Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! ‘OPTIMISME JOKOWI , HTI, PETRAL & LAPINDO”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
‘OPTIMISME JOKOWI , HTI, PETRAL & LAPINDO”
.
Indonews, Bogor – Tepat hari  Rabu (19/7/2017) lalu , Kementerian Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI), maka secara hukum ,  HTI resmi dibubarkan pemerintahan Jokowi.  Pencabutan dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPPU) No.2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Perppu ini dibuat setelah pemerintah ‘menangkap  aktifitas HTI dianggap ‘ANTI-PANCASILA’
.
Dari 5 (lima) alasan Pemerintahan Jokowi membubarkan HTI ,yaitu: Aktifitas HTI selama ini  menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI . Hal lain,  Keputusan (pembubaran)  ini diambil bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 1945.
.
HTI masuk ke Indonesia pada thn.1983 oleh Abdurrahman al-Baghdadi, seorang aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia. Ia memulainya dengan mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan yang punya anggota cukup banyak saat ini.
.
Karena HTI telah dibubarkan, maka tidak ada seorang pun ‘boleh menghidupkannya kembali, baik sembunyi atau terang-terangan. Namun melalui INDONEWS ini kami menghimbau teman-teman jangan main hakim sendiri, serahkan kepada penegak hukum jika ditemui orang melakukan hal ini.’Ahahahah..
.
Pemerintahan Jokowi sejak thn.2015 selalu optimis mampu mengurai & meng-eksekusi atas segala permasalahan yang diwariskan pemerintahan sebelumnya. Kalau pun jauh hari Jokowi selalu berkata bahwa ‘Dia Bukan Dewa, namun Jokowi selalu optimis dan mampu menyelesaikannya 
.
Demikian awal diskusi warung kopi BOGOR KAPAYUN ! malam lalu, antara kami (Saya, Mas Ary Dicky Buntoro, Jonny Sirait, Bobby, Iyan Mufti, Aleza, Wawan, Nino , Ade dan Ireq )  sepulang dari Sentul, Bogor dan usai bertemu Doni Maradona Hutabarat,SH – Caleg DPRD Prov.Jawa Barat Dapil Jabar VI kab. Bogor/PDIP. Saat itu hujan demikian besar,  namun kami tetap kesana. 
.
Diskusi selanjutnya, adalah membahas tentang ‘OPTIMISME JOKOWI SIMBOL NEGARAWAN SEJATI’. Para Pembaca INDONEWS Yth,  sejak menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta thn.2012, Jokowi adalah pemimpin yang senantiasa ‘optimis’ atas semua hal yang akan dikerjakan. Tidak perlu retorika, tidak perlu omong-doang. Dia bekerja karena hati. Amanah yang diberikan > 70,9 juta pemilihnya (53%) di Pilpres 2014 lalu semakin membuat  Jokowi bekerja keras. Termasuk menjelang Pilpres 2019 mendatang.
.
Hal ini kemudian terbuktikan dalam beberapa aktifitas optimis  Jokowi, diantaranya:
.
(1).  JOKOWI MEMBUBARKAN PETRAL , MAKA NEGARA HEMAT Rp.250 MILYAR/HARI
Para Pembaca INDONEWS Yth, Selama puluhan tahun, tepatnya sejak thn.1969 lalu, proses pengadaan impor minyak di Indonesia dilakukan lewat Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), anak usaha Pertamina yang berdomisili di Singapura. Pembelian lewat Petral ini disebut-sebut sebagai ladang subur bagi ‘mafia migas.
.
Jokowi merasakan & mengamati  semua itu, dan beliau optimis jika Petral dibubarkan maka keuangan negara akan sehat. Dan benar saja, setelah Petral dibubarkan Jokowi thn.2015, terjadilah penghematan uang negara >Rp. US$ 208 juta (Rp 2,7 triliun). Tahun 2016 kita menghemat lagi >  US$ 91 juta (Rp 1,1 triliun). Jika setiap tahun kita mampu menghemat > Rp. 1-2 trilyun berarti  sejak thn.2015-2018 kita mampu menghemat > Rp. 3-4 trilyun.
.
Petral ibarat monster ‘ganas, disana pula  tumbuh subur praktik mafia migas, korupsi & permainan kotor sejumlah oknum dalam impor minyak.
.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/11/2014) lalu mengatakan, “Dari Zaman Pak Harto dulu, pemegang saham Petral adalah  40% Pertamina, 20% Tommy Soeharto, 20% Bob Hasan, sisanya yayasan karyawan Pertamina”, ‘Ahahahah…tengsin !
.
2.JOKOWI & KASUS LUMPUR LAPINDO
Hampir 8 tahun (2007-2015) kasus Lapindo ‘jalan ditempat, usai dilantik sebagai Presiden ke-7, Jokowi langsung datang ke Sidoarjo,Jawa Timur bertemu dengan masyarakat. Jokowi pun bersama kementerian terkait meng-inventarisir masalah tsb khususnya terhadap sertifikat2  tanah yang dibeli PT.Lapindo dan belum dibayarkan, jika saja kemudian pemerintah mengeluarkan > Rp. 781 milyar dari APBN semua untuk membeli sertifikat2  @Rp.300 juta  atau sekitar > 2.600 sertifikat,  dan jika setiap sertifikat itu dipunyai 1 (satu) KK yag mempunyai 3 orang keluarga (Suami,istri & anak), sejatinya Jokowi telah memberikan rasa ‘nyaman kepada > 7.800 orang disana.
.
Mas Dicky – Dewan Redaksi Indonews mengatakan, “….Keputusan nekat & berani Jokowi ini tentunya membuat jantung SBY & Ical berdetak kencang, pastinya karena tidak menyangka begitu mudahnya Jokowi menyelesaikan itu semua. Semua karena optimisme Jokowi untuk memberikan yang terbaik dalam penyelesaian ganti rugi lumpur lapindo yang merugikan negara lebih dari Rp.33,2 trilyun ini. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi , bahkan  jika Jokowi terlambat meng-eksekusi masalah nilainya akan bertambah besar. “Kalau lebih dari satu tahun, jumlahnya bisa lebih besar dari itu. Berarti harus ditangani  dengan cepat khususnya dalam menyelesaikan biaya penanganan sosial dan pembersihan lumpur sebesar Rp 7,96 triliun”.
.
Lae Jonny Sirait– Pimred Indonews menambahkan, “Bahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono  saat itu mengatakan, Resiko ini harus diambil oleh pemerintah, karena kerugiannya multi-komplek, terutama hal-hal yang menyangkut kejiwaan masyarakat, ini lebih mahal harganya. Dana Rp.781 milyar itu pun belumlah maksimal karena itu kemampuan kita untuk ‘meng-cover 20%-nya dari total lahan.Semoga lewat langkah ini, dalam arti pemerintah membeli aset berupa tanah dari Lapindo. Akan memberikan solusi terbaik untuk masyarakat dan semua pihak”
.
Kemudian kami (Saya, Mas Dicky , Lae Jonny dan teman lainnya) semakin meyakini bahwa memang benar ‘OPTIMISME JOKOWI ADALAH OPTIMISME SEORANG NEGARAWAN SEJATI’, selalu memberikan rasa nyaman, bekerja-keras, sederhana tidak pendendam, mampu menjadi imam shollat & tidak punya rekam jejak hitam ttg korupsi dan kejahatan HAM. Barakallahu, ‘Mantap !, SALAM JEMPOL, Mohon maaf lahir-bathin…. ———  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook