Warung Kopi BOGOR KAPAYUN. “ SIAPA YANG INGKAR JANJI ?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN.
“ SIAPA YANG INGKAR JANJI ?”
.
Indonews, Bogor – Malam ini terasa sunyi,hujan tiada henti membasahi kabupaten Bogor. Kami, (Saya  Jonny Sirait, Ary Dicky Buntoro & Bobby ) masih disana. Di Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
Di televisi masih terlihat dialog interaktif lintas agama tentang ‘Hukum Ingkar janji Dalam Pandangan Agama’, ditelevisi itu nara-sumbernya adalah para pemuka Agama Islam, Katolik, Hindu & Budha.
.
“Sepertinya Ingkar Janji bukan melulu terdapat dalam hubungan suami istri,  keluarga, handai-taulan, pertemanan dsb – juga masuk dalam lingkaran bisnis apapun…”, buka Lae Jonny-Pimred Indonews, Ketum Bogor Kapayun & DPD GMPK Kab.Bogor.
.
“Ingkar janji alias berbuat kebohongan. Hampir setiap orang yang pernah berhubungan dengan orang lain kami kira sudah pernah merasakan, betapa pahitnya dibohongi orang lain dengan ingkar janji. Memang ingkar janji itu penuh dengan madharat, banyak sisi negatif yang akan timbul akibat ingkar janji ini…”, potong Mas Dicky – Dewan Redaksi Indonews dan Penasehat DPD GMPK kab.Bogor 
.
Bobby – Wakil Ketua DPD GMPK Kab.Bogor menambahkan, “Sepakat, Ingkar janji adalah Bom Waktu bagi siapapun yang mengingkarinya. Mengapa?, (1). Jika orang yang diingkari itu tidak rela, maka akan bereaksi dan timbul kemarahan. Jika marah tak terkendali, bisa menimbulkan pertengkaran, perkelahian, bahkan bisa menyebabkan pembunuhan. Pemimpin ingkar janji terhadap rakyatnya, maka bukan mustahil akan menjadi pemberontakan dan prahara di negerinya., (2). Jika yang ingkar janji suatu perusahaan terhadap karyawannya, karena hak-hak karyawan//buruh dilalaikan, otomatis akan ada perlawanan besar dan berlarut-larut. Sehingga merugikan banyak aspek. Itu juga termasuk ingkar janji dalam satu LSM/Ormas/Parpol  juga para capres dan kepala daerah, SKPD ,BUMN/D, dsb…”
.
Kemudian kami terdiam kembali menonton televisi, sambil menyerup kopi-kopi kami yang pahit ini. 
.
JANJI DALAM AGAMA ISLAM
Dalam Islam, janji adalah sesuatu yang sangat di jaga, selama janji tersebut tidak bertujuan untuk berbuat dosa dan ingkar kepada Allah. Dan setiap muslim sangat di tekankan untuk menepati janji yang sudah mereka ikrarkan. Adapun perintah untuk menepati janji telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl : “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. 16:91)
.
Allah SWT sangat melaknat ummat Islam yang ingkar janji maka disebutlah mereka kedalam golongan ummat yang munafik, Sabda Rasulullah s.a.w.:”Dan apabila berjanji, dia berkhianat.”
.
Petikan hadis ini menjelaskan bahwa barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, sama ada kepada isterinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada kesiapa sekalipun, kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab uzur syar’i atau halangan yang benar-benar menghalang tanpa dikehendakinya, maka telah melekat pada dirinya salah satu tanda kemunafikan
.
JANJI DALAM PANDANGAN NASRANI
Dalam berbagai referensi Alkitab, ummat Nasrani diminta untuk menjauhi janji atau sumpah jika tidak mampu dilaksanakan dengan baik. Dan ini menjadi pegangan pula ummat Katolik,: jangan bersumpah, baik kepada Allah atau kepada sesama kita. (Pertama), kita tidak dapat mengetahui secara pasti apakah kita akan bisa menepati sumpah yang kita buat. Fakta bahwa kita rentan membuat kesalahan ketika membuat keputusan, yang merupakan bagian dari natur dosa, bisa saja membuat kita bersumpah karena kebodohan atau ketidakdewasaan kita. 
.
(Kedua), kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan – hanya Allah yang bisa. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok (Yak 4:14), sehingga bersumpah bahwa kita akan atau tidak akan melakukan sesuatu adalah sebuah kebodohan. Allah-lah yang memegang kendali, bukan kita. Dia “bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Rom 8:28). 

Dengan mengetahui hal ini, kita dapat melihat bahwa tidak ada gunanya bersumpah. Tindakan semacam itu menunjukkan kurangnya iman-percaya kita kepada Dia (Yesus/Nabi Isa AS)
.
JANJI DALAM AGAMA HINDU
“tika merupakan suatu hal yang sangat penting sebagai acuan dalam berprilaku. #aiknyasuatu masyarakat atau indi$idu dapat dilihat dari bagaimana dia menempatkan sesuatu padatempatnya, dan bagaimana dia berprilaku. “tika merupakan rasa cinta kasih, rasa kasihsayang, dimana seseorang yang menjalani dan melaksanakan etika itu karena ia mencintaidirinya sendiri dan menghargai orang lain.”tika dalam agama %indu dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tata nilai, tentang baik dan buruknya suatu perbuatan manusia, mengenai apa yang harus dikerjakan dan apa yangharus ditinggalkan, sehingga dengan demikian akan tercipta kehidupan yang rukun dan damaidalam kehidupan manusia.
.
Dalam agama Hindu etika dinamakan ‘susila, yang berasal dari dua suku kata, ( su)
yang berarti baik, dan ( sila) berarti kebiasaan atau tingkah laku perbuatan manusia yang baik.
.
Ummat Hindu demikian ‘concern dalam mengamalkan ‘Tri Ka$a Parisuda,  tri artinya tiga,ka$a berarti tingkah lakudan Parisuda  berarti mulia atau bersih.Tri Kasa Parisuda adaalah tiga tingkah lakuyang mulia (baik); WANACIKA (berpikir yang baik dan suci).Lalu, KASIKA (berbuat yang baik dan jujur).Dan yang terakhir adalah  WACIKA (berkata yang baik dan benar).
.
Seseorang dapat dinyatakansebagai Wacika’ apabila ia: 1.Tidak mencaci maki orang lain.2.Tidak berkata/kata yang kasar kepada orang lain.3.Tidak memitnah atau mengadu domba dan 4.Tidak ingkar janji

.
INGKAR JANJI WARGA KINAN CITY BOGOR ATAU DEVELOPERNYA?
Tidak lama televisi kami matikan karena halilintar besar, maklum TV jadul, rentan rusak.Ahahah. Kami  pun termenung, akan ‘ingkar janji yang disampaikan para nara-sumber tadi. Termasuk ingatan kami kembali akan kasus adanya perlawanan warga perumahan Kinan City, Bogor atas rencana pembangunan Jakarta Pavilion Apartemen (JPA) yang dianggap warga Kinan City sebagai sesuatu perlawanan karena pihak JPA melakukan ‘ingkar janji?
.
Iya benar. Masalah ini telah lama berjalan, jangan-jangan pihak JPA pun menganggap wargalah yang ‘ingkar janji.Maka untuk kejelasan masalah ini saya mencoba menelepon seorang sahabat  yang juga aktifis , Zentoni,SH,MH sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor  yang juga kuasa hukum warga.
.
Kalau pun melalui seluler ada beberapa hal menarik yang kami catat, diantaranya:
1.Kuasa Hukum menganggap JPA telah ingkar janji kepada warga
2.Berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 29 Oktober 2018, LBH Bogor telah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh Warga Perumahan Kinan City Tolak Pembangunan Jakarta Pavilion Apartemen (JPA)
3.Penolakan warga perumahan atas apartemen yang akan dibangun oleh PT Mega Karya Astra Buana tersebut berdasarkan beberapa aspek. Diantaranya, Sekitar tahun 2013 ketika warga Perumahan Kinan City akan membeli unit-unit rumah dari PT. Indokinan Pratama tidak ada didalam siteplan untuk pembangunan Apartemen setinggi kurang lebih  20 lantai tapi dilokasi itu yang ada hanya 88 Rumah 1 Lantai, 31 Rumah 2 lantai dan 10 unit Ruko. Jadi bagaimana bisa kemudian mereka membangun Apartemen.
.
Sayang pembicaraan kami terputus karena hujan dan halilintar demikian gencar, seolah mengungkapkan rasa marah adanya ‘ingkar janji ini?, entahlah..yang jelas kami semua  & Zentoni berjanji akan bertemu kembali. Mohon maaf lahir bathin ———  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook