Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “TOLERANSI GALUNGAN & NATAL 2018” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“TOLERANSI GALUNGAN & NATAL 2018”
.
Indonews, Bogor – Sabtu, 22/12, tepat pkl. 07.45 saya telah menginjak kembali tanah Pulau Dewata, Bali , yang bulan Mei 2018 lalu sempat berkeliling wilayah Buleleng untuk satu rencana hajat besar kami sebagai relawan Jokowi. Tumben, pagi ini Bali telah basah oleh hujan yang merata sejak Bandara hingga Uluwatu dan Legian. Mungkin ini berkah bagi saudara-saudara kami yang hendak merayakan hari Raya Galungan 2018 dan Hari Natal 2018, Aamin, Inshaa Allah
.
Singkat ceritera, Tepat pkl.12.27 saya telah tiba di lobby sebuah hotel sederhana dikawasan Legian Street, Bali.Karena waktu check-in masih sekitar pkl.14.00, saya pun duduk di lobby ditemani driver online, yang juga relawan Jokowi. Sesaat seluler berdering, Jonny Sirait,Amd yang telepon. Kami pun diskusi tentang rencana Sarasehan Nasional “SAFARI DANA DESA 2019” Januari 2019 mendatang.Pembicaraan kami hentikan saat hujan besar disertai petir.
.
Dilobby itu juga ada 2 orang dewasa sedang bincang, asumsi saya yang satu beragama Hindu, yang satu lagi Nasrani. Bukan karena ‘menguping namun mereka memang bicaranya agak keras. Mungkin ini juga karena hujan. Teman Nasrani itu rupanya sedang liburan bersama keluarganya disini sejak kemarin, teman yang Hindu itu pun sama namun ia ada urusan kerja bukan liburan. Dan ini menarik seolah-olah ‘mereview semua yang terjadi di Bangsa dan Negara besar ini yang selalu digoyah badai ‘intoleransi yang muncul pre-Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu. Ke-2-nya melebur dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Indahnya untuk mereka dan kita yg setia kpd NKRI, bukan kelompok anti Pancasila. ‘Thanks God !
.
Mereka terlihat akrab sebagaimana The Blues Brother.pasangan menarik John Belushi dan Dan Aykroyd dalam perannya masing-masing.
.
Dari mereka saya banyak mendapat pelajaran dan pemahaman baru lagi, yaitu;
.
(1). Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan). Bila setahun (kalender Gregorian) berumur 365 hari, maka dalam setahun Galungan dirayakan 2 kali. Seperti tahun 2018 ini, Galungan jatuh pada hari Rabu ,30 Mei 2018 lalu dan Rabu 26 Desember 2018.
.
Masyarakat Hindu Bali merayakan Galungan sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Artinya setiap 210 hari, mereka melakukan instropeksi diri, apakah dalam perjalanan setahun penuh (210 hari), mereka lebih banyak melakukan kebajikan atau sebaliknya kebatilan (kejahatan atau keserakahan) yang mendominasi hidup mereka. Perayaan Galungan ditandai dengan dipasangnya penjor pada setiap pintu masuk pekarangan rumah-rumah orang Bali (Hindu)
.
(2).Bagi saudara-saudara yang merayakan hari Natal,tentunya hari-hari belakangan ini akan penuh suka-cita karena akan merayakan kelahiran Yesus Kristus (Nabi Isa AS) yang terjadi lebih dari dua ribu tahun yang lalu.
.
Dengan merenungkan peristiwa Natal, ada beberapa pesan penting kepada umat Kristiani yang harus dilaksanakan yaitu: Damai, sederhana, dan peduli. Damai, berarti tentram, rukun, saling menghormati dalam sukacita. Kehadiran Umat Kristiani dimanapun, dengan pikirannya, perkataannya, dan tindakannya harus membawa damai, membawa rukun, membawa tentram, membawa sukacita.
.
Kata teman yang Nasrani itu, “ Yesus telah merendahkan Diri-Nya, maka kami sebagai Umat Kristiani , murid Yesus juga harus rendah hati. Di dalam diri manusia kita jumpai Allah yang bersemayam. Di zaman yang sering terjadi kekerasan, pertentangan, perpecahan bahkan atas nama agama ini Umat Kristiani harus membawa kerukunan.
.
Di zaman yang serba materailistis, harta kekayaan menjadi tujuan utama dalam hidup, penghormatan kepada manusia diukur dari apa yang dimiliki ini, kami, Umat Kristiani harus menjadi teladan dalam hal kesederhanaan. Martabat manusia harus dijunjung tinggi, manusia lebih berharga dari pada harta kekayaan. Harta hendaknya menjadi jembatan agar bermanfaat bagi sesamanya, dan Tuhan menjadi tujuan….”, temannya yang Hindu tersenyum.
.
Setiap agama mempunyai hari raya, yang di kalender dicetak dengan warna merah menandakan bahwa hari raya itu dijadikan sebagai hari libur nasional sebagai tanda saling menghormati. Misalnya Hari Raya Idul Fitri, Waisak, Imlek, Nyepi, Natal, Galungan, Kuningan, dan sebagainya. Apapun SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN 2018 & SELAMAT HARI NATAL 2018. Tuhan bersama orang-orang yang toleran, Aamin YRA. Bersama ini juga kami sampaikan duka-cita sedalam-dalamnya kepada para korban Tsunami Selat Sunda (Banten-Lampung), RIP; Mohon maaf lahir bathin —– (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook