BNN & GMPK Kab.Bogor. Warung Kopi BOGOR KAPAYUN, “ANAK,  NARKOBA & KORUPSI”

BNN & GMPK Kab.Bogor.
Warung Kopi BOGOR KAPAYUN,
“ANAK,  NARKOBA & KORUPSI”
.
Indonews, Bogor – Anak-anak adalah usia dimana anak mengalami perkembangan dan pertumbuhan baik fisik maupun perkembangan psikis, intelektual dan psikomotor . Para ahli menyatakan bahwa usia antara 0-6 tahun adalah usia dimana anak akan mengalami perkembangan dalam berbagai aspek secara signifikan sehingga dalam rentang usia tersebut biasa disebut dengan GOLD AGE (usia emas).
.
Pada rentang usia tersebut anak akan berusaha menyerap berbagai hal yang ada sekitarnya baik hal positif maupun hal negatif baik dalam bentuk audio, visual dan audio visual. Maka dari itu pada usia tersebut peran orang tua sangat menentukan bagaimana karakter anak tersebut kedepannya. Karakter yang tumbuh dalam diri anak diusia dini ibaratkan pondasi yang akan menentukan bagaimana perilaku dan sikapnya kelak. Itulah sebabnya terkadang kita melihat anak yang telah beranjak dewasa yang diajarkan atau di didik dengan metode pembentukan karakter namun sudah sulit untuk merubah karakternya karena kemungkinan pada usia dini anak tersebut tidak mendapat pendidikan karakter yang tepat. 
.
Lalu bagaimana memperkenalkan pencegahan Narkoba & Korupsi di usia anak-anak?, berikut  pendapat para pakarnya sebagaimana disampaikan kepada saya dan Jonny Sirait,Amd – Pimred Indonews, Ketum Bogor Kapayun dan Ketua DPD GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kab. Bogor.. Semoga bermanfaat.

ANAK & NARKOBA
Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba. Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. 
.
“Bahkan dikalangan PAUD – Pendidikan Anak Usian Dini ,kami sudah melakukan itu melalu para guru dan orang tua. Kalau pun sebatas bagaimana kiat hidup sehat, larangan untuk tidak sembarangan menerima makanan-minuman dari orang yang tidak dikenal, dsb. Untuk tekhnis dan detil, BNN pun bekerjasama dengan para ahli penanganan anak; psikolog, dokter spesialis anak, dsb.”, papar Dik Dik Kusnadi Kasubdit Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) -RI saat ditanyakan tentang upaya pencegahan penggunaan narkoba di usia anak.
.
Ditambahkan  Dik Dk penggemar asinan ini , “Penyebaran Narkoba demikian gencar  sehingga setiap harinya terdapat 40 orang tewas , kerja BNN akan lebih berarti jika didukung oleh masyarakat, yang tersederhana adalah komitmen anggota keluarga untuk melawan narkoba dan ikut mensosialisasikan bahaya Narkoba. Juga pekerja media (Pers) jangan pernah bosan untuk ikut membantu, khususnya  berita tentang pencegahan itu yang lebih prioritas. Terima-kasih kepada Persatuan Relawan Indonesia (PERI), Indonews dan Media Ummat  yang selama ini terus bersama BNN 

ANAK & KORUPSI
Narkoba dan Korupsi itu sejajar dengan terorisme, maka diperlukan konsep dan strategi yang tepat bagaimana sosialisasi & pencegahan prilaku korupsi di usia anak-anak. Maka, pendidikan Anti Korupsi juga harus ditanamkan sejak usia dini, hal tersebut sejalan dengan program Kemdikbud yang memutuskan untuk ikut berperan dalam mencegah korupsi melalui jalur pendidikan. Cara yang dipilih oleh Kemdikbud adalah dengan memasukkan nilai-nilai pendidikan antikorupsi ke dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah 
.
“Selain kurikulum dimata pelajaran, saya juga bermimpi kelak sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor banyak berdiri kantin atau WARUNG JUJUR, warung serba ada tanpa penjaga. Memang ‘imposible, namun inilah pekerjaan rumah kita, ini bagian kecil dari bagaimana memulai menanamkan karakter kepada usia anak agar mau berlaku jujur dalam hidupnya.
.
Kita mendidik anak untuk tidak mengambil kepunyaan orang lain, juga membiasakan meminta izin sebelum meminjam, tidak mencontek, dan jangan berkata dusta sekecil apapun. 

Saya setuju dengan pernyataan pak Dik Dik dari BNN, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan usia anak, harus bersinerji dengan ahli penanganan anak termasuk bagaimana mensosialisasikan prilaku korupsi itu tidak baik, harus ada terapi yang jelas dan sederhana sebagamana usia anak. Maka WARUNG JUJUR adalah salah satu pilot project semua pihak..”. Demikian Puguh Kuswanto – Dewan Pembina GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kab. Bogor, yang juga Calon Legislatif DPRD Kab. Bogor dari Partai Golkar tsb.  
Mohon maaf lahr bathin…(Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media dan Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook