mau titip edaran rapat dari Pemda besok malam”, jawab imas sambil mengerlingkan matanya ke saya, saya tertunduk ‘jaim. Kemudian imas pamit  sambil tersenyum manis ke saya. ‘Lae Jonny cemberut, Ahay..
.
Imas semakin menjauh dari warkop namun harum parfum original-nya masih ada disini, saya pun meneruskan pembicaraan,… “Pemekaran Cianjur selatan hendaknya bukan karena ‘gaya-gayaan atau life-style belaka, namun memang harus berdasarkan kajian yang matang dan melibatkan semua elemen masyarakat, tidak perlu juga  menggunakan jasa konsultan DOB, apalagi yang berasal dari ‘luar Cianjur selatan – karena potensi masyarakat sendiri pun mampu. Hal lainnya adalah kajian lain yang tidak boleh dilupakan adalah telah ‘dikenalnya Cianjur selatan sebagai daerah rawan bencana, baik karena banjir , longsor dan pergerakan tanah. Ini terbukti di tahun 2017 lalu sedikitnya ada 61 bencana alam di kabupaten Cianjur dan sebagian besar di Cianjur selatan. Bahkan BPBD Cianjur mencatat peristiwa bencana alam longsor paling banyak terjadi dengan 19 kejadian, pergerakan tanah 12 kejadian, puting beliung empat kejadian, banjir tiga kejadian, ditambah bencana lainnya seperti kebakaran. Dan sebagian besarnya lagi, itu terjadi di Cianjur selatan. Hal rawan bencana ini harus mendapatkan kajian yang super-ketat…”,kata saya lagi, Lae Jonny yang juga Ketum Bogor Kapayun ! dan Sahabat Jokowi Kerja (Joker) manggut-manggut sambil menghisap dalam rokok kretek idolanya.
.
Teman-teman di Cianjur selatan, khususnya teman-teman dari  Indonews dan LSM CIANJUR AJEG !, kini waktunya bergerak dukung mimpi berdirinya Kabupaten Cianjur Selatan. Sekaligus ‘pengawasan keras  kita atas segala anggaran yang akan dikeluarkannya,mengingat lagi setiap DOB membutuhkan biaya tidak kurang dari Rp.100 milyar,  itulah kerja sejati kita. Mohon maaf lahir bathin…. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook