Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “MUNGKINKAH  THN.2019 JOKOWI MENANG DI  JAWA BARAT ?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“MUNGKINKAH  THN.2019 JOKOWI MENANG DI  JAWA BARAT ?”

SAMPURASUN:,
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Saat Pilpres tahun 2014 suara Jokowi-JK mencapai lebih dari 70,9 juta (>53%), namun di Jawa Barat Jokowi kalah karena hanya meraih 9.530.315  suara (40,22 %). Sedangkan  jumlah DPT saat itu sekitar 33.821.378 jiwa. Dalam arti tingkat partisipasi masyarakat  Jawa Barat hanya 70,93% (23,9 juta). Dan, Cilakanya angka Golputnya tinggi juga yaitu sekitar 28,7% atau > 9,7 juta orang.
.
Demikian halnya di kabupaten Bogor, suara Jokowi hanya mencapai > 852.888 suara (34.27%). Bandingkan dengan suara Prabowo – Hatta > 1.636.134 suara (65,7%). Adapun jumlah DPT-nya >.3.404.348, dengan jumlah suara tidak sah sebanyak 38.296 suara. Entah apa yang salah sehingga mesin-mesin parpol pendukung Jokowi saat itu seolah ‘melempem.Ibarat krupuk tersiram air.
.
Melihat hal diatas, kiranya TKN – Tim Kampanye Nasional  Jokowi-Ma’ruf Amin & TKD – Tim Kampanye  daerah Prov.Jawa Barat  beserta TKD Kabupaten dan Kota lainnya dalam era-Pilpres 2019 yad , sebagaimana harapan Jokowi agar  Jawa Barat  meraih min.53%, maka berikut ‘sumbangsih kami selaku relawan non-partisan, yaitu : 
.
(1).TKN/TKD optimal bersinerji dengan KPU/D bagaimana menekan angka Golput , baik tingkat nasional maupun di Jawa Barat.
.
(2). Figur Prof.KH. Ma’ruf Amin belum ‘membumi di Jawa Barat, perlu sinerjitas dengan TKN & TKD di Jawa Barat khususnya di kabupaten/kota Jawa Barat dimana suara Jokowi kalah saat Pipres 2014 lalu
.
(3). Kelompok Milenial di Jawa Barat mencapai antara 14-18 juta lebih , perlu format, strategi dan konsep yang jelas sebagaimana dunia mereka. Asumsi peredaran usia millenial di Jawa Barat adalah di Desa > 60% dan sisanya di kota > 40%.
.
Dari beberapa referensi disebut usia millenial ‘apatis berpolitik, termasuk ke-engganan nyoblos saat pilkada maupun pilpres. 
.
CATATAN:
Untuk poin 2 dan 3 diatas, diperlukan strategi lain bagaimana ‘menarik hati dan simpati usia millenial untuk memperkenalkan figur Prof.DR.KH.Ma’ruf Amin. Salah satunya melalui ‘ entertainment – packaging’ yaitu melibatkan para public-figur/artis/tokoh yang dekat dengan usia millenial.
.
(4). Hingga saat ini sepertinya saya belum mendengar atau melihat instruksi langsung para Ketum Parpol pendukung Jokowi (Koalisi Indonesia Kerja)  atau Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin kepada para caleg di Jawa Barat untuk memasang foto Jokowi-Ma’ruf disegala alat peraga kampanyenya. Kalau pernah ada, saya mohon maaf. ‘Ahahahah…
.
(5). Keberhasilan Jokowi membangun Bandara Kertajati, beberapa bendungan/waduk, rutilahu (rumah layak huni), dana desa, jalan tol bandung – Tasik – Garut dsb, jembatan, irigasi, dsb di Jawa Barat selama ini hendaknya tidak membuat ‘sombong’ TKN & TKD Prov. Jawa barat termasuk TKD kabupaten & kota yang ada. 
.
(6). Desa Di Jawa barat > 5000 desa yang hampir 60%-nya berbatasan dengan hutan, dengan sebaran penduduknya > 7,8 juta jiwa hingga saat ini belum ada paslon yang menggarap potensi LMDH – Lembaga masyarakat Desa Hutan > 2000 LMDH 
.
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) adalah lembaga masyarakat desa yang berkepentingan dalam kerjasama pengelolaan sumberdaya hutan bersama masyarakat, yang anggotanya berasal dari unsur lembaga desa dan atau unsur masyarakat yang ada di desa tersebut yang mempunyai kepedulian terhadap sumberdaya hutan
.
Jika setiap LMDH mempunyai pengurus minimal 25 orang, setiap pengurus mempunyai suami/istri dan anak sehingga total 3 orang, berarti dalam satu LMDH terdapat 75 orang yang berharap banyak. Maka di Jawa Barat ini akan ada > 150.000 yang terkait dengan LMDH
.
Selain menahan illegal logging, hal lain yang terlupakan adalah menjadikan LMDH lebih obyektif untuk kemaslahatan ummat. Dalam arti LMDH harus kritis disaat banyak lahan PT.Perhutani yang menjadi lahan komersil (obyek wisata, obyek kuliner, hotel, dsb)
.
(7). Di Pulau Jawa sedikitnya ada 63 Kabupaten/Kota yang berada di sepanjang Pantai Utara dan Selatan Pulau Jawa dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 74.910.306 jiwa (sekitar 65% dari total penduduk Pulau Jawa) . Demikian halnya dengan Jawa barat yang  di-apit pesisir utara dan selatan, dari jumlah penduduk Jawa Barat > 43.053 juta  jiwa diyakini hampir 15-22 juta penduduk ada di ke-2 pesisir utara dan selatan Jawa Barat. 
.
Secara administratif pemerintahan, wilayah Jawa Barat mempunyai panjang pantai 816,82 km dan luas perairan wilayah laut sepanjang 16.450 km², yang terbagi ke dalam 18 kabupaten dan 9 kota dengan potensi sumber daya alam, termasuk potensi sumberdaya perikanan dan kelautan.
.
Masalahnya dari sekitar 4 juta lebih jumlah orang miskin di Jawa Barat mayoritas mereka adalah penduduk pesisir utara dan selatan itu, maka:
.
7a. Konsep, strategi & format apa yang dipersiapkan TKN/TKD untuk hal diatas?
7b. Bencana Gempa bumi & tsunami dimulai dari laut, termasuk laut-laut disekitar pesisir utara dan selatan Jawa Barat. Dan sudah cukup banyak menelan korban manusia dan harta-benda lainnya. Misalnya; Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan Panaitan di Selat Sunda. Sementara, zona megathrust (gempa besar)  di wilayah laut Tasikmalaya, Cianjur, dan Garut.
.
Pertanyaannya:
– Jika Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancamanbencana. Konsep, strategi & format apa yang dipersiapkan TKN/TKD untuk hal diatas, sehingga daerah pesisir yang ‘anti-Jokowi bisa berbalik arah di thn.2019 yad?
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Kami atasnama Relawan Jokowi non-partisan selalu maksimal dalam bekerja, kalau pun terhalang logistik & amunisi perang. Setelah OBOR RAKYAT, kini muncul INDONESIA BAROKAH, Suara Indonesia Raya, Kaffah, dsb. Yang  juga demikian deras beredar di Jawa Barat. Jelas, mereka terus bergerak dengan baik, sistematis dan terukur. Semua tidak ada manfaatnya bagi sebuah ‘perhelatan demokrasi seperti Pilpres 2019 yad. Apakah hasil kerja Jokowi sejak thn.2014 akan hancur hingga rata kedasar bumi ?, kuncinya ada di teman-teman struktural parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf khususnya TKN & TKD. Karena kalian mempunyai logistik & amunisi yang lebih baik daripada kami selaku relawan.
.
Mohon maaf lahir bathin…. #Waspada Bangkitnya Orba !# —–  (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK Kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook