Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “BUNG KARNO , DANA DESA & POLITIKUS BAPERAN”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“BUNG KARNO , DANA DESA & POLITIKUS BAPERAN”
.
Indonews, Bogor – Cattat baik-baik  ya, Sejak thn.2015-2017 ,presiden Jokowi telah mengeluarkan Dana Desa lebih dari Rp.110 trilyun untuk > 74.000 desa diseluruh Indonesia. Dan thn.2019 dianggarkan sekitar Rp.70 trilyun sehingga total Dana Desa > Rp.180 trilyun. Bagi saya inilah salah-satu implementasi dari sila ke-2  yaitu ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’. Dana Desa membangkitkan semangat masyarakat desa dalam aktifitas ekonomi dan sosialnya. Ini bukan melulu tentang adanya perbaikan infrstruktur jalan, jembatan, pasar desa, Paud, embung, irigasi, BUMDes, air bersih, Posyandu, dsb. Ini tentang mulai adanya keadilan pembangunan dan sosial hingga pelosok desa..”, kata Bung Karno pagi tadi di teras belakang Istana Bogor, Jawa Barat kepada kami (Saya & Jonny Sirait,Amd)
.
Ditambahkan kemudian, “Semalam  saya dapat data dari Kemendes  RI bahwa Dana Desa selama ini terpakai untuk pembangunan lebih dari 158.619 Km jalan desa, 1.028.225 M jembatan, 7.421 unit pasar desa, 35.145 BUM Desa, 4.711 unit tambatan perahu, 3.026 embung, 39.656 unit irigasi dan 11.399 unit sarana olahraga di desa. Sementara untuk menjamin kebutuhan dasar, Kemendes pun menyampaikan  bahwa Dana Desa juga telah membangun penahan tanah 179.625 unit, fasilitas air bersih 942.927 unit, MCK 178.034 unit, Polindes 8.028 unit, drainase 39.920.120 meter, Paud 48.694 unit, Posyandu 18.477 unit dan sumur sebanyak 37.662 unit. Yang semua ini tersebar merata diseluruh Desa. Jadi ngawur jika ada gosip bahwa Dana Desa disebarkan Jokowi  hanya di desa-desa dimana suaranya tinggi saat Pilpres 2014 lalu..”, saya dan Lae Jonny sibuk mencatat dan merekam ‘statemen beliau melalui Hp Jadul kami, Bung Karno  tersenyum. Si Ajudan cantik dari jauh malah melotot. ‘Lagh..
.
“Jauh sebelum Dana Desa bergulir, saya sempat ngobrol dengan Jokowi ttg Dana Desa, Jokowi mengatakan bahwa Dana Desa  merupakan implementasi dari Sila Ke-2 pancasila yaitu ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena akan terjadi pembangunan yang bergerak serentak dari Sabang hingga Merauke dan dari Sangihe sampai Pulau Rote, untuk mengawal penggunaannya agar  tepat guna maka akan dibentuk Satgas Dana Desa . Jokowi  dan Kemendes akan memilih Irjen.Pol. Bibit Samar Rianto – Mantan Wakil Ketua KPK era Antasari Azhar. Dan betul saja, pak Bibit kemudian terpilih sebagai Ketua Satgas Dana Desa. Kata Jokowi lagi, Dana Desa juga akan meningkatkan karakter bangsa yang selama ini terlupakan yaitu Gotong-royong juga penyerapan tenaga kerja lokal. Dan itu terbukti kan, karena Dana Desa, terserap lebih dari 1,2 juta warga desa ikut bekerja. Jadi kalau ada orang yang bilang bahwa dengan Dana Desa , orang desa hanya bisa makan beton, itu juga ngawur, ‘ndablek toh?”, saya dan Lae Jonny manggut-manggut. Si Ajudan cantik melotot lagi. ‘Digh..
.
Saat sesi tanya-jawab, Lae Jonny berceritra jika kemarin siang bertemu dengan Ismail, Spi,Msi – Sekjen APDESI (Asosiasi Pemerintahan Desa Sel.Indonesia) Kab. Bogor.  Prinispnya para kepala desa di Kab. Bogor merasa terbantu dengan adanya Dana Desa dalam ikut serta mewujudkan slogan Kab. Bogor yaitu ‘Menjadikan kabupaten Termaju’. Kalau pun belum maksimal, maka pemerintah pusat melalui Kemendes RI, Satgas Dana Desa & KPK perlu terus ‘blusukan ke kab. Bogor mensosialisasikannya termasuk  pencegahan dan tangkal  agar tidak ada penyalah-gunaannya. Dan APDESI siap bersinerji untuk itu, kata Ismail dengan nada optimis. Kata Lae Jonny.

DANA DESA & APDESI KAB.BOGOR
“Melalui GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kab. Bogor dan Indonews, kami mohon kerjasama baiknya  demi kabupaten Bogor Termaju di thn.2019-2024 mendatang. Kami juga yakin kepada Bupati dan Wabup Bogor terpilih nanti  semua ini akan lebih baik dari waktu sebelumnya. Selain Dana Desa, masih banyak program lain yang akan lebih baik lagi misalnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) karena PAUD hampir ada disemua desa di kab.Bogor. Persentase dukungan Dana Desa untuk PAUD perlu ditingkatkan lagi termasuk ke pesantren-pesantren yang juga ada di hampir semua desa. Untuk rencana Deklarasi, Pelantikan dan Pengukuhan DPD GMPK kab. Bogor yang akan diselenggarakan , saya atas nama pribadi dan APDESI Kab. Bogor mengucapkan selamat dan sukses.  Semoga berjalan lancar sesuai harapan, Inshaa Allah kami mewakili Ketua APDESI akan hadir , termasuk para kepala desa di kab.Bogor, Aamiin Yarabilalamiin”, papar Ismail yang juga kepala desa Sukamanah, Kec. Mega Mendung yang diceritakan Lae Jonny membuat Bung Karno tersenyum.
.
“Senang saya mendengarnya, salam hangat saya untuk APDESI Kab. Bogor juga para warga Desa Sukamanah. Saya ingat  bulan Januari 2018 lalu sahabat saya, Menteri Kemajuan Luar Bandar – Malaysia, Datuk Sri Ismail Sabri beserta 30 orang rombongannya datang ke Kantor Desa Sukamanah melakukan kunjungan kerja (Kunker). Desa Sukamanah dan Desa Cibeuruem , bagi negara-negara Asia sudah menjadi rujukan untuk Kunker atau study-banding mereka termasuk beberapa provinsi di Indonesia. Kata mereka Desa Sukamanah terbilang sukses dalam tata kelola Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) nya”, kata Bung Karno sambil memberi makan ikan hias di aquariumnya.
.
“Betul Paduka, BUMDes di Desa Sukamanah dianggap telah berhasil dalam mengelola potensi air bersih untuk warga masyarakatnya sehingga hal tersebut berdampak serta memberikan Penghasilan Asli Desa (PADes) yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengelolaan  BUMDes Sukamanah berawal dari kepedulian Pemerintah Desa terhadap kebutuhan masyarakat akan air bersih, sehingga mencari cara agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan pemeliharaan bisa berjalan. Akhirnya BUMDes bisa menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat dan secara otomatis desa mendapatkan penghasilan untuk kas desa. Bahkan saat ini mereka  sedang mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah manusia dari setiap septic tank masyarakatnya untuk dijadikan pupuk. Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan-dingin Camat Megamendung pastinya, Paduk”, sela saya, Bung Karno dan Lae Jonny manggut-manggut.
.
Saya menjadi teringat salah satu manfaat Dana Desa selama ini karena telah berhasil membangun lebih dari 35.145 BUM Desa di seluruh Indonesia, tentunya termasuk BUMDes-nya Sukamanah,Kecamatan Megamendung. 

JARO ADE & BAPERAN
Kemudian Bung Karno berdirri membetulkan letak kopiahnya dan berkata, “Ogh ya salam untuk Jaro Ade ya, saya teringat kalian pernah ceritera bahwa  dia pernah bilang bahwa ‘Jika jadi politikus itu jangan Baperan’, harus positif-tthinking dalam segala hal. Jangan cengeng , jangan juga mencari-cari masalah. Jangan suka berjanji jika di-ingkari. Politikus harus fleksibel, lentur namun teguh kepada prinsip yang berlandaskan agama dan hukum. Kapan-kapan saya akan undang dia kesini ya, slam hangat saya untuk  dia mantan Ketua DPRD Kab. Bogor yang sekarang menjabat sebagai Ketua TKD-Tim kampanye Daerah Kab. Bogor ‘Jokowi-Ma’ruf Amin  itu ya..”, kami menggut-manggut, tapi ajudan cantik itu masih melotot.
.
Diskusi terhenti seketika karena ajudan cantik Bung Karno, arumsari-mantan snipper AL-Korea muncul dan mengatakan bahwa Bung Karno ada kegiatan lain yaitu bertemu dengan tamu-tamu lainnya di ruang tengah. Bung Karno pun pamit, Lae Jonny sontak mengedipkan matanya kepada ajudan cantik itu, namun ajudan itu malah mengedipkan matanya kepada saya. ‘Cliiingg, ‘Ahay !, Ahahahah…. Mohon maaf lahir bathin  —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook