Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. Bung Karno, KH.Ma’ruf Amin & Kab.Bogor. “DIO,PUTRI . JANGAN KORUP DANA PAUD YA !” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
Bung Karno, KH.Ma’ruf Amin & Kab.Bogor.
“DIO,PUTRI . JANGAN KORUP DANA PAUD YA !”
.
Indonews, Bogor – Pada tulisan saya sebelumnya, diceritakan, kami (Saya & Jonny Sirait,Amd) bertemu Bung Karno dan KH.Ma’ruf Amin – Cawapres thn.2019-2024 di Istana Bogor.Juga ada dua usia anak yang demikian lucu diantara mereka, “Saya perkenalkan yang laki-laki ini namanya Dio dan yang perempuan ini bernama Putri”, kata Bung Karno, ke-2 anak lucu ini menyalami kami dengan takjimnya. Kemudian mereka duduk manis.
.
Bung Karno kemudian menambahkan, “Menurut Undang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai berusia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Nah, Dio & Putri adalah siswa PAUD, ini contoh kongkrit bagaimana mereka bisa cepat beradaptasi dalam suasana-suasana baru. Tanpa mengurangi karakter mereka sebagai anak-anak Indonesia, salah satunya dengan memberi salam kepada yang lebih dewasa, it’s simpel”,
.
Bung Karno menambahkan, “Seperti halnya jenjang pendidikan lainnya, jenjang PAUD merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan orang tua. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya, dikenal adanya tiga bentuk jalur pelaksanaan PAUD, yakni; (Pertama) adalah PAUD jalur pendidikan formal usia 4-6 thn/ Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan bentuk lain yang sederajat. (Kedua), PAUD jalur pendidikan nonformal, usia 3 bulan-6 thn seperti Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (Play Group), dan bentuk lain yang sederajat. Dan (Ketiga), PAUD jalur pendidikan informal sebagai bentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan untuk pembinaan dan pengembangan anak sejak lahir (usia tiga bulan) sampai berusia enam tahun.
.
KORUPSI DANA PAUD DI KAB. BOGOR
Sambil membelai kepala ke-2 anak itu,KH.Ma’ruf Amin menambahkan,” Jumlah penduduk usia 3-6 tahun saat ini > 19.229.800 anak, yang sudah masuk TK sebanyak 4.605.809 anak. Dan yang belajar di PAUD (TK, KB, TPA, SPS) mencapai 13.913.680 anak atau sekitar 70,35%. Semua tersebar di sekitar 195.742 satuan lembaga PAUD di seluruh Indonesia, jumlahnya semakin mmeningkat ya, Alhamdulillah. Sayangnya dari 195.742 lembaga PAUD baru > 93,67% yang sudah registrasi. Itu artinya sama dengan 183.344 lembaga. Semoga tahun 2019 mendatang jumlah siswanya meningkat, juga jumlah lembaga yang teregistrasinya.Kita juga masih kekurangan tenaga pendidiknya, karena saat ini baru ada 584.536 orang (321.494 GTK TK, 196.676 GTK KB, 58.547 GTK TPA, dan 58.657GTK SPS). Bagaimana di kabupaten Bogor ?”sambil melirik Lae Jonny
.
“Siap. Kyai. Kalau tidak salah jumlah PAUD & TK di kabupaten Bogor sekitar 2500  lembaga. Sudah berjalan baik. Bahkan,  program Bantuan Operasional Paud (BOP) kepada setiap PAUD dan TK sebagaimana amanah Kemendikbud RI untuk para peserta didik yang berumur 4-6 tahun setiap tahunnya sebesar Rp.600.000 di kab.Bogor sepertinya sudah baik. Tentunya kami berharap  para penerima BOP di kab. Bogor agar pendayagunaanya di alokasikan secara efektif untuk kepentingan penyelenggaraan PAUD dan TK sesuai dengan Permen DikbudRI, No.2 Tahun 2016 tentang petunjuk teknis penggunaan dana bantuan operasional penyelengaraan pendidikan anak usia dini, sehingga betul-betul memberi dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas PAUD dan TK yang menjadi tujuan pemberian BOP.  Dalam arti  , kami bersama INDONEWS akan ikut serta mensosialisasikan agar dana tsb tidak boleh di simpan dengan maksud dibungakan, dipinjamkan kepada pihak lain, kecuali bagi peserta didik kurang mampu, membangun gedung, ruangan baru atau rehabilitasi, serta membiayai kegiatan lainnya yang tidak menjadi prioritas satuan PAUD atau lembaga. Untuk jumlah PAUD, kami pikir sudah melampui batas satu desa lebih dari lima PAUD, bapak Kyai”, jawab Lae Jonny.
.
Saya menambahkan, “Mohon maaf Paduka Yang Mulia dan Kyai Ma’ruf, saya sedikit menambahkan saja. Saat ini , di tahun 2018 anggaran PAUD Nasional sekitar Rp. 4.07 trilyun. Khusus untuk prov.Jawa Barat Rp. 493.704.600.000,00 Sehingga setiap peserta didik PAUD mendapatkan Rp. 600.000,00 per siswa per tahun. Adapun jumlah BOP PAUD terbesar diperoleh oleh Kabupaten Bogor yakni sekitar Rp. 42.219.000.000,00. Kemudian disusul oleh Kab.Sukabumi- Rp. 37.122.600.000, Kab. Garut Rp. 36.388.200.000,00. Kab. Bandung Rp. 31.916.400.000,00, Kab. Bekasi Rp. 27.739.200.000,00, Kota Bandung Rp. 26.851.800.000,00 dan Kota Bekasi – Rp. 25.081.200.000,00. Sementara itu daerah yang mendapatkan BOP PAUD terkecil di Provinsi Jawa Barat adalah Kab. Pangandaran yaitu sebanyak Rp. 3.970.200.000,00.
.
Bung karno bertepuk-tangan, KH.Ma’ruf tersenyum. Bung Karno kemudian berdiri dan berkata lagi.”Sekiitar tahun 2013 lalu di teras ruangan ini saya bertemu Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Cibinong, Bayu Nugroho. Beliau saat itu bercerita bahwa baru saja pulang menggeledah rumah RDH, Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bogor yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah , indikasi pemotongan dana bantuan, mark up seragam, dsb.  Dari penyelidikan tersebut sebanyak 50 orang saksi diperiksa, mereka diantaranya pada anggota dan ketua PAUD se kecamatan Kabupaten Bogor, termasuk RDH
.
Dalam penyelidikan awal, RDH terindikasi melakukan penyimpangan dana bantuan tahun 2012 dimana Himpaud menerima dana sebesar Rp1,3 miliar dan 2013 sebesar Rp1,8 miliar.
“Dari hasil perhitungan sementara total kerugian negara yakni sebesar Rp400 juta. Jumlah ini masih terus berkembang seiring perhitungan yang masih dilakukan. Indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh tersangka RDH adalah pemotongan
dana bantuan untuk masing-masing PAUD, adanya kegiatan fiktif dan mark up seragam anggota PAUD. Temuan penyimpangan ini terbukti dengan adanya laporan bahwa sebanyak 30 PAUD dari 234 PAUD di Kabupaten Bogor tidak mendapatkan bantuan dana operasional senilai Rp5 juta. Selain itu adanya pemotongan yang membengkak untuk seragam 5.112 guru PUAD. Semula dianggarkan Rp.65.000 per orang tetapi dilaporkan menjadi Rp.100.000 per potong. Dan saya tidak tahu lagi bagaimana ceritera selanjutnya, malas, menjijikan. Orang yang korup dana PAUD tidak beda jauh  dengan orang yang korup Dana Desa, musti ditempelengin ya, hahahah…”, 
.
Bung Karno mmemeluk Dio dan Putri dan berbisik, “Dio, Putri. Kalau sudah besar jangan korupsi dana PAUD ya?”, Dio dan Putri mencium pipi Bung Karno mesra, kemudian Bung Karno beserta KH.Ma’rif Amin pamit kedalam ruang ditemani Dio & Putri. Saya dan Lae Jonny menunduk hormat. Mohon maaf lahir-bathin… (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook