Warung Kopi BODESUCI, “MEREKA YANG TERLUPAKAN” .

Warung Kopi BODESUCI,
“MEREKA YANG TERLUPAKAN”
.
GEMPA BUMI LOMBOK, NTB
Indonews, Bogor – Gempa bumi Lombok, NTB tgl. 29  Juli -5 Agustus 2018   berkekuatan 6,4 M , pukul 06.47 WITA lalu demikian dahsyat hingga dirasakan di seluruh wilayah Pulau Lombok, Pulau Bali, dan Pulau Sumbawa. Diperkirakan ada 436 orang meninggal dunia. Sementara itu, korban cedera mencapai 1.353 orang, dengan 783 orang luka berat, korban terbanyak di wilayah Lombok utara karena berdekatan dengan pusat gempa 7 SR. Jumlah pengungsi mencapai 352.793 orang,al; di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang. Adapun kerugian ekonomi mencapai lebih dari Rp. 5 trilyun.
.
GEMPA BUMI PALU, SULAWESI TENGAH
Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018 , tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA berkekuatan 7,4 M. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangannya mencapai Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa memicu tsunami hingga ketinggian 5 meter di Kota Palu.
.
Di gempa ini muncul Likuefaksi  (pencairan tanah, tanah padat berubah lumpur) yang memakan banyak korban jiwa dan material di Kelurahan Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu, tanah menaik dan terbenam hingga 2-5 meter meratakan benda padat diatasnya.
.
Korban meninggal mencapai 2.045 orang,  di Palu sebesar 1.636 orang ,  Sigi kemudian Parigi. Sementara itu, korban yang mengungsi sebanyak 82.775 orang, dan 8.731 orang pengungsi berada di luar Sulawesi. Kerugian ekonomi mencapai lebih dari Rp. 18,4 trilyun.
.
MEREKA YANG TERLUPAKAN?
NTB & SULAWESI TENGAH kini terus berbenah, ada yang terlupakan oleh kita semua yaitu kehadiran BASARNAS – Badan SAR Nasional & BPBN  – Badan Penanggulangan Bencana Nasional  – yang seakan tidak lelah bekerja maksimal  di ke-2 bencana diatas. Mereka yang menyerahkan dan mengerahkan jiwa raga untuk perbuatan mulianya, kalau pun harus jauh dari keluarganya. Juga our respect untuk para  tim medis, TNI/Polri dan relawan kemanusiaan.
.
Indonesia yang terletak di Ring of Fire  (daerah rawan gempa bumi , tsunami dan letusan gunung berapi  bersama > 28 negara lain karena berada diantara cekungan Samudra Pasifik juga  tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia,  Eurasia dan Pasifik dari timur. dan sekitarnya) . Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan paling aktif gempa bumi di dunia, sehingga kehadiran Basarnas  & BNPB memang perlu . Namun  hal tersebut tentu membutuhkan dukungan anggaran yang ‘ideal, Basarnas sempat kecewa ditahun 2010 lalu karena anggaran  Basarnas sebesar Rp.694,3 milyar ‘diturunkan’ hingga 20% (Rp.567,7 milyar), kalau tidak salah itu era Presiden SBY ya?

Tidak demikian dengan era Presiden Jokowi, tahun 2014 Basarnas mendapat anggaran > Rp. 1,9 trilyun, Tahun 2015 – Rp. 2,62 triliun, Thn.2016 – Rp.4,1 trilyun, Thn.2017 – Rp.4,9 trilyun dan tahun 2018 – Rp. 5,1 trilyun (?).  Mengapa?, karena Jokowi paham , jika anggaran untuk Basarnas tidak ‘ideal’ maka akan menyebabkan kegiatan operasi SAR terancam tidak optimal , sedangkan negara besar ini diwariskan sebagai ‘Ring Of Fire.

Kami (Saya dan Jonny Sirait,Amd)  ada sedikit catatan kecil tentang jumlah bencana dan jumlah korban periode thn.2004 – 2018 , yaitu: Periode thn.2004-2014 lebih dari 27 bencana besar dengan korban tewas > 184.357 orang, sedangkan periode thn.2014-2018 terdapat 11 bencana besar dengan korban tewas > 3.827 orang termasuk gempa NTB, Palu tsb. Maka jangan ada upaya ‘menjadikan bencana untuk kepentingan politik, itu koplak namanya. Sekaligus  hal ini menjawab jika ada Jokowi Hatters yang mengatakan bahwa sejak Jokowi menjadi presiden maka bencana alam terus datang.Itu salah ya, son. Ahahah…
.
Bencana alam atau apapun itu adalah ‘milik Allah SWT – Tuhan YME , sedangkan BASARNAS dan BNPB adalah ‘syariat , upaya kita untuk menanggulangi dan mencegah atas bencana itu. 

MUSIBAH LION JT-106
Kini  Basarnas & BNPB  kembali bertugas dalam musibah Lion JT-106 di Karawang, Jawa Barat demi 189 orang korban . Maka atas-nama Persatuan Reawan Indonesia (PERI), Media Ummat, Indonews, Bogor Kapayun, Bodesuci, Sahabat Jokowi Kerja (Joker), KRJ – Konsorsium Relawan Jokowi dan Relawan lainnya –  kami haturkan semoga Allah SWT, Tuhan YME senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan untuk kalian semua, memberikan yang terbaik dalam tugas hingga usai dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga dirumah,  Aamiin YRA.
.
Diakhir tulisan ala Warkop ini, teriring Ucapan duka-cita yang terdalam untuk seluruh keluarga korban Gempa NTB, Gempa Sulawesi Tengah dan Korban pesawat Lion JT-106, Hanya kepada Allah SWT – Tuhan YME kita memohon agar para alm/mah  mendapat tempat di surga-Nya, Inshaa Allah. Aamiin YRA.
.
Mohon maaf lahir bathin, semoga bermanfaat.
Hormat kami, 
*Arief P. Suwendi (Ketum PERI, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer 
*Jonny Sirait, Amd (Ketum Bogor Kapayun & Sahabat Joker dan Pimred Indonews)

,

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook