Warung Kopi BODESUCI Presiden & Para Mantan Pres.RI “SETAN GUNDUL, SONTOLOYO  & SETRIKA LINGGIS”

Warung Kopi BODESUCI
Presiden & Para Mantan Pres.RI
“SETAN GUNDUL, SONTOLOYO  & SETRIKA LINGGIS”

SUHARTO & SETAN GUNDUL
Indonews, Bogor – Soeharto dan pembantu militernya merekayasa Kongres PDI di Medan (22 Juni 1996) , beliau ingin mendudukkan kembali Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI. Sayangnya , rekayasa itu tercium dan mendapat perlawanan para aktifis dan relawan dengan gencarnya mimbar bebas di Kantor DPP PDI, Jl.Diponegoro, Jakarta.  Mimbar bebas yang menghadirkan sejumlah tokoh kritis dan aktivis penentang Orde Baru, telah mampu membangkitkan kesadaran kritis rakyat atas perilaku politik Orde Baru. Tentu saja ini membuat Suharto dan ‘jajarannya ketar-ketir.
.
Rabu, 25 Juli 1996, Soerjadi dan teman-temannya bertemu Soeharto di Bina Graha. Soeharto minta agar waspada terhadap ”SETAN DUNDUL” yang menunggangi PDI. Sebuah ‘sindiran halus  namun tegas . Sabtu, 27 Juli, terjadi serbuan ke Markas PDI –  Jalan Diponegoro 58. Yang mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 149 orang (sipil maupun aparat) luka-luka dan 136 orang ditahan. Kemudian kami menyebutnya KUDATULI 1996 (Kerusuhan 27 Juli)
.
Senin, 29 Juli, Soeharto memanggil Menko Polkam Soesilo Soedarman dan para pejabat lainnya di Istana Merdeka. Setelah itu terjadilah ‘pemburuan terhadap Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan aktifis hingga ‘lubang jarum sekali pun. Dan berhasil !,  13  orang aktifis  ‘hilang sesudah itu

Dugaan Keterlibatan  Prabowo  semakin mengerucut, sebagaimana pengakuan Jenderal (Purn) TNI Agum Gumelar yang juga sebagai anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) TNI-AD  di Metro TV tahun 2014 lalu cukup ‘melegakan publik, karena Agum mengakui bahwa ia ikut mengeluarkan surat pemberhentian Prabowo Subianto tersebut 
.
Di Metro TV  itu,   Agum Gumelar mengatakan bahwa Prabowo pernah datang ke PEPABRI dan mengatakan bahwa dia diperintah oleh Presiden Soeharto padahal dia tidak menyatakan hal tersebut di DKP, Agum juga meragukan bahwa benar Pak Harto yang memerintahkan hal tersebut karena tidak sesuai dengan tipe pak Harto. Agum juga mengatakan jika penculikan atau apapun namanya sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang perwira tinggi. Agum juga menjelaskan bahwa Danpuspon Syamsul Djalal sudah merekomendasikan kasus Prabowo ini ke Pangab untuk ke Mahmil, namun karena ada suasana ‘kebatinan sehingga diperhalus menjadi diselesaikan di DKP saja, ketuanya Kasad dan anggotanya para Letjen – Letjen termasuk Agum sendiri,  rekomendasi DKP adalah dipecat tetapi sekali lagi karena mantu dari Presiden diperlunak. Agum juga mengatakan banyak sekali keiistimewaan ‘karir Prabowo, malahan dalam 1,5 tahun bisa naik pangkat 3 kali.
.
JOKOWI & POLITIK SONTOLOYO
Itu ceritera lama yang ‘anti-klimak, not happy-ending, entah hingga kapan. Kini istilah ‘SETAN GUNDUL’ berganti menjadi ‘POLITIK SONTOLOYO? Sebagaimana yang disampaikan Jokowi saat pembagian sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10)…!?
.
Tidak !, itu dua hal berbeda. Karena POLITIK SONTOLOYO ala Jokowi adalah bentuk kegeraman  beliau selaku Presiden RI ke-7 yang konstitusi karena banyak pihak yang melakukan cara-cara politik kotor di Pemilu khususnya menjelang Pilpres 2019 mendatang  bagi Jokowi  cara itu bisa memecah belah persatuan masyarakat. Mungkin salah-satunya ditujukan kepada Ratna Sarumpaet Cs yang melakukan hoax , mencari simpati dengan cara nista menyebar kebohongan, adu-domba, sara dsb?, ‘Wallahualam bishowab.

Jokowi bukan Suharto, yang mewariskan banyak kekuatan hingga kini. Jokowi hanya ditemani lebih dari 70 juta pemilihnya di Pilpres 2014 lalu.  Ia habiskan waktunya untuk bekerja sebagaimana amanah dan konstitusi yang diberikan. Jokowi menjadi lawan bagi mereka pewaris ‘kekuatan Suharto?, may be yes, may be no.Yang jelas para Jokowi Hatters semakin kalap bagaimana ‘menurunkan Jokowi ditengah-jalan. Bahkan bencana NTB dan Palu pun disebut mereka sebagai ajab untuk Jokowi, lalu bagaimana dengan musibah Tsunami Aceh thn.2004 yang menewaskan lebih dari 200.000 orang, bukankah itu di era-SBY sebagai Presiden?, bahkan kini, ‘ujug-ujug kasus Pembakaran bendera HTI pun mulai  ‘di-giring kepada Jokowi. Mungkin ini bagian dari ‘POLITIK SONTOLOYO itu ya?, Ahahah..
“Pemilihan Umum itu adalah pesta demokrasi , bukan untuk saling adu domba, fitnah, sara dan cara cara yang tidak diwariskan pada leluhur dan pendiri bangsa ini. Seharusnya Pemilu itu adalah perang gagasan dan konsep”, demikian Jokowi disetiap kesempatan membicarakan ini seolah kecewa dengan prilaku POLITIKUS SONTOLOYO itu.
.
SUKARNO & SETRIKA LINGGIS
Bagaimana dengan Presiden Sukarno?, ia kerap berkata “To hell with your aid!”, satu sindiran tegas untuk AS yang selalu merasa paling hebat di dunia. Soekarno memang bertipikal paling lugas dan tegas, lebih ekspresif, berkarakter keras, tanpa tedeng aling-aling dalam meluapkan perasaan, termasuk kemarahan. Dan, murka Bung Karno tidak pandang bulu. Ia bisa marah kepada siapapun atau dalam persoalan apapun yang tidak berkenan di hatinya.

Presiden Soekarno pernah murka di forum internasional sekelas Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang kepala negara dari seluruh dunia. Dengan suara keras bak gelegar halilintar, ia mengecam negara-negara Barat yang disebutnya tidak adil terhadap negara-negara berkembang. Pada 1963 itu, Sukarno sekaligus menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB. “AMERIKA KITA SETRIKA, INGGRIS KITA LINGGIS !”
.
Sukarno, Suharto & Jokowi mempunyai prilaku dan karakter yang berbeda. Pasca wafat Sukarno tidak ada warisan harta apapun yang bisa dipertontonkan. Bagaimana Suharto?, anda lebih tahu. Bagaimana Jokowi?, saya yakin akhir Jokowi akan seperti Sukarno, yang tidak memperkaya diri dan keluarganya. Bukankah Kaesang mandiri dengan usaha martabak dan Gibran dengan bisnis pisang?. Itu yang membedakan mereka dengan pewaris kekuatan Orde Baru. Mohon maaf lahir bathin…. ..( (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook