Warung Kopi BODESUCI. “TKN,TKD, KNALPOT ALAY  & SATGAS  DANA DESA?”

Warung Kopi BODESUCI.
“TKN,TKD, KNALPOT ALAY  & SATGAS  DANA DESA?”
.
Indonews, Bogor – Malam menjelang dini-hari, warung kopi ini tidak juga menjadi sepi. Saya, Jonny Sirait,Amd (Pimred Indonews), Iyan & Nino (Reporter Indonews) masih juga disana. “Bang ada teman tanya kenapa di Indonews ada rubrik Warung Kopi?”, tanya Iyan.
.
“Begini, sederhana saja. Dalam ilmu Jurnalistik, Berita itu terbagi beberapa jenisnya yaitu: 1. Straight News: berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berisi berita jenis ini, 2. Depth News: berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman & fakta, 3. Investigation News: berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.4. Interpretative News: berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter., 5. Opinion News: berita mengenai pendapat seseorang/pakar thd satu hal.Itu dulu ya. Nah Warung Kopi yang kita buat dalam berbagai versi, masuk katagori ‘Feature (Fiyucur),  karena bentuk tulisannya non fiksi, human interest-nya kuat. Feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H.  Dia, bersifat menghibur, isinya kadang sesuatu yang remeh dan terlupakan orang. Bentuk dan penyajian lebih ‘nyantai namun punya data dan fakta. Saya menyebutnya EDUTAINMEN, Edukasi dan Entertainmen, penddikan dan hiburan,”, jawab saya. Iyan manggut-manggut sambil menyuap singkong rebusnya.
.
“Bagaimana peta Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019 mendatang, bang?”, tanya Iyan lagi, sontak saya terbatuk, Lae Jonny dan Nino ikut batuk. Batuk manja, ahahahah..
.
“DI tahun 2014 lalu, semua relawan berjibaku habis-habisan, kalau pun dipandang sebelah mata para parpol. Yang jelas relawan baik yang nasional maupun yang di LN berhasil mengantar Jokowi-JK sebagai Presiden & Wapres RI thn.2014-2019. Kita berhasil meraih > 71.107.184 suara (53,19%)  termasuk di 23 provinsi, sedangkan Prabowo-Hatta hanya mampu meraih 62.578.528 suara (46,81%) dan menang di 10 provinsi.
.
Pilpres 2019 telah menjelang, TKN – Tim Kampanye Nasional dan TKD – Tim Kampanye Daerah Jokowi – Maruf Amin telah terbentuk, pertanyaannya sudah sejauh mana mereka bersinerji dengan para relawan?. (..Saya menghentikan bicara, suara gaduh knalpot motor-motor anak alay cukup mengganggu..)
.
“Razia knalpot belum gencar ya bang, seharusnya setiap saat hal ini dilakukan oleh Polres dan Polsek di BODESUCI (Bogor, Depok,Sukabumi, Caianjur). Harus terus dilakukan itu, memang menjengkelkan untuk merubah prilaku sebagaimana yang abang bilang dengan Change in behaviour, merubah prilaku, khususnya dari yang negatif ke yang positif”, potong Nino, kami manggut-manggut membenarkan.
.
Kemudian saya meneruskan, TKN & TKD harus lebih strategis bersama ‘Relawan non-partisan’ khususnya di tempat-tempat suara Jokowi-JK kalah waktu lalu. Seperti di  Aceh kita hanya meraih 913.309 (45,61%), Sumbar –  539.308 (23,08%), Riau- 1.342.817 (49,88%), Sumsel – 2.027.049 (48,74%), Babel -412.359 (67,26%), Banten – 2.398.631 (42,90%), NTB – 701.238 (27,55%), Kalsel – 939.748 (49,95%), Gorontalo – 221.497 (36,9%), Maluku Utara – 256.601 (45,55%).
.
Termasuk di ‘kampung halaman kita semua, Provinsi Jawa Barat. Jokowi-JK hanya meraih 9.530.315 suara (40,22%)  dari total jumlah pengguna hak suara > 23.990.089 orang, Sementara itu hasil suara tidak sah mencapai 292.393 suara…… (Saya menghentikan bicara lagi, kembali suara gaduh knalpot mereka cukup mengganggu. Iyan dan Nino berlari keluar warung mengejar mereka dengan balok ditangan, Lae Jonny mengejar Iyan dan Nino, “Jangan main hakim sendiri, bisa repot nanti urusannya”,bentak Lae Jonny, mereka pun kembali ke warung. Saya tersenyum, akan seperti inilah jika polisi lemah bersikap, kata saya dalam hati. Ah,sudahlah..)
.
Sambil menghirup kopinya, Lae Jonny berkata. “Maaf Bang, relawan ini karena hati, kesuka-relaan, nothing to loose. Ada atau tidak TKN & TKD kita akan tetap bekerja maksimal, khususnya di BODESUCI. Kita punya catatan hitam disini, karena suara Jokowi-JK kalah di Pilpres 2014 lalu. Di Kota Bogor: Prabowo-hatta 340.286, Jokowi-jk 210.578. Di Kabupaten Bogor; Prabowo-hatta 1.636.134, Jokowi-jk 655.888. Di Kota Sukabumi ; Prabowo-hatta 120.118, Jokowi-jk 53.070. Di Kabupaten Sukabumi: Prabowo-Hatta 829.802, Jokowi-JK 392.927 dan di Kabupaten Cianjur : Prabowo-Hatta 643.722, Jokowi-JK 442.822.Belum lagi karena ada suara syah di BODESUCI > 26-39%, dalam arti sudah banyak kalah, banyak juga Golput-nya, inikan ngeri-ngeri sedap. Pekerjaan relawan yang tersulit di Pilpres mendatang adalah bukan hanya meningkatkan suara, juga bagaimana ‘membungkam Jokowi-Maruf hatters. Karena dengan satu suara hatters saja, dia mampu merubuhkan ribuan prestasi kerja yang telah dicapai Jokowi thn.2014-2019 ini…(Lae Jonny yang juga Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) & Bogor kapayun –  menghentikan bicara, rombongan knalpot alay kembali lagi mengganggu, dahinya berkernyit tanda stress, ahahaha…)
.
TRANSFORMASI RELAWAN
Sebagaimana pesan Jokowi tahun 2014 lalu pasca Pilpres 2014, harus ada Transformasi Relawan, satu bentuk kerja kongkrit ikut mengawal kinerja Jokowi,bukan saja melalui sosmed, namun turun ke lapangan. Apalagi program Dana Desa terus meningkat setiap-tahunnya. Harus dikawal dan diawasi. Kami telah ikut ‘titah itu, karena kami punya media cetak dan on-line. Kalau pun kemudian banyak yang mencibir, kami tidak perduli, karena kemana mereka saat OBOR RAKYAT merusak NKRI selama ini?.
.
Sekarang, sejak Selasa,6/11. Setelah legalitas hukum dan mandat kami terima, kami ikut bersama ‘gerbong orang-tua kami, sesepuh kami, panutan kami , Irjen Pol. (Purn.) Dr. Bibit Samad Rianto, MM, Ph.D, Ketua Umum Satgas Dana Desa RI, Ketua umum GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi , yang juga mantan wakil ketua KPK. Jadi kami tidak lagi tertarik tentang TKN atau TKD jika keduanya hanya ‘kosmetik dan aksesoris parpol belaka. Bahkan, kami pun sering berandai-andai, jika Indonesia ingin bersih dari mental koruptor haruskah perlu sejuta orang seperti Bibit Samad Rianto?, kenapa kita tidak mulai dari diri kita saja?, Ahahah. Mohon maaf lahir bathin. ‘Mari rapatkan barisan, Perangi Korupsi ! ….. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook