Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. Bung Karno, KPK, Kemendes, Satgas Dana Desa & Kang Emil. “SALAM JEMPOL DARI ISTANA BOGOR..!” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
Bung Karno, KPK, Kemendes, Satgas Dana Desa & Kang Emil.
“SALAM JEMPOL DARI ISTANA BOGOR..!”
.
Indonews, Bogor – Pagi ini, kami (Saya, Jonny Sirait & mas Ary ‘Dicky) sudah tiba di teras Istana Bogor, Jawa Barat. “Tunggu saja disini, Paduka Yang Mulia masih temani tamu-tamunya sarapan”, kata ajudan cantik Arumsari – mantan sniper AL Korea. Kami mengangguk, memang benar dari kejauhan kami melihat Bung Karno sedang sarapan pagi bersama Ketua KPK, Menteri Desa – IDT.RI, Ketua Satgas Dana Desa dan Gubernur Jawa Barat, Ir.H.Ridwan Kamil. Bung Karno seolah melihat kedatangan kami, dan dari jauh si ‘gigi gingsul seksi yang juga ‘penyambung lidah rakyat  ini mengacungkan simbol ‘Ibu Jarinya. ‘Yes !
.
Hampir 30 menit menunggu, kami pun diminta bergabung dimeja makan. Kemudian Bung Karno berkata kepada tamu-tamunya….. “Mereka ini anak-anak muda yang masih peduli bangkitnya bangsa dan negara besar ini, tentunya dengan gaya dan cara mereka sendiri. Yang jelas mereka tidak pernah minta ‘sangu sama saya untuk itu semua, Lillahi’taala, mereka punya keyakinan jika berbuat baik maka Allah akan menggantinya dengan sejuta kebaikan, itu yang aku suka. Mereka ‘blusukan ketengah warga desa, bukan hanya di pulau Jawa saja , mereka juga ke NTT, NTB, Buleleng-Bali, Konawe – Sultra, Bombana – Sultra, Porsea – Sumut, dsb. Mereka sampaikan pesan kedamaian juga realita bahwa pemerintahan Jokowi telah ‘mengobati luka masyarakat desa yang selama ini terabaikan, salah-satunya dengan semakin meningkatnya Dana Desa setiap tahun yang diberikan untuk lebih dari 74.000 desa. Jika tahun 2015 hanya Rp.20 trilyun, kini mencapai Rp.70 trilyun. Total telah digelontorkan Rp.180 trilyun. Khususnya di Indonesia Timur yang menjadi prioritas gerakan mereka. Kini mereka bergabung bersama barisan Irjen.Pol. (Purn) Bibit Samad Rianto dalam GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi dan bersama Dik Dik Kusnadi – BNN, ini semakin mempertajam gerakan dalam menjaga bangsa dan negara besar ini dari maraknya Korupsi dan narkoba ..”, Bung Karno mengerdipkan mata, para tamu bertepuk tangan, kami bertiga menahan detak jantung yang semakin kencang.’ Ahay..
.
Kemudian diskusipun berlanjut dalam suasana cair, ada beberapa catatan besar dari diskusi imajiner ini antara-lain;
.
1.Mas Ary Dicky  kepada Gubernur Jawa Barat=  …Tahun 2017 lalu beredar rilis yang mengatakan jika Dewan HAM PBB menyatakan bahwa Kab.Purwakarta sebagai daerah paling toleran di indonesia, namun Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tetap menempatkan Provinsi Jawa Barat di urutan teratas daftar daerah dengan jumlah pengaduan kasus intoleransi hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan tertinggi di Indonesia. “Bahkan Koordinator bidang Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Komnas HAM – Djayadi Damanik  waktu itu menyebutkan adanya kasus pengaduan tentang  pelarangan pendirian gereja, pelarangan KKR di Bandung dan beberapa pelarangan kegiatan masjid Ahmadiyah. Dan Jawa Barat menempati ranking pertama karena terdapat  21 pengaduan, disusul DKI Jakarta sekitar 19 pengaduan. Maka kami berharap Kang Emil mampu memperkecil bahkan menghilangkan hal tsb selama menjabat, salah-satunya dibuka keran silahturahmi dan kordinasi lebih lekat dengan stake-holder dan instansi yang terkait dengan pembinaan Pancasila & Bhineka Tunggal Ika, khususnya untuk Generasi Millenial  Jawa Barat  usia 17-36 tahun yang di Pilpres 2019 yad berjumlah > 18 juta orang. Ini penting, agar mereka terhindar dari laten Intoleransi  , apalagi  etnis Sunda itu penuh egaliter, tidak suka caci-maki dan saling-fitnah, sebagaimana petuah leluhurnya ; ASAH, ASIH,ASUH..”, papar ‘mas Ary Dicky – Sekjend JMN, Kordinator Konsorsium Relawan Jokowi (KRJ) dan Dewan Redaksi Indonews Bd.Pemberdayaan Masyarakat, Kang Emil tersenyum dan mengangguk-angguk.
.
Tentang Dana Desa, mas Ary Dicky mengatakan bahwa di Jawa Barat masih sedikit sosialisasi keberhasilan Dana Desa thn.2015-2018, padahal selama ini  berkat Jokowi melalui Dana Desa sudah terbangun 158.619 Km jalan desa, 1.028.225 meter jembatan, 7.421 unit pasar desa, 35.145 BUM Desa, 4.711 unit tambatan perahu, 3.026 embung, 39.656 unit irigasi dan 11.399 unit sarana olahraga di desa.
.
Sementara untuk menjamin kebutuhan dasar, juga telah dibangun penahan tanah 179.625 unit, fasilitas air bersih 942.927 unit, MCK 178.034 unit, Polindes 8.028 unit, drainase 39.920.120 meter, Paud 48.694 unit, Posyandu 18.477 unit dan sumur sebanyak 37.662 unit.
.
“..Maka Kang Emil, TKN – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin dan TKD Jawa Barat serta para caleg pro Jokowi-Ma’ruf harus lebih bekerja keras menyampaikan ini, karena saat ini isue bahwa Dana Desa tidak bermanfaat bagi masyarakat desa semakin kencang dihembuskan . Kami selaku relawan mempunyai keterbatasan ‘amunisi dan logistik untuk menyampaikan ini, kecuali melalui Indonews..”, tambah mas Ary Dicky

2.Jonny Sirait,Amd  kepada seluruh hadirin = Membangun Indonesia dari pinggiran sebagai salah satu wujud nyata pemerintah melakukan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, dan lebih dari 4 tahun pemerintahan Presiden Jokowi memfokuskan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di daerah-daerah antara lain melalui Dana Desa. Membangun wilayah pinggiran perlu dipahami sebagai membangun kota-kota baru yang membawa sumber-sumber kehidupan baru dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang tersedia, untuk itu pemerintah menyediakan dana bantuan untuk Desa. 
.
Yang terjadi bantuan tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal dan bahkan banyak juga pelanggaran atau penyalah gunaan oleh penerima amanah tersebut yaitu Kepala Desa, dari data yang dimiliki  Pimred Indonews, yang juga Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) , Ketum Bogor Kapayun dan Ketua DPD GMPK Kab.Bogor ini menjelaskan bahwa di tahun  2015-2017 terdapat 576 Kasus Korupsi dengan kerugian > Rp. 6,5 triliun , 1.298 Tersangka. Adapun modus tertingginya ada dibidang Penyalah-gunaan anggaran sekitar 154 kasus dengan Nilai Kerugian Negara : Rp 1,2 triliun, yang mana didalamnya termasuk korupsi Dana desa yang mencapai lebih dari Rp. 30 milyar. Maka KPK, Kemendes RI & Satgas Dana Desa RI agar tidak lelah memberikan penyuluhan kepada kepala desa bagaimana terhindar dari korupsi dana desa. Karena banyak para kepala desa yang tidak paham bagaimana penggunaan Dana Desa secara benar dan tidak  melanggar hukum. ,”demikian Lae Jonny.

Lae Jonny menambahkan, hasil diskusinya dengan Kepala DPMD – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ,  Deni Ardiana waktu lalu yang intinya ; urusan pembinaan Desa bukan hanya urusan pemerintah belaka melainkan urusan pemerintah berserta para Stakeholder /pihak terkait dalam melakukan pembinaan desa, dalam kondisi sekarang ini Desa merupakan tumpuan dalam strategi pembangunan di Indonesia. Tentu saja semua mempunyai peranan masing- masing dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia, seperti Pemerintah daerah, Perguruan Tinggi, Lembaga Permasyarakatan serta Media yang selama ini telah berperan dalam pembinaan desa dari proses perencanaan, pembangunan sampai pertanggung -jawaban bahkan sampai pelaporannya. Kata Lae Jonny lagi, bahkan Kepala DPMD itu berkata,  “Saya sangat berharap dengan adanya GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) di kabupaten Bogor ini dapat mendorong desa-desa agar lebih baik dan mencegah adanya kerugian dalam pengelolaan keuangan bahkan sampai proses pertanggung jawaban” , demikian Lae Jonny mengakhiri, para hadirin pun bertepuk-tangan, Lae Jonny tersenyum manis, semanis kampung halamannya di Porsea sana, ‘Ahay..
.
Saya melirik si ajudan cantik – Arumsari , dia mengerdipkan mata, saya terbatuk-batuk. Tiba-tiba bahu saya ditepuk Bung Karno. “Hey, fokus  kerja. Jangan larak-lirik wae, tak bedil kowe nanti”, guyon Bung Karno. Semua pun tertawa , saya mengangguk malu. “Salam Jempol, Salam Satu Jari Untuk 2 Periode”, tambah Bung Karno. ‘Ahahaha.Mohon maaf lahir bathin.. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook