Puguh Kuswanto : GMPK Dukung Berantas Korupsi, “Berikan Efek Jera Bagi Yang Melanggar”

Puguh Kuswanto : GMPK Dukung Berantas Korupsi, “Berikan Efek Jera Bagi Yang Melanggar”

Indonews Bogor.  Masalah korupsi tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama media massa lokal dan nasional. Maraknya korupsi di Indonesia seakan sulit untuk diberantas dan telah menjadi budaya. Pada dasarnya, korupsi adalah suatu pelanggaran hukum yang kini telah menjadi suatu kebiasaan. 

Berdasarkan data Kerugian negara akibat korupsi semakin meningkat setiap waktunya, diperkirakan untuk periode  tahun. 2014-2017 telah mencapai lebih dari Rp. 200 triliun, nilai yang sebanding dengan dana desa untuk 74.000 desa. Kalau pun jumlah desa di seluruh Indonesia hanya > 74.000 desa. Di tahun 2017 saja terdapat  576 Kasus Korupsi  dengan kerugian > Rp. 6,5 triliun , 1.298 Tersangka Rp. 6,5 triliun dan nilai suap sekitar Rp. 211 milyar. Adapun modus tertingginya ada dibidang Penyalah-gunaan anggaran sekitar  154 kasus  dengan Nilai Kerugian Negara : Rp 1,2 triliun, yang mana didalamnya termasuk korupsi Dana desa yang mencapai lebih dari Rp. 30 milyar.

Puguh Kuswanto,  Ketua Dewan Penasehat DPD GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) Kab. Bogor, Ia mengungkapkan, ” Di era demokrasi, korupsi akan mempersulit pencapaian good governance dan pembangunan ekonomi. Penyebab terjadinya korupsi pun bermacam-macam, antara lain masalah ekonomi, yaitu rendahnya penghasilan yang diperoleh jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaya hidup yang konsumtif, budaya memberi tips (uang pelicin), budaya malu yang rendah, sanksi hukum lemah yang tidak mampu menimbulkan efek jera, penerapan hukum yang tidak konsisten dari institusi penegak hukum, dan kurangnya pengawasan hukum,”Ungkap Puguh, yang juga Caleg No urut 2 dapil 4 dari Partai Golkar itu pada Indonews, di Sekretariat GMPK Kab Bogor Jl. Raya Kradenan No 99 Cibinong, Selasa 04/12/2018.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, lanjut Puguh, Diperlukan kerja sama semua pihak maupun semua elemen masyarakat, tidak hanya institusi terkait saja. Beberapa institusi yang diberi kewenangan untuk memberantas korupsi, antara lain KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan. 

Dengan terlahirnya GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) yang didirikan oleh Ketua Umum GMPK adalah  Irjen.Pol. (Purn) Bibit Samad Rianto (mantan Wakil Ketua KPK Periode Th 2007–2011) dan atas semangat elemen masyarakat, Dalam melakukan kebaikan apalagi yang menyangkut nilai-nilai moralitas dan kebangsaan, termasuk dalam ikut serta memerangi korupsi, Peran kita harus Deteksi, Preventif, Rehabilittasi dan Bantuan Represif sebagaimana diamanahkan dalam UU.No.31/1999 Pasal 41 & 42, UU No.30/2002 Pasal 1 Ayat 3 & PP.No.71/2000 Pasal 2, “bebernya. 

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional maka mau tidak mau korupsi harus diberantas, baik dengan cara preventif maupun represif. Penanganan kasus korupsi harus mampu memberikan efek jera agar tidak terulang kembali. Tidak hanya demikian, sebagai warga Indonesia kita wajib memiliki budaya malu yang tinggi agar segala tindakan yang merugikan negara seperti korupsi dapat diminimalisir, “Tegasnya. 

Negara kita adalah negara hukum. Semua warga negara Indonesia memiliki derajat dan perlakuan yang sama di mata hukum. Maka dalam penindakan hukum bagi pelaku korupsi haruslah tidak boleh pilih kasih, baik bagi pejabat ataupun masyarakat kecil. Diperlukan sikap jeli pemerintah dan masyarakat sebagai aktor inti penggerak demokrasi di Indonesia, terutama dalam memilih para pejabat yang akan menjadi wakil rakyat. Tidak hanya itu, semua elemen masyarakat juga berhak mengawasi dan melaporkan kepada institusi terkait jika terindikasi adanya tindak pidana korupsi.

Maka kehadiran kami, sambungnya,  Sebagai organisasi GMPK  Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kabupaten Bogor adalah bertujuan untuk diatas tadi. Kedepan kami merasa bangga jika dapat menjadi mitra-kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan segenap instansi lainnya. Sehingga motto menjadikan Kabupaten Bogor Termaju dapat cepat direalisasikan kalau pun secara bertahap,”Pungkasnya (Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook