MAN 4 BOGOR GELAR PENDIDIKAN DAN PENGENALAN JURNALISTIK DI BOJONG KOKOSAN

MAN 4 BOGOR GELAR PENDIDIKAN DAN PENGENALAN JURNALISTIK DI BOJONG KOKOSAN

Indonews Bogor. Sebagai mata pelajaran ekstra kurikuler (ekskul), pengenalan sekaligus pembelajaran jurnalistik bagi kalangan murid sekolah menengah (SMP atau SMA/SMK) merupakan sebuah tawaran pilihan yang bijak dan cukup proporsional.

Murid sekolah tidak hanya diajari menerima informasi melalui media, namun juga dilatih atau diajarkan untuk memproduksi informasi, mengolah dan cara menyebarluaskan kepada publik.

Demikian halnya dikatakan proporsional, karena melalui pembelajaran dasar-dasar jurnalistik para murid akan mengetahui dan memahami apa itu jurnalistik, sejarahnya, mulai dari media cetak, media elektronika hingga media internet yang semua produknya diproses melalui kegiatan jurnalistik.

Mengingat jurnalistik merupakan ilmu praktis, yaitu tidak hanya diajarkan secara teoritis melainkan juga dilakukan praktek lapangan maka para murid/peserta didik ini dilatih terjun langsung mencari sumber berita, meliput peristiwa, menemui tokoh yang relevan diwawancarai  untuk bahan berita, diolah dan kemudian dipublikasikan

Demikian pula yang digelar di sekolah MAN 4 Bogor yang dikepalai, Dr. Hj Masdalipah, S.Ag. M.M, beralamat di Jl Raya Station Cisadane Cigombong Kab Bogor jawa barat. Yang hadir pada saat itu kurang lebih diikuti sekitar 30 Siswa Siswi dari kelas Sebelas.

Terdapat 4 Narasumber yang hadir pada saat itu diantaranya : Ade gunawan S.pd (Wakakesiswaan), Agus Dian Faisal (staf Pameran & Publikasi tentang Bojong Kokosan), Wawan Suwandi (indikator,pemandu Bojong Kokosan), Euis Juariah (Waka Kurikulum).

Sementara itu salah satu siswi MAN 4 Bogor Kelas 11 (sebelas), Carolina Yevi Cahyani ( 15 )
Melakukan auden kepada para narasumber, perihal asal mula Bojong Kokosan.

Narasumber mengungkapkan, “Bojong Kokosan adalah nama desa di kecamatan Parung Kuda, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
bahwa Bojong yaitu (bahasa sunda) tempat atau ujung, dan Kokosan adalah buah sejenis buah duku, dahulu ditempat itu terdapat banyak pohon Kokosan/Duku sehingga dinamakan menjadi bojong kokosan,”ungkapnya.

Sambungnya, Bojong kokosan adalah museum perjuangan yg di pelopori oleh Bapak Letkol Edi Sukardi, diresmikan pada tahun 1992 oleh Gubernur Jawa Barat pada saat itu dijabat oleh Bapak Yogie S Memed, di Museum Bojong Kokosan ini terdapat benda bersejarah dalam bentuk reflika Bambu Runcing, Golok, dan puing puing royal erfes milik tentara sekutu yang jatuh di wilayah Bojong Kokosan. tujuan dibangun Museum Bojong Kokosan supaya generasi muda mengingat atau mengetahui bahwa dahulu kala pada saat jaman perjuangan tempat inilah saat terjadinya peperangan yg sangat dahsyat dan heroik pertempuran bojong kokosan dan tempat terjadinya peristiwa Perang Konvoi atau lebih dikenal dengan Pertempuran Bojong Kokosan melawan tentara Inggris dan NICA pada tahun 1945 sampai 1946,”bebernya.

Melalui pembelajaran pengetahuan awal ini selanjutnya agar para murid memahami, mengetahui dan mengimplementasikan baik secara lisan maupun tulisan. Hal yang lebih penting lagi, dengan pembelajaran jurnalistik diharapakan para murid semakin melek media/literasi media seiring percepatan jaman ditandai kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin canggih. Kesadaran bermedia dengan memahami karakteristik masing-masing media, paham proses komunikasi, hingga dampak media akan menjadikan generasi mendatang lebih cerdas dan kritis dalam menyerap isi media.(Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook