Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “  911.800 ASN  ANTI PANCASILA ? ”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“  911.800 ASN  ANTI PANCASILA ? ”
.
Indonews, Bogor – Malam di Bogor terasa semakin dingin, saya dan Jonny Sirait,Amd masih asyik dengan laptop masing-masing. Mencari ide artikel  untuk materi warung kopi ini. Kami memulai dengan menulis ttg kesibukan Presiden Jokowi yang saat ini sedang ‘viral, dimana beliau sedang sibuk  ‘merayu Generasi Millenial  usia 17-25 tahun yang jumlahnya mencapai > 32% dari jumlah penduduk > 250 juta agar  berperan aktif  dalam  pembangunan nasional . Dan Jokowi bangga karena saat ini telah banyak  Generasi  Millenial yang mulai  ‘nyaleg, dimana Jokowi yakin mereka akan membawa ‘warna baru sbg fresh-graduate politik Indonesia  yang selama ini dikuasai  orang tua yang menjadikan politik sebagai ‘mata-pencaharian.’Welcome to jungle,Bro & Sis….
.
Disisi lain, Jokowi sedang sibuk pula mengkampanyekan  paradigma ‘MEMBANGUN INDONESIA LEBIH BERADAB’, gerakan moral melawan korupsi, narkoba, radikalisme & anti toleransi tahun 2019-2024 kepada mereka yang selama ini dipandang sebelah-mata. Namun kemudian, kita dikejutkan dengan adanya temuan dan hasil survey yang mengatakan bahwa saat ini tercatat ada sekitar  19,4%  ASN – Aparatur Sipil Negara ( Red:Dahulu,PNS)  yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila. Pastinya ini merusak semua yang telah dibangun, namun juga menjadi perhatian agar Generasi Millenial pun ikut ber-empathy. Bahwa demikian besar tantangannya membangun kembali bangsa dan negara besar  yang selama ini ‘carut-marut karena pendahulunya lebih senang  ‘berpesta dari pada membesarkan bangsa dan negara ini dengan benar dan amanah.
.
Jika saat ini ada sekitar 4,7 juta orang ASN berarti ada sekitar >  911.800 orang ANS  yang anti Pancasila. Pertanyaannya kemudian, SIAPAKAH MEREKA?, dalam sejarah bangsa dan negara besar ini  sejak tahun 1945 kalau pun  tidak tercatat baik berapa jumlah ormas anti Pancasila yang mati sendiri atau ‘digorok UU & Hukum yang berlaku. Namun, yang fenomenal , dan yang saya ingat , PKI  dibubarkan melalui Kepres RI  No.1/3/1966 yang kemudian dikukuhkan dengan Ketetapan MPRS/XXV/MPRS/1966 & HTI yang dibubarkan melalui Perppu Ormas No.2/2017, titik !
.
Jika saat ini ada >  911.800 orang ANS  anti Pancasila, yang (mungkin) juga tersebar di BODESUCI (Bogor, Depok, Sukabumi & Cianjur). Pertanyaannya dimanakah moralitas mereka sedangkan mereka selama ini  memakan, menelan dan menggunakan semua gaji, tunjangan dan fasilitas negara?. Negara Republik Indonesia yang mereka bilang sebagai ‘Negara Kafir, Negara yang tidak beragama?, ‘Koplak !
.
Saya tercenung, Jonny Sirait – Ketua DPD GMPK kab.Bogor & Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) – yang duduk disebelah kursi juga diam. Seakan buntu meneruskan tulisan ini.  Sesaat gerimis diluar warung kopi semakin deras, tiba-tiba Arumsari – putri cantik berjilbab pemilik warung kopi ini masuk kemudian duduk disebelah saya dan berkata, “Gampang saja , om, bagaimana melihat seorang ASN  yang anti-pancasila. Salah satunya kita bisa lihat secara kasat mata, pastinya mereka tidak mau berpakaian putih-hitam  ASN karena dianggap ‘seragam pro-jokowi, tidak mau menghormat sang saka merah-putih, anti simbol garuda Pancasila, dsb. Lakukan saja ‘sweeping terhadap laptop , hp, dan perangkat lainnya. Khususnya perangkat yang fasilitas negara, pasti ditemukan jawabannya.Soal hukuman yang setimpal, selain dipecat juga harus dipenjara sebagaimana hukum untuk teroris dan kasus subversi. Ini bukan soal HAM, ini soal ideologi yang tidak perlu lagi ada kebijaksanaan, solidaritas atau apapun. Kementerian Aparatur Negara, Kementerian Agama, Kemendagri , Kemenaker  & Polri harus sinerji, jangan jalan sendiri. Mereka itu parasit negara, bahaya laten, titik !”, kemudian Arumsari meninggalkan kami berdua. Kepala kami pun semakin pening, mengingat lagi pekerjaan Jokowi semakin rumit, karena dikelilingi ‘parasit bangsa.‘Ahahahah…mohon maaf lahir bathin… (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook