Warung Kopi BODESUCI “MENGAPA TAUFIK KORUPSI?” .

Warung Kopi BODESUCI
“MENGAPA TAUFIK KORUPSI?”
.
Indonews, Bogor – Tertangkapnya Taufik Kurniawan – Wakil ketua DPRRI oleh KPK karena dugaan korupsi , semakin membuat ‘muak publik khususnya kami selaku Relawan Jokowi. Belum lagi luka bangsa ini kering karena korupsi Serya Novanto – Ketua DPRRI waktu lalu, Zulmi Zulfa – Gubernur jambi thn.2014-2019 dsb – kasus Taufik ini semakin membuat celah lebih besar lagi akan PARADIGMA BANGSAT WAKIL RAKYAT. Bangsat itu dalam bahasa sunda dikenal sebagai khewan kecil di kasur yang hidupnya menggigit darah dengan nama ‘TUMBILA. Ahahahah…
.
Taufik dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah, 22 November1967, dia menjabat wakil ketua DPRRI untuk periode 2009-2014 dan 2014-2019, dari Partai Amanat Nasional dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen)
.
Taufik Kurniawan dilantik sebagai Wakil Ketua DPR bidang Korkesra pada tanggal 2 Maret 2010, menggantikan Marwoto Mintohardjono yang telah meninggal dunia. Berarti dia terpilih karena ‘urut-kacang organisasi bukan prestasi ya?, sebagaimana Setnov waktu lalu saat menjadi Ketua DPRRI. Dia tertangkap KPK karena dugaan korupsi ‘jamaah DAK – Dana Alokasi Khusus dengan Bupati Kebumen – M.Yahya Fuad sekitar Rp.92 milyar , Taufik diduga terima ‘fee pelolosan DAK sebesar Rp.3,2 milyar.
.
Apa kurang senangnya hidup sebagai wakil ketua DPRRI sehingga Taufik masih harus merasa ‘rakus korupsi?, sedangkan dalam Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015 dan Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 tentang Gaji Pokok dan Tunjangan Anggota DPR. Tertulis Gaji, tunjangan dsb yang diterima oleh Wakil ketua DPRRI > Rp. 71,9 juta/bulan.
.
BAMSOET & UTUT SENANG TAUFIK DITANGKAP KPK?
Sebagaimana rekam-jejak Taufik, dia berasal dari Dapil VII Jawa Tengah, dimana kini posisi kosong ini akan di-intip oleh wakil ketua DPRRI lainnya yang juga berasal dari Dapil VII (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen) tersebut untuk Pileg/Pilpres 2019 yad. Dialah Bambang Soesatyo (Golkar) & Utut Adianto (PDIP) di Dapil VII yang dsebut sebagai Dapil ‘neraka ini.
.
Saya berharap dengan tertangkapnya Taufik otomatis akan mempengaruhi kepercayaan konstituennya selama inni dan mendatang, maka disinilah diperlukan strategi perang Bamsoet dan Utut untuk ‘menarik mereka. Dalam arti Lupakan Taufik dan Masuklah kedalam barisan Bamsoet atau Utut. Ini namanya rejeki anak sholeh, ahahah..
.
Pertanyaan saya kemudian bukankah saat dilantik menjadi Wakil ketua DPRRI, Taufik yang muslim itu bersumpah diatas kitab suci Al-Quran?, apapun hasilnya nanti, kasus Taufik menambahkan kerugian negara akibat korupsi thn.2014-2018 yang telah mencapai lebih dari Rp.200 trilyun, cilakanya mereka-mereka inilah yang gemar hidup mewah akibat warisan orde-baru. Jadi jangan salahkan Jokowi & KPK jika mereka tegas untuk koruptor, Jokowi & KPK ibarat sedang cuci-piring akibat pesta mereka selama ini, dan mengapa harus benci Jokowi dan KPK?.
.
Melihat ini semua , seolah saya dan Jonny Sirait,Amd – Pimred Indonews, Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) & Ketum Bogor Kapayun – setuju dengan slogan seorang caleg Golkar Dapil IV dari kabupaten Bogor – Puguh Kuswanto yaitu “Merubah Paradigma Wakil Rakyat”, karena publik dan para relawan Jokowi telah pupus kepercayaannya kepada para legislatif (DPR/D/DPD) yang telah menjadikan korupsi sebagai ‘life style. Kasihan dengan para caleg & legislatif yang memang jujur. Mohon maaf lahir bathin.. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)
.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook