Akuntabilitas Transparansi Dana Desa Mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju

Akuntabilitas Transparansi Dana Desa Mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju

Indonews Bogor. Dana Desa bukan sekedar membangun Infrastruktur Desa secara mandiri, juga didalamnya mengangkat kembali ke-arifan lokal dan karakter bangsa yang selama ini terlupakan, yaitu : BANGSA YANG BERADAB & GOTONG-ROYONG.

Beradab karena dalam agama apapun korupsi itu dilarang, disebut Gotong-royong karena Dana Desa adalah bagian dari penyerapan dan ketersediaan lapangan kerja dan adanya keterlibatan masyarakat sekitar (Community Development).

Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit. Ini yang bertolak-belakang dengan karakter bangsa selama ini yaitu BANGSA YANG BERADAB. 

Dengan demikian, sangat wajar apabila problem moral merupakan penyakit kronis disebagian Anak Bangsa ini diantaranya mereka yang berprilaku Korup dan gemar menyalah-gunakan amanah dalam jabatan yang di-embannya. 

Anggota Kehormatan DPD GMPK Kab Bogor Puguh Kuswanto, mengatakan,”Merujuk pada UU No. 6 Tahun 2014, Dana Desa wajib digunakan untuk empat urusan, yaitu penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat. Undang-undang yang terdiri dari 16 bab dan 122 pasal ini memberlakukan implikasi hukum bagi aktor-aktor pengelolanya. Semakin menguatnya posisi desa dalam proses pembangunan menunjukkan tuntutan publik, yaitu tata kelola pemerintahan desa harus berlangsung secara akuntabel & transparan.

Dalam kepedulian DPD GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Kabupaten Bogor untuk mewujudkan Kabupaten Termaju Tahun 2018-2023 mendatang. Khususnya terhindar dari penyalah-gunaan Dana Desa, maka kami akan melaksanakan kegiatan Sarasehan Nasional  “SAFARI DANA DESA”, dengan tema : “Akuntabilitas Dan Transparansi Dana Desa, Mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju,”Kata Puguh Kuswanto pada Indonews disela-sela Rapat Konsolidasi untuk mempersiapkan Program Kerja DPD GMPK Kab, Bogor, di sekretariatnya Jl. Raya Kradenan No 99 Cibinong,  Minggu  23/12/2018.

Ia juga mengungkapkan,  Lemahnya penyerapan khusus Dana Desa, salah-satunya karena tidak tercapainya SOP , misalnya dalam surat permohonan dari desa belum masuk di Kecamatan, termasuk tidak adanya rekomendasi bahan prasyarat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Jadi bukan semata karena kelalaian  Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Bogor, karena dengan minimnya penyerapan Dana Desa maka otomatis merugikan masyarakat kabupaten Bogor sendiri.

Dengan adanya penangkapan beberapa kepala Desa di Kabupaten Bogor atas dugaan korupsi  Dana Desa merupakan bukti bahwa sosialisasi cegah dan tangkal Korupsi Dana Desa belum lah maksimal, “Ungkapnya. 

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD GMPK Kab Bogor, Jonny Sirait, “Pelaksanaan sosialisasi Safari yang akan kami adakan begitu penting, Karena kita akan mencoba mengunjungi ke setiap Desa yang ada dikabupaten Bogor untuk memberikan Edukasi, Bimbingan, mencegah dan merangkul serta akan selalu optimalkan keseluruhan sumber daya yang ada di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yaitu Dana Desa agar benar benar tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan baik. 

Dana Desa ini semaksimal mungkin tersalurkan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan dan menciptakan kesejahteraan dan keadilan,”ujarnya. 

“Kami ingin membangun sinergi yang baik dengan para pemangku kepentingan ini, bagaimana komunikasi dengan baik. Dan terkait laporan, ya dibuat laporan dengan baik sesuai aturan,” ujar Ketua GMPK yang juga aktif diberbagai Lembaga ini. 

Dia turut menegaskan komitmennya menyukseskan program dana desa yang jadi andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“kami berkomitmen akan terus memperjuangkan dana desa dan mengawal dengan baik realisasi dana desa.  Hal ini sejalan dengan cita-cita Nawacita Presiden Jokowi tentang membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” tegasnya.(Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook