Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “SAYA CEBONG MUSLIM & RELAWAN JOKOWI, PASTINYA BUKAN ANGGOTA HTI !”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“SAYA CEBONG MUSLIM & RELAWAN JOKOWI, PASTINYA BUKAN ANGGOTA HTI !”

Change on Behaviour
BIsmillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam sejahtera dan damai untuk kita semua.
SAMPURASUN.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
.
Berpikir positif  (positive thinking) diajarkan oleh semua agama, termasuk  dalam agama Islam. Dengan terbiasanya kita berpikir positif maka kita akan melihat semua kejadian, semua hal, dalam bentuk yang positif. Dengan begitu kita bisa mengambil sisi positif dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita. “Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216).
.
Waktu lalu seseorang memberikan T-shirt berlafaldzkan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasuulallah (Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Rasul Allah)” kepada saya , yang selama ini di-identikan dengan simbol-simbol kekerasan dan anti-pancasila?, sedangkan si-pemberi ini tahu jika saya adalah relawan Jokowi yang  setia kepada Pancasila & Bhinneka Tunggal ika. Namun saya mencoba untuk tetap berpikir positip saja.  Tentunya ada pengecualian menempatkan dan dalam hal penggunaan T-Shirt ini, pastinya akan lebih ‘istimewa dibanding koleksi T-Shirt saya lainnya. 
.
Saya teringat Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengomentari saat  Habib Rizieq ditangkap di Mekah pada Senin (05/11/2018) “karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis” pada dinding belakang rumahnya. Bahkan Agus menambahkan bahwa pemerintah Arab Saudi “sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apa pun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaeda, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme.”. Sebelumnya, tersebar foto yang menunjukkan selembar bendera berlatar hitam dengan lafaz tauhid dalam bahasa Arab Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasuulallah (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah) berwarna putih, ditempel di dinding sebuah rumah — diduga merupakan tempat tinggal Habib Rizieq di Mekah. Padahal bendera Arab Saudi pun adalah kalimat tauhid dengn warna putih diatas dasar warna hijau, namun mereka alergi tentang itu, dan itu hak mereka (Arab Saudi)…”, demikian statemen Dubes saat itu. ‘Agh sudahlah, itu sudah berlalu. 
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Kita kembali tentang T-Shirt ini lagi saja, saat itu si-pemberi  berpesan adalah, “Jika kamu pakai t-shirt ini minimal mengingatkan dirimu sendiri bahwa ‘Tiada Tuhan Selain Allah’, dimana didalamnya berisi sifat-sifat penyayang, pengasih  & pemurah. Pakai dan simpanlah dengan baik sebagaimana adab seorang muslim”. 
.
T-Shirt ini mau tidak mau  ‘akan’ merubah prilaku saya jika saat mengenakannya, seolah saya dituntut untuk terus menunjukan kepada semua orang lagi bahwa Islam itu penuh dengan kedamaian dan taat hukum. Apalagi pasca dibubarkannya HTI dan menjelang Pilpres 2019 mendatang yang menunjukan eskalasi panas dan panik bagi sebagian orang. Yang ujungnya ‘penyamarataan bahwa ummat Islam di Indonesia itu ‘bla..bla..bla…
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Teman-teman , kerabat  dan handai-taulan saya banyak yang non-muslim, hampir separuh perjalanan hidup saya ada dengan mereka. Kini waktunya saya membuktikan lagi (personal proximity) kepada mereka bahwa Islam Itu ‘Penuh Perdamaian. Selama bergaul saya tidak pernah tertarik untuk berdiskusi tentang perbedaan keyakinan bersama mereka, “Lakum-diinukum-wa-liya-diin, Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”, titik !
.
Kalimat Tauhid itu sakral, memang. Namun banyak yg berupa simbol ‘belaka, aksesoris, dalam arti tidak diamalkan. Kalimat Tauhid itu  kaya makna, maka saya tidak habis pikir jika mereka pun terus melakukan korupsi dana ummat, dana umroh, dana haji, dana al-quran, yang  penuh amarah, caci-maki , fitnah tidak berujung dan menyebar kebohongan. Sedangkan mereka mengucap kalimat Tauhid setiap waktu, taat kepada perintah Allah SWT & Hadis Rasulullah SAW. Itu yang saya sebut sebagai simbolis & aksesoris. Kalimat Tauhid itu ada dalam jiwa yang tenang, karena disana berisi 99 Asmaul husna.
.
Maka disaat saya mengenakan T-shirt ini ‘tidak’ terasa ada beban apapun, karena ini malah menambah ketenangan dalam jiwa  sekaligus merubah paradigma bahwa selama ini orang yang memakai simbol kalimat tauhid ini penuh dengan kekerasan dan prilaku buruk lainnya. Saya bukan Ahmad Dhani-Musisi yang kini menjadi tersangka dibeberapa kasusnya yg juga pernah pakai T-Shirt model ini. Tapi saya muslim, dan saya relawan Jokowi. Yang ingin selalu berbagi perdamaian dan persahabatan dengan siapapun. Saya harus selalu obyektif dan berpikir positif  termasuk kepada mereka yang tidak menyukai saya dan tidak menyukai Jokowi (Jokowi Hatters) khususnya era Pilpres 2019 mendatang.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Berpikir positif bertujuan untuk menjadi pribadi yang membawa energi positif kepada orang lain, termasuk yang memusuhimu. Kalimat yang agung ini tidak akan bermanfaat bagi si pengucapnya dan tidak akan mengeluarkan si pengucapnya dari wilayah kesyirikan jika ia tidak memahami maknanya, tidak mengamalkannya, dan tidak membenarkannya. Orang-orang munafik, orang-orang Yahudi , para penyembah kuburan dan penyembah orang yang derajat dan hartanya berlimpah, dsb – pun – sama mengucapkan kalimat ini. Namun mereka ingkar atas segala perkataan, perbuatan, dan akidah bahkan mereka menyelisihi kalimat ini. Maka kalimat ini tidak bermanfaat sedikit pun  karena mereka sendirilah yang ‘membatalkan’ kesakralan  & ke-agungan  kalimat tauhid ini.
.
Saya harus bersikap dan berprilaku  positip, saya harus menerima semua yang telah terjadi atas hal sebelumnya. Namun saya juga harus memulainya di-internal keluarga, handai-taulan dan teman-teman relawan bahwa Islam itu penuh dengan perdamaian, persahabatan, kehangatan dan unity. Saya juga harus meyakinkan semua orang bahwa pengguna T-shirt atau bentuk lain dengan menyertai kalimat tauhid didalamnya adalah ANAK BANGSA YANG SETIA KEPADA PANCASILA & BHINNEKA TUNGGAL IKA. Bukan Sebaliknya !, kalau pun ada yang berprilaku sebaliknya biarlah menjadi urusan penegak hukum. “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya.” Al Hajj ;30,, Inshaa Allah saya akan lakukan itu. Saya Cebong Muslim & Relawan Jokowi, pastinya bukan anggota HTI. Demikian, Wass wrwb. Mohon maaf lahir bathin. “Waspada Bangkitnya Orba !” —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook