Bupati Dan Walikota Sukabumi Angkat Bicara Soal Band Ska Asal Sukabumi Diserang Orang Tak Dikenal di Jakarta

Bupati Dan Walikota Sukabumi Angkat Bicara Soal Band Ska Asal Sukabumi Diserang Orang Tak Dikenal di Jakarta

Indonews Sukabumi. Penganiayaan rombongan band ska asal Sukabumi, Slowly Project saat akan manggung di Jakarta mengundang kecaman netizen mengundang kecamanan. Dari kepala daerah hingga netizen Sukabumi menyayangkan sikap tidak simpatik yang ditunjukkan para pelaku penyerangan yang diduga supporter sepak bola.

“Saya sangat prihatin dan minta agar segera dapat teratasi serta meminta pelaku ditindak sesuai hukum,” ungkap Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang disampaikan kepada Kabag Humas Setda, Agus Taufik kepada awak media, Senin14/1/2019).

Agus menambahkan Pemda Kabupaten Sukabumi menyayangkan terjadinya peristiwa yang mengakibatkan adanya korban baik manusia maupun material. “Acara musik jelas tidak ada kaitannya dengan olah raga sepakbola atau dukung mendukung salah satu klub sepakbola. Semoga insan musik apalagi sepak bola atau pun suporter klub tidak terpengaruh dan berpikir jernih menyikapi peristiwa ini.”

Agus berharap warga Kabupaten Sukabumi tidak terpancing, karena penganiayaan ini sudah ditangani pihak berwajib. “Khususnya untuk pendukung Persib di Sukabumi harus lebih dewasa menyikapi hal ini, baru hari Minggu kemarin di Pantai Palampang Ciwaru Ciemas pada hut viking geopark ke-1 dihadiri Bupati Sukabumi dan Ketua Viking Bandung Kang Yana, salah satu pesannya viking dimanapun harus menjaga nama baik organisasi dan nama baik Jawa Barat untuk tidak berbuat anarkis,” pungkasnya.

Reaksi atas penyerangan Slowly Project ini juga diungkapkan Wali Kota Sukabumi, Ahcmad Fahmi. Melalui pesan singkat Fahmi mengabarkan turut prihatin dan mengecam atas kejadian yang dialami oleh personel, kru dan fans Slowly Project.

“Musik sejatinya pemersatu bukan pemecah belah. Mari kita saling bersatu bukan saling adu karena kita semua keluarga besar yg dibingkai dalam NKRI tercinta. Untuk warga Sukabumi tercinta, tetap tenang dan jangan terprovokasi sedikitpun, InsyaAllah kita percayakan pada aparat keamanan untuk menindaklanjuti kejadian. #kabehdulur,” tulis Fahmi.

Dan kini Polisi masih menyelidiki pengeroyokan terhadap personel dan kru band Slowly Project,Polisi menduga ada teriakan provokatif yang memicu pengeroyokan tersebut.

“Ini kelompoknya kayaknya nggak terkenal, tapi kayaknya karena dia band dari Sukabumi ada yang teriak-teriak apa gitu ‘viking…viking’ mungkin orang Jakarta simpatisan Jakmania atau apa, tapi belum jelas,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Apriyanto, seperti yang dilansir detikcom, Selasa (15/1/2019).

Menurut Anton, pelaku diperkirakan berjumlah 25-30 orang. Selain dikeroyok, para korban diintimidasi.

“Itu di dalam keterangan saksi (ada) yang ngeroyok dan intimidasi segala macem,” ucapnya.

Polisi telah menerima laporan terkait kejadian itu. Rekaman CCTV diperiksa untuk mengidentifikasi para pelaku.

Hanya, hasil rekaman dari kamera CCTV yang diperoleh polisi kurang jelas sehingga polisi kesulitan melacak para pelaku.

“Kita masih blank dari petunjuk motor cuma orang-orangnya, wajah-wajahnya saya dapat, tapi nyari wajah se-Jakarta se-Indonesia susah gitu aja,” tambahnya.(R. Iyan Mufti/***)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook