Warung Kopi BOGOR KAPAYUN “CAPRES & WAPRES  2019-2024 TIDAK BISA NGAJI  & JADI IMAM SHOLAT ?” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN
“CAPRES & WAPRES  2019-2024 TIDAK BISA NGAJI  & JADI IMAM SHOLAT ?”
.
Indonews, Bogor – Pulang dari pertemuan di Sentul, Bogor dengan beberapa tokoh ‘papan-atas  relawan non-partisan. Kami (Saya, Ary Dicky Buntoro, Jonny Sirait & Bobby) menuju Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, hampir 1 jam perjalanan,  dari jauh tampak warkop ini gelap , tidak seperti biasanya, hanya beberapa lampu cempor dan petromak ada disana. “Mati Lampu dari siang, A”, jawab Abah Jenggo pemilik warkop yang akrab memanggil saya dengan panggilan ‘Aa (Kakak).
.
PLN KAB.BOGOR, BYAR PET !
“Sabar saja Bah, Inshaa Allah dalam 100 hari kerja Bupati  Ibu Hj.Ade Yasin & Wabup Iwan Setiawan bersama Kepala Cabang PLN kabupaten Bogor akan mengevaluasi semua ini. Abah harus percaya jika ini adalah hal kecil dalam  mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten Termaju thn.2019-2023, ini sangat ironis bagaimana mau termaju jika listriknya selalu byar-pet, Ahahaha..”, rajuk Lae Jonny, abah Jenggo manggut-manggut.Kemudian abah menyerahkan sebuah kliping surat-kabar nasional edisi Mei 2017 lalu, kemudian Lae Jonny mengambil dan membacanya, sbb:
.
JOKOWI TOKOH MUSLIM DUNIA ,BUKAN PKI !
“ Bulan Mei 2017,  Pusat Studi Strategi Islam (PSSI) di Amman, Jordania, merilis daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. Sejumlah nama di Indonesia masuk dalam jajaran 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia, menurut lembaga riset independen berbasis di Yordania itu. Subhanallah, dalam daftar  itu , Presiden Joko Widodo berada diperingkat ke 13, sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj berada di urutan 20. Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pendakwah Luthfi bin Yahya juga masuk dalam daftar..”, kata Lae Jonny  – Yang juga Ketum Sahabat Jokowi Kerja/Joker ini. 
.
Mas Dicky – Dewan Redaksi Indonews menambahkan, “ Jelas ya, Itu bukan Hoax, ini hanya bagian  ‘terkecil dari bagaimana dunia demikian menghormati beliau. Dan ini pembuktian terbalik atas fitnah bahwa Jokowi PKI. Bagaimana seorang PKI dapat tempat terhormat di dunia. Kata mereka, Jokowi adalah tokoh yang dikenal sebagai ‘pemimpin yang populis, yang lahir ‘bukan’ dari latar belakang militer , bukan orang kaya, tidak bermasalah dengan HAM, tidak bermasalah dengan korupsi, mampu menjadi imam shollat dsb . Jadi  dari daftar semacam ini, penghargaan ini pastinya ‘Ingin memberikan contoh keteladanan, tokoh-tokoh yang bisa diteladani, menginspirasi untuk Islam yang damai, ramah, toleran, dan moderat.”, kata Mas Dicky yang juga Sekjend Jaringan Makmur Nusantara & Penasehat DPD GMPK Kab. Bogor.
.
Lae Jonny mengambil kliping itu lagi dan berkata, “Aku Nasrani, ikut bangga dengan hal ini kalau pun ini berita lama. Jokowi masuk daftar  tokoh muslim dunia, akan menjadi motivasi dan referensi muslim dimana pun berada untuk meneladani sosok-sosok Islam yang telah berperan mewujudkan toleransi dan kedamaian, apalagi Indonesia mayoritas beragama muslim. Ini berkat Allah, tidak boleh ada yang menafikannya, maka berilah tauladan dan contoh baik bagi kami yang dianggap minoritas. Padahal sedih rasanya dengan istilah ‘minoritas itu. Tapi sudahlah, karena kita adalah NKRI yang beridiologi Pancasila” tambah Lae Jonny sambil merapihkan rambutnya.
.
CAPRES/WAPRES HARUS PINTAR NGAJI?
Tiba-tiba Abah Jenggo ikut duduk dekat kami dan bertanya, “.. Maaf Abah hanya bertanya, boleh dijawab boleh tidak. Apakah ada kewajiban Capres & Wapres thn.2019-2024 ini bisa ngaji?”, semua terdiam,saya mencoba mengambil alih forum warkop ini, ahahah..
.
“Abah, dalam UU No 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden mengenai Syarat Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia  yang ada sekitar 18 poin, memang tidak tertulis tentang Capres/Wapres harus bisa mengaji. Namun jangan lupa kalau pun ini bukan negara Islam, idealnya memang harus demikian. Yang paling sederhana adalah minimal mereka mampu menjadi imam shollat. 
.
Dalam 18 poin itu juga tidak ada kalimat Capres/Wapres harus beragama Islam, namun di poin 1 (satu) tertulis ‘Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi saya pribadi ke-18 poin itu menjadi catatan kita semua untuk Capres/Wapres RI thn.2019-2024 mendatang, ini sesuai urutan poin di UU itu ya, yaitu:
.
1.Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri
3.Tidak pernah mengkhianati negara, serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya
4.Mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden
5.Bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
6.Telah melaporkan kekayaannya kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara
7.Tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara
8.Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan
9.Tidak pernah melakukan perbuatan tercela
10.Terdaftar sebagai Pemilih
11.Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah melaksanakan kewajiban membayar pajak selama 5 tahun terakhir yang dibuktikan dengan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi
12.Belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama
13.Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945
14.Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih
15.Berusia sekurang-kurangnya 35 (tiga puluh lima) tahun
16.Berpendidikan paling rendah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat
17.Bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung dalam G.30.S/PKI
18.Memiliki visi, misi, dan program dalam melaksanakan pemerintahan negara Republik Indonesia
.
Kami semua merenung akan profi para Capres/Wapres RI thn.2019-2024, Jokowi-KH.Ma’ruf Amin & Prabowo-Sandi,  siapakah diantara mereka yang lebih ‘banyak mempunyai kelemahan atas ke-18 poin diatas, Abah menggaruk-garuk kepala.
.
SIKAP PBNU, ULAMA ACEH & KPU  TENTANG CAPRES/WAPRES BISA NGAJI
Dilain sisi, keinginan publik, khususnya ummat Islam Indonesia yang berharap Capres/Wapres bisa mengaji , kalau pun itu bukan aturan baku KPU di Pilpres yad, telah mendapat dukungan PBNU – Pengurus Besar Nadhlatul Ulama yang mempunyai ‘grassroot lebih dari 80 juta orang ini. Dan hal ini disampaikan melalui Sekretaris Jenderal PBNU , Helmy Faishal di kantor PBNU-Jakarta , Helmy menilai tes baca Alquran penting agar masyarakat mengetahui kemampuan mengaji pasangan Capres/Wapres mendatang. “Indonesia dikenal sebagai penduduk muslim terbesar, mungkin banyak yang ingin tahu capres/wapres kiita ini bisa baca alif, ba, ta, tsa, apa enggak. Tes baca Alquran ini menjadi kewenangan masing-masing pasangan calon. Jika memang tak berkenan, maka tes baca Alquran itu tak wajib diikuti. Kalau capresnya mau datang terserah, kalau enggak mau ya itu hak mereka. Jadi diserahkan ke masing-masing,” katanya,” ujar Helmy di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/1/2019). 
.
Seiring sikap PBNU , mendapat respon aktif dari  Dewan Ikatan Dai Aceh & Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh melalui Wakil Ketua MPU Aceh, Lem Faisal. Beliau mengatakan tes baca al Quran ini diharapkan bisa mengakhiri politik identitas yang marak belakangan ini.
.
Termasuk sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI,  melalui Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari  beliau mengatakan bahwa KPU tidak mempersoalkan jika tes baca Alquran digelar bagi calon presiden-wakil presiden. Demikian juga bila para kandidat menghadiri undangan tersebut. Namun, hal itu menjadi kesepakatan masyarakat setempat dengan para kandidat. Karena masyarakat punya kriteria dalam memilih pemimpin. Kompetensinya itu dibuktikan dengan berbagai uji kemahiran yang dimiliki, termasuk membaca Alquran.  Maka dari itu, berbagai usulan terkait tes bisa saja dilakukan selama tidak menyalahi aturan
.
Saya terbatuk, tak sadar jika kopi ini telah habis. Abah menuangkan kopi panas baru dari tekonya, termasuk di gelas Mas Dicky dan  Lae Jonny yang juga telah kosong sejak tadi, Ahahahah..
.
Saya berkata dalam hati, INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM, namun wajar saja jika para Capres & Wapres harus mampu mengaji & menjadi imam sholat, ke-2-nya, memang tidak ada di aturan KPU untuk Pilpres 2019 mendatang. Namun, muncul pertanyaan kemudian,  siapa dianatara mereka yang mampu menerima ‘tantangan ini?, Orang Betawi bilang ‘Bijimane nih?, OK, kami tunggu jawaban dari mereka. Mohon maaf lahir bathin …. ———  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook