Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “SALAM JEMPOL DARI PAPUA” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“SALAM JEMPOL DARI PAPUA”
.
Indonews, Bogor – “….Innalillahiwainalillahirajiun, Rest In Peace;  Atasnama manajemen & redaksi INDONEWS dan Relawan Jokowi, kami ucapkan turut-berduka cita atas gugurnya 19  orang Pahlawan Infrastruktur /Pembangunan di ‘Zona Merah’ Trans-Papua, Nduga, Papua (Rabu,5/12) & Korban Gugur lainnya . Semoga amal ibadah mereka diterima Allah dan diberikan sejuta  kemuliaan surga-nya Allah, Aamiin.”, 
.
Para korban adalah pekerja PT. Istaka Karya yang sedang membangun jalan & infrastruktur Trans-Papua yang  sejak  30 tahun lalu terlupakan oleh Orde Baru dan pengikutnya. Saat ini TNI-Polri terus memburu para OPM – Organisasi Papua Merdeka itu, namun kalau boleh kami usul hendaknya (kalau bisa) jangan sakiti mereka, tangkap dan proses hukum sebagai mestinya. Karena mereka adalah pewaris dendam kepada Orde Baru , yang bisa kita ajak bicara karena saat ini Jokowi begitu mencintai Papua & seluruh rakyat.
.
KILAS BALIK  PAPUA TAHUN 1973 – 2018
Kami (Saya, Mas Ary Dicky & Jonny Sirait,Amd) merasa tersedak dan sesak nafas  saat di televisi diberitakan ttg tragedi  Trans-Papua diatas, kopi manis buatan warung kopi Bogor Kapayun ini pun terasa pahit. Ya Allah, Ya Tuhan, Innalillahiwainalillahirajiun, Rest In Peace. Aamiin.  
.
Kemudian kami pun menjadikan hal diatas sebagai  bahan diskusi malam ini, semoga ‘notulen dibawah ini membawa manfaat bagi para pembaca INDONEWS :
.
(1).Mas Dicky memulai pembahasan : ……” Sabtu, 3 Maret 1973 lalu. Sejarah mencatat Presiden Soeharto meresmikan tambang tembaga milik Freeport Sulphur, (sebuah perusahaan tambang terkemuka asal Amerika Serikat) sekaligus meresmikan berdirinya kota Tembagapura. Saat memberikan pidato sambutan, Soeharto begitu sumringah.“Perusahaan ini adalah pelopor penanaman modal asing di Indonesia; dan lebih istimewa lagi dalam modal yang sangat besar. Tuan-tuan datang ke Indonesia dalam keadaan kami yang masih sulit pada tahun 1966,” ujar Suharto saat itu dengan ‘sumringah.
.
(2).Jonny Sirait,Amd  menambahkan : …… “Betul Mas, Pegunungan Erstberg tak hanya menyimpan tembaga. Salah satu gunung bernama Grasberg, bagian dari pegunungan Erstberg  itu  juga mengandung cadangan emas yang melimpah. Grasberg disebut-sebut sebagai tambang emas terbesar di dunia. Lewat kontrak karya berdasarkan UU Penanaman Modal Asing (PMA) yang diizinkan pemerintah Soeharto, Freeport memiliki hak istimewa untuk merambahnya..”, kata Lae Jonny – Pimred Indonews yang juga Ketua DPD GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi  Kab.Bogor.
.
(3).Mas Dicky relawan senior , Sekjend JMN – Jaringan Makmur Nusantara  menyela Lae Jonny, : …”Ironisnya, kehadiran Freeport langsung mengancam penduduk asli dari suku Amungme yang berdiam di dataran tinggi sekitar proyek tambang. Suku Amungme sangat terikat dengan tanah leluhur. Bagi mereka, Gunung Grasberg dianggap suci. Puncak Grasberg dikiaskan sebagai kepala ibu. Orang Amungme sangat menghormati kawasan keramat itu,,”
.
(4). Saya pun ikut bicara : …”Perlawanan atas pembangunan Freeport dan ‘pemerkosaan gunung Grasberg pun bermunculan dari suku-suku lain yang bukan suku sekitar lokasi. Unity For Fight. Membaca situasi ini, Soeharto pun kemudian menerapkan kebijakan keras melalui  ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) , namun kami meyakini , para  prajurit ABRI saat itu pasti ‘menangis disaat dipaksa tugas untuk berhadapan dengan masyarakat Papua , yang juga saudara setanah-airnya itu. 
.
Namun tugas adalah tugas, tidak ada pengecualian. Juga tidak ada data berapa orang ABRI yg menolak tugas (desersi) dan mendukung rakyat Papua melawan Orde baru saat itu. Yang jelas sekitar thn.1977 ada kerusuhan di Tembagapura, korban tewas lebih dari 900 orang. Sesudahnya sebagian besar warga Amungme ditangkap dan dinterogasi tentara. Yang melarikan diri kemudian memilih tinggal di hutan sekitar Lembah Tsinga,yang diduga  kemudian melebur bersama  Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang  sudah ada sejak thn.1965 dan telah menjadi ‘monster  mengerikan bagi Orde Baru.
.
Sebelum OPM lahir,  sekitar thn.1961 dengan segala cara Belanda  ‘ngarep Papua lepas dari Indonesia, Sayang selalu digagalkan Bung Karno. Belanda kemudian meminta AS, dan sekutunya untuk mendukungnya. Bung Karno tak kalah strategi, dia pun merapat ke Uni Soviet (Rusia). Belanda, AS dan sekutunya ‘mati-gaya, dan ditiupkan isu bahwa Indonesia akan dibuat negara komunis bersama Rusia.—– Saya terdiam, kopi di gelas sudah kering. Mas Dicky tersenyum, Lae Jonny  garuk-garuk kepala.
.
PAPUA, DOM ‘SANGAR & UPETI SUHARTO 
(5).Mas Dicky Melanjutkan … “Beredar isu sejak itulah AS berusaha menggulingkan Bung Karno dengan segala cara, termasuk kemudian muncul bahwa CIA ada dibelakang  kasus G.30.S/PKI & kematian Bung Karno.
.
Kembali ke kasus Freeport. Tak hanya itu saja, Represi lanjutan dilakukan lebih ‘sangar,  Suharto menetapkan Irian Jaya (Papua) sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) selama dua puluh tahun (1978-1998). Pemerintah juga memindahkan warga Amungme ke dataran rendah untuk dijadikan petani. Karena lingkungan yang tak cocok, sebanyak 20%  anak-anak Amungme meninggal karena malaria. Dan Bisnis Freeport jalan terus, bahkan antara thn.1970-1984 Freeport meraup keuntungan sebesar  USD.14,9 milyar . Sedangkan penerimaan negara dari pajak dan royalti hanya USD. 5,4 milyar. Isue lainnya, tersebar isue bahwa Suharto sejak thn.1980-an menerima upeti setiap tahunnya sebesar  USD.5-7 juta…”, Mass Dicky beranjak ke toilet
.
(6).Lae Jonny menambahkan, : ….” Beredar isue lainnya lagi, Pada thn.1996, sekitar  2000 personel dari kesatuan Kopassus dan Kostrad dikerahkan langsung di bawah perintah Soeharto demi menjaga Freeport. Untuk itu, Freeport memberikan lagi dana kepada Soeharto sebesar  USD. 40 juta. Freeport mau melakukan itu agar situasi di Papua stabil dan mereka dapat ‘mengeduk emas lebih banyak lagi demi target mendapatkan super-profit. ‘’Koplak !
.
JOKOWI & PAPUA THN.2014-2024
Sambil mengunyah kacang rebus, Lae Jonny meneruskan, “ ..DOM, OPM & FREEPORT ibarat mimpi buruk (Nightmare) rakyat Papua, yang sulit dijauhkan dari pikiran dan kehidupannya sampai saat ini. Jokowi mencoba mengurai itu semua sejak thn.2014 disaat menjabat sebagai Pres.RI ke-7, bahkan dalam mensejahterakan rakyat Papua & Papua Barat dipersiapkan anggaran  pembangunan Jalan Trans Papua sekitar Rp. 2,15 triliun, yang terdiri dari Rp.739 miliar untuk perawatan atau preservasi jalan sepanjang 1.719,46 km, Rp.834,8 miliar untuk pembangunan jalan baru 151,34 km, dan pembangunan jembatan sebesar Rp.579,4 miliar.
.
Jokowi ingin mewujudkan keadilan sosial & pembangunan nasional di Papua yang selama ini ‘dilupakan,  karena  Papua  terus ‘diperkosa SDA & SDM-nya untuk kepentingan  Orde Baru & para kroninya. Jokowi mendengar rintihan lebih dari 14.000 orang tewas korban DOM lalu.Jokowi peka kebutuhan rakyat Papua selama ini. — Lae Jonny menghentikan bicara, dia menatap saya, saya mengedipkan mata, Lae Jonny  memejamkan mata. ‘Ahahahah..
.
Sekarang giliran saya bicara lagi, kalau pun Lae Jonny masih ‘merem. “…Hal lainnya, kita semua tahu, saat menjadi Presiden RI ke-7 thn.2014 lalu, Jokowi ‘diwarisi > 74.000 Desa seluruh Indonesia, yang  39.086 –nya adalah  desa tertinggal dan 17.268 desa sangat tertinggal.  Termasuk di Papua & Papua Barat, karena dari 6.139 desa yang ada, sekitar 4.000 desanya terkatagori ‘miskin dan tertinggal.  Dan dengan segala cara Jokowi memperkecil angka itu, hingga di akhir tahun 2017 lalu ada 1.601 desa tertinggal menjadi desa mandiri …”, saya menghentikan bicara karena Lae Jonny terbatuk-batuk.
.
Tak lama Mas Dicky telah datang dan berkata, “….Apapun Ke-19 Pahlawan Infrastruktur/Pembangunan adalah akibat akumulasi kemarahan rakyat Papua, yg traumatis dan paranoid DOM dsb; Ada asap-ada api berasal. Ada semut, ada gula. Mereka ibarat anak sekolah junior yang mengikuti warisan seniornya untuk selalu tawuran. Dan sangat ceroboh jika Fadli Zon – Wakil Ketua DPRRI  yg menyebut kasus ini akibat ‘kelemahan keamanan di Papua.  Dia lupa , jika sudah puluhan atau ratusan prajurit TNI-Polri yang gugur dan cacat akibat ‘menjaga Papua.  Bagaimana jadinya jika Fadli Zon menetap seminggu saja dipedalaman Papua tanpa Hp pula. Pastinya dia akan tahu peran TNI-Polri disana…”, tutup Mas Dicky.  ‘Emang  enak !
.
—– Semoga saat Jokowi kembali jadi Presiden RI Thn.2019-2024 yad, Fadli Zon tidak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua DPRRI. ‘Ribeut !, “Salam Jempol Dari Papua”, kopi pun habis kami teguk  karena warung akan tutup. ‘Ahahahah… Mohon maaf lahir bathin  —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook