Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “BUNG KARNO, JOKOWI & NU, TRIO-MACAN NKRI?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“BUNG KARNO, JOKOWI & NU, TRIO-MACAN NKRI?”
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Konferensi Alim Ulama di Cipanas tahun 1954 yang dimotori oleh Menteri Agama –KH.Idham Chalid  dan ulama-ulama NU  mengangkat Presiden Soekarno sebagai “Waliyyul amri ad-dharuri bi al-syaukah”
.
Salah satu alasan pemberian gelar itu adalah karena NKRI sedang dalam siaga-1 , rongrongan pecah belah dan  munculnya Pemberontakan DI/TII, yang dipimpin oleh Kartowusiryo salah-satunya.  Pemberontakan ini tidak hanya membahayakan Negara yang waktu itu masih rentan ‘gesekan , namun yang lebih penting akan memecah belah ummat Islam. Ini belum termasuk deretan anti Pancasila & anti Bung Karno lainnya, lihat saja;  G.30.S/PKI, Negara Islam Indonesia (NII)  thn.1948, pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung 23 Januari 1950, pemberontakan Andi Aziz di Makassar 5 April 1950, Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, 25 April 1950.Dsb. Yang nota-bene didalamnya banyak tentara-tentara desersi yg anti Pancasila & Anti Bung Karno.
.
Seperti kita tahu, DI/TII adalah gerakan politik keislaman yang menentang pemerintahan yang sedang berkuasa. Gelar itu memberikan kemantapan dan kepastian bagi umat Islam untuk mematuhi tindakan pemerintah yang dipimpin Soekarno terhadap DI/TII.
.
Dari sini pula secara kasat mata kita melihat keberpihakan NU yang ‘mantul, yang ‘pool-gas mendukung Bung Karno memimpin Bangsa dan Negara besar ini. Demikian halnya keberpihakan NU dengan jumlah anggota > 80 juta saat ini demikian mendukung Jokowi untuk kembali menjadi Presiden RI thn.2019-2024, apalagi setelah Jokowi ‘meminta’ Prof.KH.Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.
.
Sikap NU ini pastinya dimusuhi oleh DI/TII. Resiko tertinggi NU pun terjadi beberapa perangkat dakwah NU menjadi sasaran teror. Pesantren, masjid, madrasah NU dibakar, bahkan beberapa kiai diculik dan harta benda dirampas dengan tidak berperikemanusiaan. Entah berapa besar kerugiannya!, yang jelas NU telah siap bersama Bung Karno , lahir-bathin, dunia akhirat. 
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Dalam referensi Islam, kepala pemerintahan itu disebut khalifah, Imam, Amir atau waliyul amri. Dan itu harga mati untuk NU. Atas pertimbangan yang cerdas dan matang pula maka NU tidak berani menyebut Bung Karno dengan sebutan khalifah, Imam ataupun waliyyul amri. Sementara dari aspek riil politik, tidak mungkin mencari alternatif lain. Maka para ulama’ NU menciptakan gelar baru , yaitu “…Waliyy al Amr al Dlaruri bi al Syaukah (baca: waliyyul amri addlaruri bissyaukah)….”
.
Waliyyul amr artinya pemegang otoritas. Kata Al dlaruri bisa diartikan darurat, sementara, terpaksa, mau tidak mau harus diterima karena tidak mungkin yang lainnya. Sedangkan kata Syaukah punya arti duri atau senjata. Sehingga bisa diartikan; pemegang  otoritas yang bersifat sementara sebab kekuasaan yang dimiliknya. Kata Dlaruri bi al Syaukah dipakai karena secara de facto dan de jure saat itu, beliaulah pemegang kendali kekuasaan atas angkatan bersenjata dan pemerintahan, maka (jika ada yang) menolak kekuasaannya akan berakibat tertusuk “duri” atau senjata. ‘titik !, Ahahahah…itulah NU !!
.
JOKOWI, MA’RUF AMIN = NASIONALIS & RELIGIUS
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Kamis (9/8/2018) lalu , Presiden Joko Widodo memutuskan Prof.KH.Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya dalam Pilpres 2019. Diluar lokasi ribuan bahkan jutaan santri, ulama dan relawan Jokowi sontak melakukan shalawat bahkan banyak diantara mereka menangis atas keputusan besar itu. Kalau pun ada relawan yang menolak KH.Ma’ruf Amin semoga tulisan diatas tadi dapat ‘mengobati’ ketidak-tahuannya selama ini. ‘Ahahah..
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Mengapa Jokowi memilih Prof.KH. Ma’ruf Amin ?, (SATU). Romantisme sosok Bung Karno dan Gus Dur menyertai itu, karena Ma’ruf Amin adalah NU ‘sejati. Jokowi dikenal selama ini sebagai Keturunan Ideologis Bung Karno yang demikian mengagungkan Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika. (DUA) Belajar dari Pilgub DKI Jakarta 2012 & 2014, Pilpres 2014, Pilgub Sumut 2018, Pilgub Jabar 2018 dsb senantiasa ‘kental pembenturan SARA khususnya muslim – non muslim. Sosok Ma’ruf Amin adalah ‘bridge to winner (Jembatan kokoh untuk menjadikan Jokowi menang karena jumlah NU > 80 juta ummat) , (TIGA). Indonesia thn.2019-2024 adalah menyempurnakan Nawacita melalui program peningkatan SDM hingga desa-desa seluruh Indonesia. Dalam arti jika selama ini Nawacita telah berhasil menyempurnakan infrastruktur darat, laut & udara dengan baik. Maka saatnya pondasi2 yang telah dibangun itu di-charge dengan kualitas SDM sebagaimana  diamanahkan dalam Pancasila khususnya Sila Kemanusiaan dan Keadilan sosial (Humanity & Justice) dalam segala bidang,  khususnya SDM masyarakat desa diseluruh Indonesia.(EMPAT). Jokowi adalah Insinyur, pekerja-keras dan pekerja cepat. Maka figur Ma’ruf Amin selaku ‘orang tua  dan tokoh pluralis / penganut Gus Dur/NU merupakan penyeimbang gerak dan pola pikir Jokowi. (LIMA). Jokowi paham ada sekelompok orang yang mulai menghembuskan romantisme bangkitnya ORDE BARU & operasi senyap HTI  dengan segala packaging dan tiruannya, maka bersama para parpol pendukung yang notabene anti orba & anti intoleransi sepakat memerlukan ‘garda-pendobrak dan penjaga NKRI lain, dan NU – lah pilihan Jokowi melalui Prof.KH. Ma’ruf Amin.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
ROMANTISME NASIONALIS & RELIGIUS, dengan segala ketidak-sempurnaan alm.Bung Karno dan alm.Gus Dur/NU, spirit ke-duanya dalam ‘Menjaga Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika”  ini seolah  kembali terjalin melalui duet Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019-2024. Ini yang membuat lawan-lawan Jokowi seolah “kehabisan cara untuk melengserkan Jokowi”. Termasuk HTI dengan segala antek-antek-nya. Maka banyak ‘tricking yang kemudian menjadi blunder, ingat saja kasus Ratna Sarumpaet, 70 juta kontainer surat suara, hoaks ijasah palsu Jokowi, 10 juta TKA aseng, Jokowi disebut pro-asing kemudian terbantahkan saat skore untuk Freeport menjadi 51-49%, Jokowi disebut anti-ormas Islam saat membubarkan HTI mereka lupa bahwa Jokowi adalah penjaga Pancasila, dsb. Ahahahah
.
Selamat berjuang Ir.H. Joko Widodo & Prof. KH.Ma’ruf Amin , Allah SWT – Tuhan YME akan selalu melindungi kalian, NASIONALIS & RELIGIUS. Aamiin Yarabilalamiin. Wass wrwb. Mohon maaf lahir bathin…. #Waspada Bangkitnya Orba !# —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK Kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook