Gubernur Jawa Barat Berjanji Akan Urus kakak beradik Korban Longsor Di Sukabumi

Gubernur Jawa Barat Berjanji Akan Urus kakak beradik Korban Longsor Di Sukabumi

Indonews Sukabumi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan kakak-adik tersebut saat mengecek lokasi longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1).

Hengki (12) dan Farel (8) kehilangan keluarga tercinta akibat longsor di kampung adat Sukabumi. Jasad ayahnya, Ahudi, ditemukan petugas pada Selasa (1/1). Sedangkan sang ibu, Adsih, belum diketahui nasibnya.

Emil, sapaan Ridwan, menceritakan pertemuannya melalui akun Instagram.

“HENGKI dan FAREL, kakak beradik ini menjadi yatim piatu karena kedua orang tua tercintanya menjadi korban longsor di Desa Sinarresmi, Cisolok Sukabumi ini. Tanpa mereka ketahui, Allah selamatkan mereka berdua, karena pada saat magrib (saat datangnya longsor besar itu), mereka berdua sedang berjalan kaki mau shalat magrib dan mengaji di masjid terdekat,” tulis Emil sebagaimana dilihat, Kamis (3/1/2019).

Emil menegaskan akan mengurus Hengki dan Farel. “lnsya Allah ke depannya, hidup keduanya akan saya dan Bu Cinta @ataliapr urus sampai mereka dewasa dan mandiri. Semoga Allah selalu melindungi Hengki dan Farel dan memberikan ketabahan lahir bathin karena kehilangan orang tua kandungnya. Aamiin,” kata Emil.

Awak media, bertemu Hengki dan Farel yang menerima bantuan dari Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) SDN Cimapag, Kamis (3/1/2019). Duka nestapa terpancar dari wajah kedua bocah itu.

Mewakili adiknya, Hengki mengucapkan terima kasih atas niat Emil yang bersedia mengurus kehidupannya hingga dewasa kelak. Mereka bersedia diurus Emil selama tidak meninggalkan kampung halaman. “Tapi saya pengennya tinggal di sini saja. Mau di sekolahkan tinggi (oleh Emil), tapi mau tetap di sini saja,” ujar Hengki.

Hengki mengaku ingin bersama saudara-saudaranya di Desa Sirnaresmi. Selama ini Hengki dan Farel tinggal bersama keluarga sang paman, Deden, yang juga selamat dari timbunan longsor.

“Cita-cita mau jadi guru,” ucap Hengki.

Hengki dan Farel selamat dari timbunan longsor. Namun tidak dengan ayah dan ibunya. “Ibu sedang tidur, bapak baru saja keluar rumah. Bapak langsung terseret. Kalau saya dan adik baru keluar dari rumah mau mengaji bersama teman-teman,” tutur Hengki.

Dia dan adiknya sempat sembunyi di belakang rumah pamannya. Longsoran sempat tertahan dinding rumah tersebut. Setelah mengetahui longsoran tanah berhenti, keduanya berlari cepat ke bawah bukit. Tak lama kemudian longsor susulan kembali menerjang dan mengubur hunian tersebut.(***/Red)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook