Prona PTSL Di Desa Rawa Panjang Diduga Lakukan Pungli

Prona PTSL Di Desa Rawa Panjang Diduga Lakukan Pungli

Indonews Bogor. Program Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PRONA PTSL) adalah Program Pemerintah Pusat demi terwujudnya Masyarakat Sejahtera, dan hal tersebut diatur melalui Surat keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang PTSL No : 25/SKB/V/2017, Nomor :590/3167A Tahun 2017 dan Nomor : 34 Tahun 2017. jelas dituangkan bahwa beban yang harus ditanggung oleh pemohon hanya sebesar Rp.150.000 per bidangnya.

Lain halnya yang dialami warga Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menerima program pembuatan sertifikat Prona diduga ada pungutan liar (pungli). Penerbitan sertifikat dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018. Aksi pungli itu disinyalir dilakukan oleh oknum panitia desa.

Sementara Informasi dan hasil investigas awak Media Indonews di lapangan, pada Program PTSL di Desa Rawa Panjang Kecamatan Bojong gede, Thn 2018, ada temuan pungutan melebihi dari jumlah yang ditetapkan SKB Tiga Menteri tersebut.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga penerima program PTSL mengungkapkan, setiap pemilik lahan dipungut biaya oleh aparat desa atau panitia PTSL Desa ervariasi, Tapi warga tidak diberikan bukti kuitansi.

“iya saat itu saya berikan 1Juta Rupiah ke salah satu oknum Panitia Desa,”ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis 30/01/2019.

Padahal dalam ketentuan, proses penerbitan sertifikat Prona tersebut, warga dibebaskan dari segala bentuk biaya, terkecuali biaya materai, BPHTB dan biaya patok. Dan keputusan surat bersama tiga menteri yaitu senilai 150 Ribu Rupiah, Namun faktanya, praktik pungli masih dilakukan.

Kepala Desa Rawa Panjang,Marrulloh saat dikonfirmasi melalui Whatsapp ia mengungkapkan, tidak membantah adanya pungutan terhadap warga yang menerima program PTSL 2018. 

“siap ketua, masih tetap bersolisasi dengan angka SKB, dan dari panitia atau korlap dengan ketidak lengkapan data contoh pemohon tidak ada surat ahli waris dan tidak punya surat dan perlengkapan lainnya dan pemohon minta dengan panitia tersebut,makanya angka tersebut muncul,”singkatnya.

Terpisah, Agustiyarsah dari kepala kantor BPN Kab Bogor, “untuk pungli sampai saat ini belum ada laporan pungli yg dilakukan oleh siapa? Namanya siapa? Untuk apa?.dan untuk data akan kita kabari, Bang, kalau ada petugas kami yg melakukan pungli PTSL laporkan segera ke saya,”Tegasnya.

Warga berharap, agar aparat penegak hukum,baik polisi dan jaksa termasuk Tim Saber Pungli mengusut tuntas dugaan aksi pungli tersebut. 

“Jika semua terbukti, maka ini sudah jelas ada kejahatan sistematis yang dilakukan oknum aparat desa,”Pungkas warga.
Ade Nopiansah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook