Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53% !” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53% !”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Tanpa mendahuui rencana dan ketetapan Allah SWT – Tuhan YME , Inshaa Allah di Pilpres 2019 ini Jokowi-KH.Ma’ruf Amin ‘menang dengan peraihan suara > 53%. Termasuk di Jawa Barat. Jika Pilpres 2014 lalu Jokowi ‘kalah dengan 40,2%, Maka di Pilpres 2019 yad, skore harus terbalik, Jokowi akan menang total di 22 kabupaten/kota di Jawa Barat, ada pun sisanya (4 kabupaten/kota) silahkan untuk Prabowo-Sandi saja. Ahahahah. Mengapa? , khusus di Jawa Barat selama 10 tahun belakangan ini pembangunan ‘stugnan, alias jalan ditempat. Bahkan untuk kasus Intoleransi Jawa Barat di periode thn.2016-2017 menempati peringkat pertama dari DKI Jakarta , Aceh dsb. Di Jawa Barat ada 46 kasus adapun Aceh (36 kasus) dan Jakarta (23 kasus), dsb. Kasus yang terjadi berupa kasus sweeping, demonstrasi, menentang kelompok yang dinilai menodai agama, atau melakukan penyerangan rumah ibadah pemeluk agama lain . Ini indikasi bagaimana kepala daerah periode ini ‘gagal dalam meminimalkan kasus Intoleransi. JANGAN LAGI TERULANG SEMUA ITU, ‘Catet !
.
PASCA JOKOWI MENANG PILPRES 2019
Jika sepanjang thn.2014-2018 lalu, Jokowi demikian ‘concern terhadap pembenahan infrastruktur maka di tahun 2019-2024 beliau akan fokus kepada terciptanya SDM – Sumber Daya Manusia khususnya di desa-desa.

Jokowi telah memulainya sejak thn.2015 berupa pemberian Dana Desa , sudah banyak informasi dan data keberhasilan Dana Desa itu di > 74.000 desa seluruh Indonesia yang telah dikucurkan lebih dari Rp. 110 trilyun itu.

“Saya ingin di tahun 2019 fokus kepada peningkatan investasi SDM, karena program infrastruktur sudah kita optimalkan dibanding pemerintahan sebelumnya. Distribusi produk dan jasa dari desa hingga ke tingkat provinsi sudah lebih baik dan lebih cepat, karena jalan dan jembatan desa telah kita bangun atau kita perbaiki. Saat ini jumlah penduduk Indonesia ada 250 juta dan 60%-nya adalah usia muda yang juga tinggal di desa-desa. Oleh karena itu, Kita harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga kerja yang terlatih, terampil dan siap pakai. Kedepan Industri apapun akan semakin banyak di desa-desa, maka SDM usia muda desa harus ‘siap pakai. Kita perbanyak program-program pelatihan atau Bintek terutama usia muda lulusan SD dan SMP. Porsi relawan kedepan harus ambil itu, khususnya pemberdayaan SDM usia muda di desa-desa Jawa Barat. Harus kita upgrade, kita perbaiki, kita tingkatkan kompetensinya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, program sertifikasi yang sudah kita mulai tapi harus kita perluas sesuai kebutuhan industri-industri kita,” kata mas Ary Dicky Buntoro saat dimintai pendapatnya tentang hal ditas.
.
Dewan Redaksi INDONEWS bidang Community Developmen dan Sekjend JMN – Jaringan Makmur Nusantara ini menambahkan, Strategi pengembangan SDM khususnya di desa-desa Jawa Barat dapat disesuaikan dengan geographis dan karakter desa setempat. Misalnya, di Bandung Utara dan Bandung Barat yang nota-bene daerah pertanian maka bisa dilakukan pelatihan bagaimana mengelola dan memasarkan komoditas hortikultura, dsb. Termasuk pelatihan bidang jasa pemandu wisata. Disana itu kaya potensi wisatanya, namun lembaga pendidikan tentang hal ini relatif mahal , ini kita siasati. Maka JOKOWI HARUS MENANG di Pilpres 2019 mendatang, relawan harus ‘door to door.

Jonny Sirait,Amd – Pimred INDONEWS yang juga Ketum BOGOR KAPAYUN! melalui selulernya pun menjawab hal yang sama seperti diatas. “Provinsi Jawa barat adalah provinsi terbesar menerima Dana Desa setiap tahunnya karena ada sekitar 5.321 desa, sehingga total dana Desa-nya mencpai Rp. 4,5 trilyun/tahun. Adapun kabupaten Bogor adalah kabupaten terbanyak dalam jumlah desa se-Jawa barat, karena mempunyai 416 desa dengan total dana desa Rp. 371,9 milyar/tahun. Maka di tahun 2019-2024 mendatang Alokasi dana desa dan Dana Kelurahan mendatang memang harus lebih diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di desa-desa. Kami memahami konsep awal Dana Desa itu memang banyak berfokus pada penuntasan infrastruktur desa. Misalnya, jalan desa, irigasi, sanitasi, hingga embung-embung penampungan air. Infrastruktur diperlukan sebagai fondasi awal. Kini di tahun 2019-2024 kita kawal pemberdayaan SDM desa sekaligus pengawasan agar Dana Desa dan Dana Kelurahan itu tidak jadi ‘bancakan korupsi. Itu juga yang melatar-belakangi pembentukan DPD GMP – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi di kabupaten Bogor. Kalau pun kita relawan yang terkendala logistik dan amunisi operasional, apapun JOKOWI HARUS MENANG DIATA 53%, juga di Jawa Barat. Khususnya di Kabupaten Bogor”,kata Lae Jonny yg saat itu juga sdg blusukan dibeberapa desa di kab.Bogor.

Komunikasi dengan mas Ary Dicky & Lae Jonny kami putuskan karena di posko BUMI RELAWAN NGAHIJI (BRN) telah hadir perwakilan relawan Jokowi non-partai dari Soreang, Husen Sastranegara, Cicendo, Sukarno-Hatta, Tamansari dsb. Saya merasa senang karena bisa langsung bertemu dengan para ‘ujung-tombak Jokowi di Kota Bandung dan sekitarnya ini. Hujan deras tidak mengurangi niat baik dan semangat mereka datang kesini. Tubuh mereka basah tapi tak ada rasa sesal dan rasa lelah. JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53% , baik tingkat Nasional dan di Jawa Barat. Kami pun terlibat diskusi bagaimana pola memenangkan Jokowi ala relawan dan apa konsep setelah menang yang dikaitkan dengan pemberdayaan SDM di desa-desa Jawa Barat.

Terima-kasih Tuhan !, Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin……. #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook