Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “10  JUTA LAPANGAN KERJA & TAMPANG BOYOLALI” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“10  JUTA LAPANGAN KERJA & TAMPANG BOYOLALI”
.
Indonews, Bogor – Saat itu saya masih didalam kelas seminar terbatas tentang PROSPEK BISNIS PARIWISATA 2019 disebuah hotel di Jawa Barat, disebut terbatas karena memang hanya untuk 20 orang saja. Dan saya adalah orang yang beruntung karena bisa ikut secara gratis, rejeki anak sholeh.Tiba-tiba seorang panitia berbisik bahwa ada seseorang menunggu saya di Lobby, dialah Pimpinan Redaksi  Indonews – Jonny Sirait,Amd. “Selamat siang abangda, maaf saya terlambat datang. Apa saya mengganggu?”, tanya Lae Jonny. Kami pun berbincang sebentar dan sepakat bertemu kembali usai acara seminar, karena Lae Jonny pun ada janji vbertemu dengan Disdik Kab.Bogor..
.
Malamnya kami bertemu di warung kopi ini, kalau pun  sama-sama tubuh agak lelah namun saya apresiasi semangat teman2 Indonews dalam kerjanya sebagai relawan Bogor Kapayun, Sahabat Jokowi Kerja (Joker) maupun GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi dibawah pimpinan Irjen.Pol.Bibit Samad Rianto – mantan Wkl.Ketua KPK. Setelah kopi pahit dan panganan ubi rebus tersaji kami pun terlibat diskusi sebagaimana biasanya. Lae Jonny minta ‘bocoran isi seminar, ahahahah…
.
LENGSERKAN JOKOWI DENGAN BERBAGAI CARA THN.2014-2024.
Sudah tidak terhitung cara-cara menjijikan bagaimana melengserkan Jokowi selama ini, namun Allah SWT – Tuhan YME tidak meridhoinya.  Ambisi dan syahwat Politik adalah musuh  bersama, dan ini adalah perjuangan yang sebenarnya untuk relawan non-partisan, seperti kami ini. Karena kami bukan struktural parpol, sehingga bebas cara untuk melakukan apapun meng-counter upaya menjijikan itu. Itu bedanya antara kami dengan teman2 relawan dari parpol pendukung Jokowi. Kalau pun dalam hal logistik kami harus ‘kedodoran, namun kami mungkin lebih mulia dari beberapa teman yang dulu Jokowi Lovers kini menjadi Jokowi-Hatters karena masalah perut. 
.
Bagi kami Jokowi adalah orang yang tepat memimpin bangsa dan negara besar ini hingga tahun 2024, Maka apapun program Jokowi tentunya kami akan ikut.  Kalau pun kami harus dengan beberapa teman yang ‘satu kesepemahaman. Itulah hukum alam,orang baik akan bertemu orang baik. Orang picik akan menghindar dengan sendirinya.Ahahahah..
.
Ada satu fitnah untuk Jokowi yang pernah di-viralkan bahwa akan ada 10 juta TKA asal China masuk Indonesia?, nyatanya ketahuan hoax karena  < thn.2010-an mereka sudah ada dan hanya < 48.000 orang, namun TKI /TKW kita di China, Taiwan, dsb lebih dari 200.000 orang hingga saat ini. Apa ini ‘gak tebolak-bolik, ahahah.. . JOKOWI DAN PROYEKSI 10 JUTA TENAGA KERJA  Saat ini Jokowi melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas - Bambang Brodjonegoro  sedang menargetkan akan ada 10 juta lapangan kerja tercipta hingga 2019. Target tersebut sesuai dengan rencana yang tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2015-2019. Hingga Oktober 2018, realisasinya telah mencapai > 9,38 juta lapangan kerja… (kata saya sambil menyuap ubis rebus cilemb, ahay..)
.
“Hoax harus dibayar dengan kerja ya bang, dan angka 9,38 juta itu adalah hasil kerja, berarti tersisa > 600.000 orang lagi ya bang di tahun 2019 mendatang?”, tanya Lae Jonny, saya mengangguk, tidak lama kami kedatangan Puguh Kuswanto – Caleg DPRD Kab.Bogor dari Golkar. Semakin menambah seru diskusi warkop ini.
.
Kata Puguh, “Paradigma salah yang disampaikan Jokowi hatters tentang 10 juta TKA China terpatahkan sudah dengan kerja kongkrit, sebagai pengusaha saya tahu bahwa itu tidak mudah, namun Penciptaan lapangan kerja sebanyak 9,38 juta itu sendiri dilakukan secara bertahap. Pada 2015, pemerintah mengklaim telah menciptakan lapangan kerja sebanyak 0,19 juta. Sedangkan pada 2016 dan 2017, berturut-turut ada sebanyak 3,59 juta dan 2,61 juta lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Lalu untuk tahun ini, tercatat ada sebanyak 2,99 juta lapangan kerja yang dihadirkan. Paradigma salah harus dipatahkan dengan data, kerja & fakta. Seorang Capres/cawapres harus optimis, bukan berjanji, bukan juga pesimis. Buat ‘penawaran program apa yang akan dilakukan, jangan bermain-main dengan diksi yang salah tanpa data, apalagi untuk kebutuhan popularitas saja. Indonesia thn.2019-2024 butuh presiden pekerja bukan presiden pemimpi. Kita sebagai bagian dari Satgas Dana Desa melalui GMPK pun harus terus bergerak mengawal Dana Desa tepat dipergunakan  khususnya di Kabupaten Bogor ini, jangan beri ruang untuk disalah-gunakan…”
.
Lae Jonny menambahkan, “Meski selisihnya hanya tinggal sekitar 600 ribu dari target yang belum tercapai dalam penyerapan lapangan kerja, namun Asumsi tersebut disampaikan Jokowi karena mengacu pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 yang diproyeksikan sebesar 5,3 persen. Jadi, apabila target nawacita itu 10 juta lapangan kerja, maka pada 2019 [jumlahnya] bisa di atas 2 juta lapangan kerja. Dan saya yakin didalamnya pun berkaitan dengan meningkatkanya anggaran dana desa selama ini dan yad, karena dana desa akan banyak menyerap lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Ini yang kita sebut dengan ‘Membangun Indonesia thn.2019-2024 dengan lebih beradab !”” ungkap  Lae Jonny ,diamini Puguh – Caleg Golkar yang dikenal dengan motto,”Merubah Paradigma Wakil Rakyat”
.
IBU JOKOWI DAN TAMPANG BOYOLALI
Saya mengangguk-angguk, dan kemudian bicara. “Semua benar adanya, disaat mereka sibuk cari salah Jokowi, Jokowi terus bekerja. Dia memberikan tauladan bagaimana prilaku seorang pemimpin, dia juga demikian mencintainya rakyatnya yang tersebar di > 17.000 pulau, 75.000 desa dan lebih dari 1300 etnis. Jokowi tidak pernah ‘mengolok rakyat dari etnis apapun. Maka aneh jika Prabowo bercanda dengan diksi ‘Tampang Boyolali yang menjadi viral dan melukai masyarakat. Dia lupa ada ratusan dan ribuan pejuang nasional, tokoh nasional dan pengusaha kaliber nasional dan internasional yang berasal dari Boyolali. Sebut saja pejuang perempuan SK.Trimurti. Dalam pasal ke-3 Pancasila jelas makna akan Persatuan Republik Indonesia, yang didalamnya juga ada tampang Boyolali. Janganlah ‘guyon seperti itu jika sudah kehabisan bahan dan materi untuk Pilpres 2019, cari yang enak, damai, nyaman dan knowledged. Itu menjadi bumerang dan bom waktu. Kasihan dengan para Caleg dari para parpol pendukungnya, karena mereka jadi ‘speechles. Ahahaha …..”,kata saya dan dilanjutkan oleh Lae Jonny sebagai berikut.
.
“Almarhumah Ibu Surastri  Karma Trimurti lahir di Kabupaten Boyolali, 11 Mei 1912 – meninggal di Jakarta, 20 Mei 2008 . Beliau awalnya adalah aktifis, wartawan senior dan guru  kemudian berpolitik dalam gerakan kemerdekaan Indonesia . Dan karena kiprahnya maka Sukarno pun mengangkatnya sebagai Menteri tenaga kerja pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948. Beliau asli Boyolali . Juga  Ibu Sudjiatmi , ibunda Jokowi , kelahiran Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dari rahimnyalah lahir seorang ‘anak ndeso, bernama Joko Widodo. Yanng kemudian namanya menjadi momok  juga panutan bagi tokoh dunia kaliber manapun. Kini masyarakat Boyolali dan publik telah ‘terluka atas guyon itu, maka jangan salahkan publik jika suara Prabowo-Sandi  diPilpres 2019 nanti makin nyungsep, ahahahah…”,Lae Jonny demikian sumringah, sampai lupa jika kopi di gelasnya kosong,  kami pun tertawa lepas, sambil menghirup kopi pahit ini.
.
Kemudian saya menambahkan, “Inti seminar lainnya, dengan posisi Indonesia sebagai pengguna internter terbesar di duna, peringkat ke-5 dunia dengan jumlah netizen > 190 juta orang dan usia millenial mencapai 72% maka menjadi catatan penting bahwa diperlukan konsep-konsep dan strategi baru (new-business) untuk kepentingan bisnis mendatang. Bahkan  di-asumsikan jenis pekerjaan yang bakal ‘naik daun dalam kurun waktu 2021 –  2025 di antaranya lapangan kerja di bidang pemeliharaan dan instalasi, medis, manajemen sistem informasi, hingga lingkungan. Sedangkan jenis pekerjaan yang diprediksi pamornya akan meredup ialah resepsionis, agen travel, teller bank, hingga operator mesin. Kita sebagai relawan Jokowi  harus peka melihat ‘perfomance ini khususnya sebagai amunisi dan strategi ke Pilpres 2019 mendatang, ‘Membangun Inndonesia lebih beradab !”. Mohon maaf lahir bathin….(Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia & Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook