Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “KORUPSI VS KPK & SATGAS DANA DESA?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“KORUPSI VS KPK & SATGAS DANA DESA?”

Indonews, Bogor – Pagi ini, kami (Saya & Jonny Sirait,Amd) ada disuatu ruang khusus KPK-Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta. Bukan di Istana Bogor sebagaimana biasanya kami bertemu Bung Karno. Entah apa maksud beliau agar kami  datang kesini. Sambil menunggu, Lae Jonny berbisik kepada saya. “Bang, waktu lalu wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut korupsi sebagai  ‘OLI-PEMBANGUNAN . Menurutnya, perilaku korupsi menunjukkan bahwa pembangunan di suatu negara itu berjalan, dalam arti lain jika tidak ada korupsi pembangunan satu negara tidak jalan?, tanggapan abang?”, 
.
“Dalam semua agama korupsi itu diharamkan, sekecil apapun, dan apapun alasannya. Dalam agama Islam banyak ayat Al quran yang mengatakan itu, Agama Islam  membagi istilah korupsi diantaranya dalam beberapa dimensi yakni risywah atau suap, saraqah atau pencurian, al gasysy atau penipuan dan juga khianat atau penghianatan. Salah satunya dalam QS An-Nisa’ 4:29, Allah SWT jelas berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu”,  Kita masih ingat kasus korupsi dana jamaah haji, dana al-quran, dana desa, dana bansos ummat, dana bencana alam, dana simulator Polri, dana alutsista TNI, Illegal fishing, illegal logging,dsb. Jika dijumlah kerugian negara  sejak thn.2004-2017 itu lebih dari Rp.200 trilyun, Oli Pembangunan yang mana?, apapun koruptor adalah manusia munafik karena ingkar dari amanah Allah”, saya menjawab berbisik
.
“Iya bang tapi dinegara lain, hal  ini disebut Grease Wheel Hypothesis (GWH), satu asumsi dan teori yang berpendapat bahwa korupsi akan memperlancar perekonomian. Sebab  kata mereka, korupsi akan meningkatkan efisiensi birokrasi yang pada akhirnya memperlancar perekonomian. Dalam arti sudah biasa memberikan ‘uang jasa untuk memperlancar satu tujuan?”, selak Lae Jonny.
.
“Ini Indonesia Lae, bukan negara lain. Lalu untuk apa dibuat KPK, Satgas Dana Desa (SDD), ICW – Indonesia Corruption Watch  & LSM Anti Korupsi seperti GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi ?, apapun korupsi ya korupsi , titik !”, kata saya lagi, Lae Jonny membetulkan letak kaca-mata hitamnya.
.
Tiba-tiba dalam ruangan hadir Ketua KPK – Agus Rahardjo dan Ketua Satgas Dana Desa RI – Irjen.Pol.Bibit Samad Rianto, kami menyalami takjim, mereka berdua tersenyum. “Diskusinya seru ya, kalian lupa kami sempat mendengar dan melihatnya karena  ruang ini ada CCTV-nya”,kata Ketua KPK , saya dan Lae Jonny tersipu malu, dan kamipun tertawa.
.
“Mas Arief, Lae Jonny, terima-kasih sudah hadir disini. Ada salam dari Paduka Yang Mulia, Ir. Sukarno. Beliau berhalangan hadir karena ada acara di Istana Bogor. Tentang Oli Pembangunan tadi, biar saja masyarakat yang menilai sendiri. Kita fokus saja kepada niat mulia kita untuk pencegahan & pemberantasan korupsi karena ini memang diharamkan dalam semua agama. ”, kata Ketua KPK sambil melirik Ketua SDD yang juga Ketum DPP-GMPK.
.
“…Sebentar lagi Pileg dan Pilpres 2019, kita fokus saja kesana. Kita berharap ada keseriusan semua pihak untuk berkomitmen kuat  mewujudkan pelaksanaan pemilu yang baik di Indonesia.  Selama ini KPK telah banyak menangkap pemimpin yang dipilih dari hasil pemilu akibat korupsi. Mereka adalah 119 orang anggota DPR dan DPRD, 15 orang Gubernur, 50 orang  Bupati Walikota. Ini pasti bertambah lagi jumlahnya. Mau sampai kapan?, jangan ada pembenaran untuk melakukan korupsi “, Kata Ketua KPK dengan nada dingin.
.
Para pembaca INDONEWS, Ir. Agus Rahardjo ini kelahiran Magetan tahun 1956, beliau menjabat sebagai Ketua KPK thn. 2015-2019 didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 133/P/2015 dan dilantik Presiden Joko Widodo pada 21 Desember 2015. Jika selama ini Indonesia mempunyai 3 orang profesi insinyur sebagai Presiden RI (Ir.Bung Karno, Ir.BJ.Habibie & Ir.Joko Widodo) maka untuk Ketua KPK baru kali inilah dijabat oleh seorang insinyur, dialah Ir.Agus Rahardjo.
.
Ketua SDS mnggeser duduknya, dan berkata “Saya juga tidak mau memberikan komentar tentang Oli Pembangunan,  yang jelas kami dan jajaran SDD dan GMPK akan maksimal memerangi korupsi karena itu amal ibadah untuk kami. Termasuk  mencegah dan menangkal korupsi Dana Desa. Apapun Presiden Jokowi  telah berbuat  baik dalam mengangkat dan mensejahterakan masyarakat di > 74.000 desa seluruh Indonesia. Dan kewajiban kami untuk mengawal Dana Desa tersebut , kami priharin niat baik ini disalah-gunakan > 102 kepala desa yang terjerat korupsi dana desa. Kami tidak paham apakah para kepala desa itu terjerat kalimat ‘Korupsi adalah Oli Pembangunan atau tidak, yang jelas korupsi adalah tindakan tidak bermoral. Kemarin saya bertemu dengan teman-teman dari Indonesia Corruption Watch (ICW), kami sama-sama  memiliki kekhawatiran angka korupsi Dana Desa akan semakin naik di  thn.2018. Maka perlu sinerjitas semua pihak termasuk teman-teman dari Indonews selaku pekerja media juga teman-teman relawan PERI, Media Ummat, Bogor Kapayun, Bodesuci, Sahabat Joker, KRJ, JMN, dsb…”,papar Ketua SDD , kami semua terdiam.
.
Saya teringat peristiwa ‘lucu tahun 2016 lalu dimana beredar  Surat bernomor 27/KSAP/DPR RI/VI/ 2016 , tanggal 10 Juni 2016. Yang berisi Sekjen DPR RI meminta bantuan Dubes RI di AS (KBRI Washington DC melalui KJRI New York ) untuk memfasilitasi kunjungan putri Fadli Zon yang bernama Shafa Sabila Fadli. “Dengan hormat kami sampaikan bahwa puteri Wakil Ketua DPR RI Bapak Fadli Zon yaitu a.n. Shafa Sabila Fadli akan melakukan perjalanan ke New York, Amerika Serikat untuk mengikuti Stagedoor Manor 2016 pada tanggal 12 Juni s.d. 12 Juli 2016,” demikian tertulis di surat tersebut. Tapi saya tidak tahu apakah ini salah-satu yang disebut ‘Oli Pembangunan itu?,Ahahaha..
.
Yang jelas, memang sulit membangun bangsa dan negara besar ini lebih baik jika disatu sisi masih ada yang menganggap korupsi itu adalah hal yang wajar. ‘Koplak !, “SELAMAT HARI ANTI KORUPSI SE-DUNIA, 8 DESEMBER 2018”….  Mohon maaf lahir bathin  —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook