Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “RAKYAT DESA MAKAN BETON? (1) ”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“RAKYAT DESA MAKAN BETON? (1) ”
.
Indonews, Bogor – Demikian senangnya saat kami (Saya & Jonny Sirait,Amd) diundang kembali ke Istana Bogor, Jawa Barat oleh Paduka Yang Mulia – Penyambung Lidah Rakyat , Ir. Sukarno (Bung Karno) . Apalagi akan hadir juga KH.Ma’ruf Amin , Calon Wakil Presiden nomor urut 01. Idola kami, idola relawan muslim & relawan nasionalis. 
.
Saya dan Lae Jonny diminta untuk menunggu diteras, saat itulah Lae Jonny memberiikan Hp-nya dan meminta saya membaca sebuah WA yg berisi, “Mohon tanggapan Indonews atas statemen Tommy Soeharto-Ketum Partai Berkarya di TV ONE , Jumat.30/11,pkl.19.42 yang mengatakan jika Dana Desa tidak ada manfaatnya karena lebih dominan ke infrastruktur, apa orang desa harus makan beton?”.
.
Saya tersenyum, dan berbisik “ ..Lae, Yang jelas Tommy mungkin kurang informasi. Buktinya dari data BPS angka kemiskinan di desa sejak ada Dana Desa thn.2015 angkanya semakin menurun, bahkan hingga tahun 2017 lalu tercatat ada > 1,2 juta penurunan angka kemiskinan. Jadi rakyat yang mana yang makan beton?. Sederhananya jika jalan desa menjadi baik berarti distribusi barang dan jasa semakin baik, otomatis frekwensi ekonomi rakyat semakin baik. Sayur dari desa akan cepat tiba dipasar kota, dsb. Termasuk para buruh yang bekerja naik motor, karena jalan desa semakin baik maka mereka pun akan cepat sampai tempat kerja dan pulang cepat sampai rumah, mereka akan lebih lama bersama keluarga. Penerangan jalan semakin baik, jembatan juga demikian. Maka transaksi pun akan cepat, lalu rakyat mana yang makan beton?”, Lae Jonny – Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker), Ketum Bogor Kapayun & Ketua DPD GMPK Kab. Bogor ini manggut-manggut, dan berkata.
.
“Betul abangnda, yang jelas , Presiden Jokowi membangun dan memperbaiki infrastruktur  yang selama ini terlupakan, dan bukan meminta rakyatnya makan beton. Namun ingin memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di > 74.000 desa seluruh Indonesia. Karena infrastruktur yang dibangun/perbaiki  bukan yang ‘ngarang atau asal-asalan, lihat saja hingga saat ini telah terbangun >  158.619 Km jalan desa, 1.028.225 meter jembatan, 7.421 unit pasar desa, 35.145 BUM Desa, 4.711 unit tambatan perahu, 3.026 embung, 39.656 unit irigasi dan 11.399 unit sarana olahraga di desa. Sementara untuk menjamin kebutuhan dasar, Jokowi melalui Dana Desa juga telah membangun penahan tanah 179.625 unit, fasilitas air bersih 942.927 unit, MCK 178.034 unit, Polindes 8.028 unit, drainase 39.920.120 meter, Paud 48.694 unit, Posyandu 18.477 unit dan sumur sebanyak 37.662 unit. Ini catatan sampai akhir tahun 2017 lalu ya, belum sampai bulan November 2018 ini. Kita sebagai Relawan Jokowi  akan terus mengawal Dana Desa dengan cara kami agar tidak dikorupsi. Jadi rakyat mana yang makan beton ya bang?..”, kini giliran saya yang  manggut-manggut.
.
“Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK) sejak thn.2015-2018 telah menganggarkan dana desa lebih dari Rp.180 triliun, ini bukan program ‘asal-asalan. Serapan dana desa pun setiap tahun semakin meningkat hingga > 85%, dalam arti masyarakat desa demikian ‘menikmati. Inshaa Allah rencana Dana Kelurahan di era pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan demikian baik sebagaimana dana desa itu,lae”, kata saya, Lae Jonny giliran yang manggut-manggut. Tidak lama terdengar suara tepuk-tangan dari dalam ruang Istana, Ya Allah, rupanya itu suara tepuk tangan Bung Karno dan KH.Mar’ruf Amin. Mereka rupanya mendengar semuanya, kemudian mereka mengangkat ‘jempolnya, kami pun berlarian menghampiri mereka untuk salam, hingga hampir Lae Jonny terjatuh karena tali sepatunya yg lepas terinjak saya.  “RAKYAT MANA YANG MAKAN BETON?”, Ahahahah..mohon maaf lahir bathin.. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer) — BERSAMBUNG —

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook