Boro-Boro Rehab Rumah Untuk Makan Sehari-hari Dan Berobat Pun Tak Punya

Boro-Boro Rehab Rumah Untuk Makan Sehari-hari Dan Berobat Pun Tak Punya

Indonews Depok. Itulah ungkapan Ibu Dewi Sumiati salah satu warga Kebon Kopi RT 01/07, Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan Kota Depok.

Dewi (59) dan suami Edi (69) beserta ibunya Maimunah yang sudah sepuh usia 94 Tahun, tingal disebuah rumah yang tampak sudah kumuh dimakan usia, pasalnya, rumah yang mereka tempati kurang lebih 40 tahun, sampai sekarang rumah tersebut belum pernah direhab, sehingga bagian atas/plafon sudah semuanya keropos terlebih bagian dapur sudah hancur, dan jika hujan turun ia selalu menyiapkan ember agar tidak kebanjiran.

Selain itu, di usia senja ini, ia mengidap penyakit sakit jantung dan Pendengaran, Sementara Dewi, mengalami Autoforosis Sendi tulang sakit terlebih pada dengkul kaki bengkak menurutnya, kata Dokter yang memeriksa, ia harus segera di obati / dioperasi, karena ada pengendapan lemak di daerah dengkul kaki sehingga bengkak dan kalau jalan keluar harus pake tongkat.

Sementara Nenek Maimunah (94), sudah lama terbaring dikamar beralaskan tikar dan kasur sudah lapuk, ia mengalami sesak napas, Rhematik.

“Setiap dua kali dalam seminggu kami bertiga harus berobat untunglah ada anak saya yang mengantar berobat itupun bergantian mengantar kami bertiga.

Alhamdulilah Selama ini ada yang memberi dan mengarahkan kami kerumah sakit, namun ongkos dan obat obatan sebagian harus beli, karna tidak tersedia semua obat obatan, karena kami setiap hari harus Mengkonsumsi Obat, terlebih suami saya sudah tidak bisa beraktivitas bekerja lagi.

Kami kesana kemari mencari biaya dan pinjam sana sini untuk biaya Transportasi dan membeli Obat karna obat tidak semua dikasih dirumah sakit,”ujar Dewi saat di wawancarai, Jum’at 04/01/2018.

Ditanya mengenai bantuan dari Pemerintah setempat melalui RT/RW, Dewi, Menggelengkan kepala, “Sama sekali Tidak ada pak, Justru Orang lain yang dikasih yang lebih mampu dari pada Kami, Kami tidak dapat , Raskin, KIS, BLT dan bantuan lainnya malahan yang dapat bantuan orang yang lebih mampu dari kami, yang lebih menyedihkan Rumah kami yang Hampir Roboh atap rumah pada lapuk bila Hujan atap genteng Bocor, kami tetap bertahan dan berdoa serta berusaha sekuat tenaga,”Ujarnya.

Ditanya Mengenai RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) atau program Bedah rumah, Dewi Sumiati menjawab, “Kami sudah mengajukan beberapa kali ke RT/RW melalui anak saya, namun justru yang dapat koq Orang lain, padahal kalau dilihat dari kelayakan bisa bapak lihat sendiri keadaan rumah kami,”Sedihnya.

Harapan kami, mohon Keadilan dari Pemerintah Setempat untuk bisa memberikan kepada yang berhak atau tepat sasaran dan bertindak adil jangan faktor saudara atau kerabat dekat.

Mudah mudahan dengan adanya bapak wartawan dan teman yang lain mengunjungi Gubuk kami, bisa disampaikan kepada pemerintah dan tentunya masyarakat bisa melihat membantu mencarikan jalan keluar yang terbaik demi keadilan untuk kami,”Tutupnya.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook