KUA Kec. Cianjur Gelar Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Angkatan ke 6

KUA Kec. Cianjur Gelar Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Angkatan ke 6

Indonews Cianjur. Bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin  atau sering juga disebut Kursus calon pengantin (Suscatin) merupakan salah satu program yang  digiatkan pada jajaran Kantor Kementerian Agama Kab. Cianjur melalui KUA-KUA yang ada di Kecamatan Cianjur.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan merupakan program Kementerian Agama RI.  Dasar Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan  berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 373/2017, tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi calon Pengantin.

Tujuan Bimbingan Perkawinan pra nikah bagi calon pengantin adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi. Selain itu diharapkan Calon Pengantin (Catin) bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh,  karena banyak pasangan Catin yang belum tahu cara mengelola keluarga.

Adapun materi wajib dari Bimbingan Perkawinan ada 8, yaitu
1. Kebijakan Bimbingan Perkawinan
2. Perkenalan dan kontak belajar
3. Mempersiapkan Keluarga Sakinah
4. Membangun Hubungan dalam Keluarga
5. Memenuhi Kebutuhan Keluarga
6. Menjaga Kesehatan Reproduksi Keluarga
7. Mempersiapkan Generasi Berkualitas
8. Refleksi dan Evaluasi

Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) di Kec. Cianjur diadakan dalam angkatan Ke-6 ini, yang diikuti oleh 40 pasang calon pengantin yang sudah terdaftar sewilayah Kec.Cianjur.

Pelaksanan 2 Hari Terhitung dari Tanggal 7-8 November 2018, yang akan dilaksanakan di aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Cianjur.

Menurut Ketua Panitia, Rian Fauzi ia mengatakan
” Kami Harapannya untuk menekan angka perceraian, meningkatkan sumber daya pengantin dan untuk memberikan pembekalan pada calon Pengantin agar terwujud keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah.

Sementara itu. Dengan Pasilitator ,Tini Kustini S.Pdi dan Hj.Ela NuLaela S.Ag, menjelaskan tentang bagaimama membangun ketahanan keluarga di era modern, bahwa ada lima aspek ketahanan keluarga, yaitu memiliki kemandirian nilai, kemandirian ekonomi, tahan menghadapi goncangan keluarga, keuletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial dan mampu menyelesaikan problema yang dihadapi.

“Keluarga Sakinah adalah keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah secara sempurna, kebutuhan sosial psikologis, dan pengembangannya serta dapat menjadi suri teladan bagi lingkungannya. Suami atau istri adalah rekan dalam mengambil keputusan. Maka, keduanya harus menjaga emosi yang berlebihan, berhati-hati dengan kata-kata yang digunakan, dan senantiasa menunjukkan kasih sayang,” jelasnya.(Arief)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook