Warung Kopi BOGOR KAPAYUN “YANG MISKIN, JOKOWI ATAU PRABOWO-SANDI ?” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN
“YANG MISKIN, JOKOWI ATAU PRABOWO-SANDI ?”
.
Yth. Bapak Prabowo Subianto
Sebelumnya,  kami (Saya & Jonny Sirait,Amd – Ketum Bogor Kapayun & Sahabat Jokowi Kerja /Joker) mohon maaf karena kami bukan simpatisan bapak apalagi setelah bapak menjadikan Sandiaga Uno sebagai cawapres 2019-2024, maaf ya pak, namun ini hak pribadi kami dan juga teman-teman yang satu-sikap tentang ini.
.
Sejak bapak aktif mengikuti Pilpres 2014 lalu bapak tidak pernah membuat banyak orang nyaman apalagi optimis sebagai anak bangsa dan negara besar ini. Juga era Pilpres 2019 mendatang, sejak statemen Indonesia Bubar thn.2030, Tampang  Boyolali, Bakat Ngojek,  hingga semua statemen bapak tentang kemiskinan.
.
Jika memang banyak orang miskin, bapak lupa, ini pun karena banyaknya orang-orang warisan orde-baru yang terus korupsi hingga nilai > Rp.200 trilyun sejak thn.2004-2017 lalu. Baik di pusat hingga di-desa terpencil sekali pun. Tentu ini belum termasuk kerugian negara akibat illegal fishing > Rp. 2000 trilyun (Kemen-KP.RI/29/06/2018), Illegal Logging > Rp. 17,8 trilyun (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) /25/10/2018, dsb.Yang kesemuanya pun ‘panen disaat Orba atau warisan Orba.
.
Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang bertumbuh kembang dengan subur semasa Orde Baru, yg dilakukan dgn  represif dan opresif  selama ini telah membuat ‘lubang besar diantara si kaya dan si-miskin, ibarat guyon anak alay dijaman Orba, “Jangankan untuk kaya, untuk sakit pun orang miskin pasti bermasalah”.
.
Pancasila dijadikan hiasan belaka dalam dada pelaku korupsi, hingga akhirnya munculah figur ‘wong ndeso, mister koppig dan si-planga-plongo, Ir.H.Joko Widodo (Jokowi)   dan jajarannya membereskan ini semua. “Mereka yang berpesta, Jokowi yang cuci piringnya”, Tidak mudah memang, namun Jokowi berserah diri kepada allah SWT, Tuhan YME.
.
Maka disaat ada yang kembali hendak mengulang kembali romantisme orde-baru, itulah musuh relawan Jokowi sebenarnya. Termasuk Prabowo – Sandi yang mulai memainkannya, dan itu kesalahan timses mereka, jika kemudian muncul perlawanan dahsyat anti orde-baru. Seharusnya mereka membawa konsep lain dalam berkampanye.
.
Bagaimana Prabowo – Sandi bisa mewakili kemiskinan, jika selama hidupnya ada didalam kelebihan aneka rupa?
.
Bapak Prabowo Yth,
Karena kami gagal-paham, hampir puluhan kali kami ‘googling tentang negara Haiti yang bapak bilang ada di Benua Afrika namun tidak jelas ada dimana?, dimana  ini pun melambangkan keraguan bapak. Disatu sisi bapak bilang Haiti ada di Afrika, namun disisi lain bapak bingung Haiti ada dimana. Berikut statemen lengkap bapak dihadapan jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Jalan Ronggowarsito, Kota Solo, Minggu (23/12/2018)  lalu,  ….”Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita tidak tahu letaknya di mana,” Ahahaha…
.
Bapak Prabowo Yth,
Dari mbah google tertulis sbb, “Republik Haiti adalah sebuah negara di Karibia ,Haiti merupakan negara kedua yang merdeka di Benua Amerika setelah Amerika Serikat. Negara ini juga salah satu produsen gula terpenting di dunia.  Ibu kota: Port-au-Prince, Mata uang: Gourde Haiti, Presiden: Jovenel Moïse, Jumlah penduduk: 10,98 juta (2017). Jadi jelas pak, Haiti itu di Benua Amerika, bukan di Afrika ya?
.
Bapak Prabowo Yth,
Jika kita bicara Haiti, maka disana ada profil manusia ibarat ‘monster ganas, bernama François Duvalier alias  “Papa Doc” , lahir 14 April 1907 – meninggal 21 April 1971 pada umur 64 tahun. Dia adalah Presiden Haiti dari 1957 dan belakangan diktator (Presiden seumur hidup) sejak 1964 hingga kematiannya. Pemerintahannya ditandai oleh otokrasi, korupsi, dan penggunaan tentara pribadi untuk mempertahankan kekuasaannya
.
Di dalam negeri, Duvalier menggunakan pembunuhan politik dan pengusiran untuk menindas lawan-lawannya. Diduga hingga 30.000 orang yang terbunuh. Serangan-serangan terhadap Duvalier dari dalam militer sendiri dianggap sangat serius. Pada 1967 bom-bom diledakkan dekat Istana Kepresidenan, sehingga 20 perwira Pengawal Istana dihukum mati. Taktik-taktik seperti ini membuat negara berada di dalam cengkeramannya hingga kematiannya pada awal 1971, sehingga anaknya yang berusia 19 tahun Jean-Claude Duvalier kemudian menggantikannya. Pada 1986, 15 tahun setelah kematiannya, kerangka Duvalier digali dan secara ritual dipukuli hingga “mati”.
.
Bapak Prabowo Yth,
Berikut catatan kami dan seluruh relawan Jokowi, yaitu;  (satu) Indonesia sampai kiamat tidak akan pernah bubar karena kami setia kepada Pancasila, (dua) Kalau pun banyak dari kami bertampang Boyolali , ndeso & planga-plongo namun hidup kami nikmat karena tidak dibayangi korupsi atau kejahatan HAM, (tiga) kami yakin fitnah dan caci-maki kepada Jokowi tidak akan mengurangi kemuliaan yang diberikan Allah SWT – Tuhan YME kepada beliau dan (empat) jika Jokowi-KH.Ma’ruf Amin terpilih menjadi Presiden/Waprres RI thn.2019-2024 ini pun karena Allah memberikan ijin dan ridho-Nya.(lima). Menjadi pengemudi ojek online bukan pekerjaan sia-sia apalagi terhina, karena dicari dan dapat dgn halal dan kerja-keras. Dan (enam) Jikalau Jokowi menjadi Presiden kembali di thn.2019-2024, saya dan teman-teman relawan meyakinkan siapapun bahwa beliau  tidak akan menjadi ‘monster ganas seperti François Duvalier alias  “Papa Doc” di Haiti itu.   Inshaa Allah.
.
Demikian mohon maaf lahir bathin.. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook