“MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR-CIANJUR 2019” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR-CIANJUR 2019”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.

HORAS…
SAMPURASUN….
, Sejak ayah saya stop menjadi aktifis mahasiswa Bandung periode thn.1960-1970-an, beliau kemudian diminta bergabung oleh KM.Sinaga membesarkan PT.Bumi Asih Jaya, dimulai sebagai karyawan biasa hingga menjabat sebagai Direktur Tekhnik perusahaan itu sejak thn.1972- thn.1988 lalu. Perusahaan itu pun menjadi kompetier perusahaan sejenis ‘plat merah (Bumi Putera, Jiwasraya,dsb). Ayah menjadi satu-satunya direksi asal sunda & muslim diantara direksi asal Batak. Indahnya !
.
Saat membuat buku untuk ayah dengan judul “Anak Kampoeng Yang Beruntung” sebagai kado HUT Perkawinan Ayah-Ibuku ke-50 tahun (1964 – 2014) lalu, ‘Opung KM. Sinaga memberikan sambutan yang berisi antara lain; “….Pak Suwendi sudah cukup lama saya kenal awalnya ketika mau mencari Aktuaris untuk Bumi Asih Jaya pada tahun 1972. Seseorang (red: Bapak LE Lubis) memperkenalkan ke saya nama Suwendi dan memberitahu bahwa Suwendi tinggal diBandung,sehingga saya berangkat ke Bandung mencarinya dan berhasil menemuinya dan sejak itu Suwendi bergabung di Bumi Asih Jaya . Beberapa tahun sesudah bekerja di Bumi Asih dia diangkat sebagai Aktuaris dan sebagai Direktur selama beberapa tahun . Pada tahun 1988 beliau meninggalkan Bumi Asih Jaya tetapi kami terus berkomunikasi sampai sekarang.
.
Sosok Suwendi yang saya kenal selama ini dia adalah orang yang tekun , disiplin bertaqwa dan setia bahkan dia cenderung sangat berpegang teguh dengan suatu prinsip dan pendiriannya. Sehingga supaya dia mau menerima pendapat orang lain saya banyak memberikan masukan2 baik secara oral maupun berupa buku-buku kecil terutama yang bertema positive thinking dari Norman Vincent Peale.
.
Disamping itu saya melihat dia sangat mencintai pekerjaannya atau profesinya ,saya berharap dengan terbitnya buku ini banyak orang yang mendapat manfaat dari pengalamannya sehingga dapat menjadi contoh dan teladan bagi generasi2 penerus .
.
Akhir dari kesan dan pesan saya ini bagi Suwendi yang saya kasihi, saya tidak akan berhenti mendoakannya supaya suatu saat kelak dia dapat mengerti dan menerima hanya Isa Almasih atau Yesus Kristus lah satu2nya jalan keselamatan . (St KM Sinaga, Pendiri/Pemilik/Mantan Dirut Pertama PT AJ Bumi Asih Jaya)
.
Opung yang kami hormati ini banyak memberikan kami ilmu, termasuk bagaimana berdoa, makan, minum, Kerja keras, disiplin, egaliter, toleransi, hormat menghormati, sayang menyayangi, saling mengasihi, kejujuran, kebenaran dan hal positip lainnya. Dari Opung semua itu kemudian mengalir dalam darah-darah, air dan daging serta syaraf-syaraf keturunn Ayah-Ibuku; 4 anak, 4 menantu , ke-9 cucu dan puluhan bahkan ratusan handai-tauladan hingga saat ini.
.
Saya cukup dekat dengan etnis Batak, multi-marga , sejak SD,SLTP, SMU, kampus, Lingkungan kerja, lingkungan rumah & selaku relawan, mereka adalah saudara-saudara saya. Salah satu tante saya pun menikah dengan marga Tobing putra angkat Bpk. Dr. Soemarno Sosroatmodjo – mantan Kepala Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat thn.1953, mantan Gub.DKI jakarta thn. 1960–1964 dan 1965–1966. Serta mantan mendagri thn. 1964 – 1966. Bahkan tahun 2008 lalu, saya menawarkan konsep pembuatan KOIN MAS RAJA SISINGAMANGARAJA XII bersama keluarga besar marga Sinambela khususnya di Pondokgede, Bekasi Namun sayang Allah SWT – Tuhan YME belum memberikan hidayah untuk terealisasi. “Aneh ada orang sunda punya ide seperti ini”, kata Opung Sinambela di komplek IKIP Jatibening saat itu. Ahahahaha…

Saat saya diminta Lae Jonny Sirait,Amd selaku sahabat relawan dan manajemen INDONEWS untuk membuat tulisan pre-acara “MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR – CIANJUR, JAWA BARAT”, Sabtu, tgl. 9 Maret 2019 yad. Saya bingung, Ahahahah…
Yang jelas, Semoga sumbang tulisan ini tidak mengurangi lancar dan kemeriahan acara mendatang, dan mohon dibukakan pintu maaf khususnya kepada keluarga besar KM.Sinaga dimana saja berada. Ada pribahasa yang beliau sampaikan saat saya di-ulosi waktu menikah thn.1995 lalu, yang kemudian saya tahu kemudian itu adalah salah satu pribahasa Batak Simalungun?, yaitu : “….MARHATA –HATA NALANG TONGON MAMBAEN BAHAT PARUTTOLON, BERBICARA YANG TIDAK BENAR, MEMBUAT BANYAK MASALAH”, ‘Jleebb…!!, Ahahahah….
.
Bicara tentang Keakraban, itu bagi saya identik dengan ‘Kekerabatan, dalam pandangan saya , masyarakat Batak itu memiliki dua jenis kekerabatan, yaitu kekerabatan yang berdasarkan pada garis keturunan (geneologis) dan berdasarkan pada sosiologis.Semua suku bangsa Batak memiliki marga, inilah yang disebut dengan kekerabatan berdasarkan geneologis.Sementara kekerabatan berdasarkan sosiologis terbentuk melalui perkawinan.
.
Acara yang akan digelar mendatang saya yakini sebagai bagian dari ke-2 hal tersebut, penytuan 2 kekerabatan. Apapun, SELAMAT & SUKSES atas acara ini.
“Jolma na burju marroha ima jolma na maila pambahenan dang songon nadidokna” “Orang yang baik hatinya adalah orang yang malu jika perbuatannya tidak sesuai dengan perkataanya“, mohon maaf lahir bathin jika ada hal yg kurang berkenan. ‘Mauliate !, —– #Waspada Bangkitnya Orba !# —– (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer + Sekjend DPD GMPK Kab. Bogor )

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook