Warung Kopi BOGOR KAPAYUN “LAWAN NARKOBA & KORUPSI DI KAB. BOGOR !”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN
“LAWAN NARKOBA & KORUPSI DI KAB. BOGOR !”
.
Indonews Bogor – “Saya lupa di Kabupaten Bogor sudah ada atau belum, kalau pun sudah ada semoga INDONEWS bisa mengembangkan program gerakan  “DESA BERSIH NARKOBA”, apalagi disana ada 40 kecamatan dan 416 desa ya. Saya bangga sejak kenal kalian beberapa tahun lalu, kalian masih ‘in-track sebagai relawan profesional dalam arti kalau pun sebagai pekerja media (Red: Pers) kalian masih menyempatkan diri bersama BNN ikut mensosialisasiikan & mencegah peredaran Narkoba. Tentunya mewakili BNN saya sangat meng-apresiasi itu. Sebagaimana kita tahu, Pemberantasan narkoba merupakan kerja-bersama seluruh elemen bangsa, bukan hanya BNN saja. Kami juga bersinerji dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  dan Kemendagri..”, demikian Dik Dik Kusnadi – Kasubdit Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) –RI, yang akrab kami panggil ‘Kang Dik Dik ini  saat menerima kehadiran kami kalau pun skedulnya demikian padat.

Menurut Kang Dik Dik lagi, Program “DESA BERSIH NARKOBA” ini memotivasi   komitmen daerah khususnya para kepala desa ikut melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Karena ini bagian dari  bentuk nyata dan kesungguhan seluruh komitmen anak bangsa ikut aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba dimana pun berada. Maka INDONEWS harus lebih aktif ikut andil mensosialisasikan program ini sebagaimana harapan  Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko.

Dilain diskusi kami, Dik Dik  menyampaikan juga bahwa keinginan INDONEWS  membentuk Relawan Anti Narkoba BNN di kabupaten Bogor sangat didukung dan dipersilahkan kami  bersinerji dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budhi. Beliau pasti senang atas niat baik ini. (—- kemudian kang Dik Dik menelepon beliau dan memperkenalkan saya untuk meneruskan niat ini, itulah hebatnya Kang Dik Dik, selalu ‘fair-play, ahahah —– ), memang ada niat INDONEWS untuk membuka jaringan Relawan Anti Narkoba di kabupaten Bogor khususnya dikalangan siswa OSIS SLTP & SMU di kabupaten Bogor. Kemudian Kang Dik Dik pamit karena ada skedul lain. Kami (Saya, Jonny Sirait & Nino) pun pamit menuju kantor  Irjen.Pol.Bibit Samad Rianto – mantan Wkl.Ketua KPK, Ketum GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi dan Ketua Satgas Dana Desa/Kemendes RI.

JARO ADE, KORUPSI & NARKOBA
Saat menanti kehadiran  ‘pak Bibit Samad Rianto (BSR) , disebuah coffe-shop Lae Jonny berceritera tentang pertemuannya dengan ‘Kang Jaro Ade, Ketua DPRD kab.Bogor & Ketua TKD – Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf Amin Kab . Bogor sehari sebelumnya. Kata Lae Jonny,  Kang Jaro sangat mendukung berdirinya GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kab. Bogor , termasuk minta ijin beliau untuk menjadi Dewan Pembina . “Setiap niat baik dan mulia, Inshaa Allah saya mendukungnya. Karena tidak ada agama apapun yang meridhoinya korupsi sekecil apapun, dan keperdulian kita thd program Dana Desa pun adalah prioritas. Kita bersama ikut mengawal dan mengawasi penggunaannya agar tepat guna. Setiap tahun Presiden Jokowi selalu menaikan dana desa, dan hasilnya sudah terlihat bagaimana pembangunan infrastruktur di desa mulai membaik dan bangkit. Dana Desa adalah bagian dari motto  masyarakat kabupaten Bogor tentang ‘Menjadikan Kabupaten Bogor Termaju’, Dana Desa selain membangun juga meningkatkan sikap masyarakat kita yang dahulu dikenal dengan ramah-tamah dan gotong-royong, ini sudah lama menghilang. Namun dengan adanya Dana Desa seakan muncul kembali kan?”, demikian Kang Jaro saat itu.

Kang Jaro juga merasa prihatin jika ada kepala desa, camat atau SKPD yang ‘korupsi waktu, dalam arti banyak yang mangkir atau meninggalkan ruang kerja karena ‘paranoid ulah Oknum Pers atau LSM. Semua ada aturannya, jika tdak bersalah karena sesuatu hal kenapa harus ‘menjauh dari Pers atau LSM. Semua ada aturan, semua ada hukumnya. Pers dan LSM itu adalah mitra-kerja, seperti Indonews ini kan?, kita bebas bertemu kapan saja tidak ada yang kita tutupi yang menyangkut kinerja. Korupsi bukan saja tentang uang atau materi, menyalah-gunakan waktu kerja pun bisa disebut korupsi waktu. Kita harus harus menyelamatkan seluruh aparat dari tingkat desa dan tingkat kecamatan sampai ke tingkat kabupaten agar tdk terjebak dengan korupsi Jgn sampai kejadian2 masa lalu tdk terulang kembali di kota maupun di kab apakh kadis ditangkap , apakah kades dijeblosin,  apakh bupati maupun walikota juga dijeblosin?, Kita harap kedepan tidaklah terjadi maka untuk  tdk terjadi hal itu perlu keperdulian bersama2 pencegahan korupsi itulh namanya kebersaamaan untuk membangun bangsa
.
Saat ditanyakan tentang pencegahan Narkoba di usia millenial (Red: Generasi muda/pelajar), kang Jaro setuju dengan semua kinerja dan program BNN/BNK Kab.Bogor. “Tentunya peran Pers & LSM harus seiring-sejalan, jangan berjalan sendiri-sendiri. Baik tentang Desa Bersih Narkoba atau Relawan Anti Narkoba, khusus dikalangan pelajar program kerjanya  selain melibatkan BNN/BNK, Disdik, guru, siswa juga para orang-tua murid dan para alumni. Ini yang saya sebut seiring-sejalan”, tutup kang Jaro. 
.
Jika demikian, saya jadi ingat si Abah pemilik warung kopi ini yang rindu kabupaten Bogor di tahun 2019-2024 yad menjadi Kabupaten Bogor Kapayun, yang bersih dari Narkoba & Korupsi. Agh Abah. Demikian, mohon maaf lahir bathin…(Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia dan Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)
.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook