Warung Kopi BOGOR KAPAYUN “BANDARA INTERNASIONAL PADJADJARAN BOGOR”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN
“BANDARA INTERNASIONAL PADJADJARAN BOGOR”
.
Indonews, Bogor – Saat ini Indonesia memiliki Lebih dari 27 Bandara Interrnasional di seluruh Indonesia, belum termasuk BIBU – Bandara Internasional Bali Utara yang pembangunannya sedang dipersiapkan di kabupaten Buleleng, Bali. Adapun Bandara domestiknya > 62 bandara. 
.
Disebut Bandara Internasional karena hanya melayani penerbangan antar kota di luar negeri, (kalau pun ada juga yg membuka penerbangan domestik) . Sedangkan  Bandara Domestik, hanya melayani penerbangan antar kota di negara itu sendiri.
.
KABUPATEN BOGOR BARAT & BANDARA BOGOR
Dibandingkan Bogor  Selatan, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara. Maka wilayah Bogor Barat lebih ‘fisibel untuk dibangun Bandara, karena Bogor Barat lebih luas dibandingkan yang lain. Dia mempunyai luas > 32.000 hektar, Maka sebelumnya, Bogor barat ini harus lebih dahulu menjadi DOB – Daerah Otonomi Baru, dalam arti menjadi KABORAT – Kabupaten  Bogor Barat . Saya membandingkan dengan  Bali saja ya, yang jumlah penduduknya tidak lebih dari 5 juta tapi diurus oleh 9 wilayah. sedangkan Bogor ini hampir 6 juta penduduknya, tapi hanya diurus oleh satu kepala daerah. Bisa dilihat sendiri mana yang lebih sejahtera. Pembangunan Bandara Bogor baik itu untuk domestik atau internasional pastinya  akan ‘memecah permasalahan selama ini karena pilihan masyarakat sekitar Bogor  dalam menggunakan transportasi  udara itu  saat ini hanya ada di bandara Halim-Jakarta Timur, bandara Soekarno-Hatta Tangerang, bandara Husein – Bandung dan Bandara Kalijati-Sumedang..”, demikian Bung Karno mengawali diskusi pagi ini di teras Istana Bogor kepada kami (Saya, Jonny Sirait,Amd. Mas Dicky Ary Buntoro & Rindi Rindiawan ‘Bobby’)
.
“Seperti saya tahu rencana pembangunan BIBU – Bandara Internasional Bali Utara hanya membutuhkan biaya > Rp. 6,7 triliun  sekaligus pembangunan jalan tol lintas Bali Selatan & Utara > 77 Km, yang pembangunannya diperkirakan thn.2019-2024  di luas lahan > 1.060 hektar , panjang landasan > 4.100 meter (2 runway), 30 gedung, terminal > 230.000 meter,dsb. Ini dibangun untuk menyerap target Bali ‘menerima > 50.000 wisatawan/hari karena saat ini BINR – Bandara Internasional Ngurah Rai hanya mampu < 30.000 orang/hari. Hal lain, agar adanya pemerataan dan keadilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali diluar Denpasar..”, tambah Bung Karno. . “Siap Paduka, apa memang sudah merasa perlu ada Bandara di Bogor?”, tanya Lae Jonny. Bung Karno tidak langsung menjawab, beliau menoleh Bobby,”Jawab,Bob”,kata beliau. . Bobby yang Wakil Ketua DPD GMPK kab.Bogor dan Pemimpin Perusahaan Indonews menjawab, ----- ”Siap bapak, begini Lae, saat ini kami sedang menghitung berapa biaya untuk pembangunan Bandara Bogor dan segala sesuatunya dengan detil. Angka sementara itu berkisar Rp.600 milyar -1,6 trilyun. Kami juga sedang berdiskusi dengan Pemkab Bogor,khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) tentang ini. Sudah kami sepakati beberapa tahapannya, bahkan  proses perencanaannya telah memasuki tahap pembahasan revisi Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) di tingkat Pemprov Jawa Barat.Termasuk lokasi tetap sesuai dengan rencana, kami sedang meneliti diantara 14 kecamatan yang ada di Bogor barat ,dikordinat mana lokasi itu. Kalau pun beredar isu di kecamatan Rumpin, namun itu masih bisa kita koreksi. Harus matang, tidak asal-asalan saja.”, jawab Bobby.  . Mas Dicky, Dewan Redaksi Indonews Bd.Community Developmen ikut berkata. “ bandara Bogor untuk tahap awal cukuplah 400 Hektar saja menuju 750 hektar. Lahan seluas itu sudah termasuk landasan pacu pesawat atau Runway yakni sekitar 1.800 meter. Kami sudah hitung tahapan pembangunannya secara bertahap, untuk tahun ini hanya sekitar 34 hektar. Jika pembangunannya dilaksanakan tahun depan, maka tahun 2023 seharusnya bandara Bogor ini sudah bisa dioperasikan,” ungkap mas Dicky penggemar asinan Bogor yakin.
BANDARA BOGOR & REGULASI TERKAIT
Bung Karno mengajak kami kehalaman belakang, seperti biasa sambil beliau memberi makan rusa-rusa, “Arief, Jonny, Dicky & Bobby. Membangun bandara di kabupaten Bogor itu bukan sesuatu yang mustahil. Karena itu sudah diatur dalam ;
.
1.Undang-Undang nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan;
2.Peraturan Pemerintah nomor 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan;
3.Peraturan Pemerintah nomor 70 Tahun 2001 Tentang Kebandarudaraan;
4.Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 11 Tahun 2010 Tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional;
5.Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 48 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Bandar Udara; dan
6.Peraturan Pemerintah nomor 6 Tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Perhubungan.
.
Yang jelas dalam aturan ini disebutkan bahwa; (1).  Pembangunan bandar udara pusat penyebaran dan bandar udara bukan pusat penyebaran yang ruang udara di sekitarnya dikendalikan hanya dapat dilakukan setelah ditetapkan keputusan pelaksanaan pembangunan oleh Menteri;, (2). Pembangunan bandar udara bukan pusat penyebaran yang ruang udara di sekitarnya tidak dikendalikan hanya dapat dilakukan setelah ditetapkan keputusan pelaksanaan pembangunan oleh Bupati/Walikota; dan (3).Penyelenggara bandar udara melaksanakan pekerjaan pembangunan bandar udara paling lambat 1 tahun sejak keputusan pelaksanaan pembangunan ditetapkan.

SELAMAT DATANG BANDARA INTERNASIONAL PADJADJARAN BOGOR
Kami terdiam, Bung Karno mengajak kembali kami masuk ruangan. Beliau mencuci tangan di westafel, kemudian bertanya. “Apa nama bandaranya menurut kalian?”,  kami serentak menjawab, “BANDARA PADJADJARAN”, Bung Karno mengangkat kedua jempol tangannya dan berkata, “Selamat datang, BANDARA INTERNASIONAL PADJADJARAN BOGOR”, kami semua berpelukan, Bung Karno tersenyum. Inshaa Allah.Atas nama manajemen INDONEWS, DPD GMPK Kab.Bogor, LSM Bogor Kapayun, LSM Sahabat Jokowi Kerja/Joker, LSM Bodesuci dan Relawan Jokowi seluruh Indonesia, kami haturkan ucapan  Turut Berduka Cita atas musibah Longsor di Cisolok Sukabumi, Kepada-Nya kita memohon kekuatan lahir-bathin, Aamiin YRA — Mohon maaf lahir bathin  —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook