Warung Kopi BODESUCI “TELAT SAAT PEMBAGIAN OTAK?”

Warung Kopi BODESUCI
“TELAT SAAT PEMBAGIAN OTAK?”
.
Indonews, Bogor – Malam menjelang dini hari, saya dan Pimpinan redaksi Indonews  – Jonny Sirait,Amd  tengah berada di warung angkringan depan  sebuah stasiun KA menanti seorang relawan senior  bernama ‘Mr.X . Menjelang pkl.02.30 dini hari Mr.X pun tiba, dan bergabung di angkringan ini, kami menyatu dengan para manusia-manusia malam tangguh. Karena banyak diantara mereka  berprofesi sebagai supir angkot, pekerja malam, satpam, bahkan para intel atau reserse pun ada disana. Sebelumnya , kami bertiga sepakati tidak ada foto dalam tulisan ringan ini juga beberapa hal yang kami sembunyikan tanpa mengurangi  makna dan isi tulisan warkop ini. 
.
DISKUSI PERTAMA
Sifat kekanak-kanakan bukanlah sifat yang mudah dibuang dari diri orang-orang dewasa. Banyak orang yang bahkan mengaku sudah dewasa masih sering menunjukkan karakter-karakter kekanak-kanakan. Dalam berbagai sumber disebut,  karakter anak-anak yang menarik (childlike) dan bahkan harus ditiru oleh mereka yang sudah dewasa, adapun Childish adalah prilaku kanak-kanak dalam diri orang dewasa. 
.
Orang dewasa yang kekanak-kanakan atau tidak dewasa (Childish) berarti “belum matang” secara psikologys.. Bahkan si-penderitanya pun tidak mengerti cara menangani situasi tertentu. Semakin muda usianya, semakin sulit dia memahami.  Maka hal yang tersederhana yang  dapat kita lakukan adalah teruslah bersikap memahami ketidak-matangan orang  dewasa yang bersifat kekanak-kanakan itu dan ‘TINGGALKANLAH !
.
Prilaku CHILDLIKE diantaranya adalah dimana seorang anak selalu mengambil setiap kesempatan untuk Mencoba Sesuatu yang Baru. Anak itu berani mencoba sesuatu yang baru karena mereka ingin tahu dan tertarik pada hal tersebut tanpa kuatir pada pandangan atau komentar orang lain. Bahkan seringkali merasa diri mereka terlalu penting dan hebat sehingga menganggap orang lain tidak berarti.
.
Sedangkan prilaku  CHILDISH, seringkali menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi , tidak mudah meminta maaf, disaat mengambil keputusan  sering terpengaruh oleh omongan orang lain dan semua yang akan/telah dilakukan dianggap sedang bermain-main & bersenang-senang untuk diri sendiri. Termasuk semua ini terjadi dilingkungan orang atau kelompok yang menamakan diri RELAWAN JOKOWI, sudah banyak bukti dan kejadian yang menyertainya. Sehingga itulah yang membuat banyak grup relawan hancur karena ‘Childlike & Childish.  Apalagi jika ada Relawan yang ‘gemar memakan  sesuatu yang bukan haknya, maka kami akan tinggalkan , karena kami tidak ingin buang waktu. Demikian kesepakatan kami ber-tiga di pagi itu sebagaimana yang selama ini kami lakukan.
.
Namun  kami, tidak mengatakan bahwa prilaku  Prabowo – Capres  2019 dan Sandiaga Uno , Cawapres thn.2019 itu adalah ‘penderita childlike atau childish juga para teman-teman sekitarnya. Yang jelas dalam memimpin bangsa dan negara besar ini diperlukan hal-hal inovatif , terukur dan dewasa. Kita perlu calon pemimpin dan pemimpin yang kaya akan terobosan kerja nyata  dan pemikiran dahsyat untuk membangun bangsa dan negara besar ini, tidak juga  orang-orang paranoid  yang mengatakan bahwa negara ini akan hancur di tahun 2030 atau para penggemar caci-maki , prilaku munafik dan penyebar kebohongan.
.
Jikalau Prabowo dan Sandi ingin ‘mengambil hati para Relawan Jokowi di era Pilpres 2019 yad, idealnya mereka lebih banyak sampaikan ide dan gagasan yang selama ini  “belum pernah” dilakukan Jokowi khususnya dalam membawa bangsa dan negara in lebih makmur, sejahtera dan adil. Itu yang dibutuhkan, bukan hanya ‘gimmick dan negatif childlike atau Childish. Bukan terus dalam upaya zona-aman dan main-main belaka. Apalagi harus buka baju di depan publik dan ‘gimmick lain yang ke-kanak-kanakan. Dan Timses Prabowo-Sandi harus merubah  itu jika tidak siap untuk kalah di tahun 2019. 
.
DISKUSI KE-DUA,
Saat ini telah lebih dari 300 orang koruptor yang terjaring KPK dsb yang mereka lakukan diantara thn.2010-2018 dengan nilai kerugian negara lebih dari Rp.200 trilyun, mereka adalah para eksekutif, legslatif, kepala daerah, petugas parpol,SKPD  hingga kepala desa yang kesemuanya telah bersumpah dengan kitab suci saat akan menjabat. Dan mengatakan Demi Allah SWT  – Tuhan YME, akan menjadi orang yang jujur. Itu pun  toh mereka msih melanggarnya. Ini bukan sekedar tentang bobroknya moral, namun lemahnya kaderisasi khususnya di parpol pengusung. 

Dalam ilmu manajemen disebut , Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang bisa menyiapkan dan menghasilkan calon-calon pemimpin yang baik atau bahkan lebih baik dari pemimpin yang sudah ada., bukan sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi kegagalan seseorang pemimpin, tidak mempunyai  peluang menjadi pemimpin dan ketidak-mampuan dirinya menciptakan dan merebut kesempatan menjadi pemimpin..
.
Pemimpin harus memberi contoh positif kepada yang akan dipimpinnya , dalam Islam dimintakan agar  ummat-nya mencontoh prilaku Rasulullah SAW selaku ‘Uswatun Khasanah ( Prilaku terpuji dan menjadikan suri tauladan) ; Pekerja keras, Adil, Amanah, Jujur, Tidak memakan hak orang lain, dsb.
.
Mr X mengatakan , Dalam pelaksanaanya proses kaderisasi terdiri dari dua macam yaitu: (1). KADERISASI INFORMAL = Untuk melahirkan seseorang pemimpin yang berkualitas diperlukan proses jangka waktu yang cukup lama, seluruh kehidupan seseorang sejak masa kanak-kanak dan remaja merupakan masa kaderisasi untuk menjadi pemimpin dalam upaya membentuk pribadi, agar memiliki keungulan dalam aspek-aspek yang dibutuhkan untuk mampu bersaing. (2). KADERISASI FORMAL = Suatu usaha mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk masa depan secara terencana, teratur, dan sistematis dan terarah, berisi bahan-bahan teoritis dan praktik tentang kepemimpinan dan bahan-bahan lain sebagai pendukung
.
Pertanyaan kita diakhir ‘nangkring khususnya menjelang adzan subuh adalah bagaimana bisa seorang yang telah disumpah diatas kitab suci dan kader parpol tertentu kemudian menjadi koruptor, siapa yang salah?, atau mereka telat saat pembagian otak?, Mohon maaf lahir bathin, Bravo Bogor, Depok,Sukabumi & Cianjur (BODESUCI) ..( (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook