RAKERNAS PEMUDA LIRA 2019 TIDAK MENDAPAT PERHATIAN KEMENPORA

RAKERNAS PEMUDA LIRA 2019 TIDAK MENDAPAT PERHATIAN KEMENPORA

Indonews Bogor. OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) Pemuda LIRA adalah salah satu organisasi yang berhasil melaksanakan Rakernas walaupun tidak mendapatkan perhatian pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

Berbagai agenda baik lokal maupun nasional menjadi bahan diskusi hangat di tengah-tengah forum Rakernas yang di hadiri 15 ketua/pengurus DPW dan 51an ketua dan pengurus DPD Pemuda LIRA Se-indonesia, yang di gelar di Hotel Graha Dinar, Jum’at 15-16/2019.

Pembukaan Rakernas Pemuda LIRA di hadiri oleh pucuk pimpinan Kepolisian yaitu Bapak Jend Tito Karnavian (KAPOLRI), namun karena satu dan lain hal beliau mengutus staf ahlinya Bapak Brigjen Wahab Sahroni untuk menjadi Keynote Speaker.

pesan beliau untuk seluruh aktivis Pemuda LIRA bahwa hari ini pemuda terlihat lesu dan kurang bersemangat dalam membangun dan mengkritisi setiap issue yang berkaitan erat dengan khalayak ramai (masyarakat umum) sejarah mencatat pemuda selalu menjadi agen of change pada tahun 1928,1966, 1998 dll.

” Pemuda hari ini lebih banyak menjadi pelaku kriminalitas sebut saja gank motor, tawuran antar kelompok, penyebar dan pemakai narkoba dan lain sebagainya untuk itu saya sangat mengapresiasi kepada Pemuda LIRA yang kumpul bersama untuk membahas dan memikirkan solusi bagi permasalahan bangsa, walau saya dengar tidak ada bantuan dari kemenpora artinya Rakernas ini berdikari urunan dari masing-masing pengurus DPP dan juga patungan Pengurus Provinsi,”ujarnya.

Sambungnya, ” Saya juga menyambut baik tawaran Ketua Umum Bung Adam Irham agar terjalin kerjasama yang solid bagi Pemuda LIRA dan kepolisian dalam menjalankan program-program yang terkait dengan dunia kepemudaan, dalam waktu dekat akan kita bahas lebih deep dan teknis bagaimana kerja sama itu berlangsung.

Terakhir saya sampaikan untuk menyongsong pemilu 14 april 2019 ini setiap elemen bangsa harus hadir dalam menciptakan suasana damai dan persaudaraan sebangsa setanah air, harus terus digelorakan, termasuk Pemuda LIRA wajib berperan aktif untuk bisa menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang bisa menyebabkan perselisihan dan konflik antar anak bangsa,” tegasnya.

Setelah pembukaan, maka sidang Rakernas di mulai dengan penghitungan dan absensi tiap-tiap Pengurus baik Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Hari kedua sidang di lanjutkan, pada siang hari Pemuda LIRA kedatangan tamu Hebat Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda) Bung Bahlil Lahadahlia, beliau menyampaikan materi kepada seluruh peserta rakernas dengan tema Bangkit pengusaha Muda menuju kemandirian Pemuda, pemaparan materi yang disampaikan Bung Bahlil sangat apik dan menarik, peserta pun dengan antusias mendengarkan materi yang disampaikan Beliau terbukti ada enam penanya dari Sumsel, Jawa Timur, Sulawesi tengah, Sumatra Utara, Banten dan Jawa Barat itupun karena dibatasi waktu bung Bahlil yang sangat mepet karena ada agenda selanjutnya di istana negara.

Semangat dan motivasi dari Bung Bahlil bahwa Pemuda harus konkret membicarakan kewirausahaan Pemuda, jangan banyak berteori dan berkutat di permasalahan idealisme serta paradigma tetapi perut lapar dan tidak berdaya dalam perekonomian pribadi, Ketum HIPMI bukan hanya menyampaikan materi tetapi juga konkret menawarkan kerja sama atau apa yang bisa beliau bantu untuk membesarkan bisnis bagi pengurus Pemuda LIRA yang telah berjalan bisnisnya,

hal ini lah yang sangat menarik bagi peserta diskusi yang di moderatori bung Ardianto Balomba (pengurus DPP).

Malam harinya Pemuda LIRA kembali kedatangan Tamu Ketua Umum KNPI Bung Noer Fajriansyah, beliau mendapatkan jatah materi Pemberdayaan Pemuda di Era Millenial.

Dengan mengoptimalkan fasilitas infocus, materi beliau sampai dengan slide power point yg telah di siapakan khusus untuk Pemuda LIRA dari sekian banyak pesan yang beliau sampaikan diantaranya adalah zaman berubah sangat cepat, mulai dari teknologi, budaya dan tantangan bagi pemuda saat ini, untuk itu Pemuda harus siap dan cekatan dalam mengikuti perubahan-perubahan itu,

” contoh zaman dulu sebelum reformasi para aktivis dengan lantang menyampaikan pendapat dan aspirasinya kepada penguasa tapi saat ini aktivis tidak muncul atau setidaknya sedikit yang berani mengkritisi pemerintah karena ada Undang-Undang yang mengatur menyampaikan pendapat di muka umum, jika melanggar maka sanksinya adalah pidana yg bisa menyebabkan kurungan penjara.

Ia juga menyampaikan di era digital saatnya Pemuda LIRA dapat mendata dengan valid dan terukur berapa banyak pengurus dan anggota Pemuda LIRA Se-indonesia sehingga data itu bisa diberdayakan dengan apliaksi di HP yang bisa memberikan keuntungan finansial bagi organisasi.

Tanggapan atau respon dari peserta pun antusias ada beberapa pertanyaan dan pernyataan terkait materi yang diberikan Bung Fajri, walau sudah malam tidak menyurutkan semangat teman2 untuk tetap bertahan mengikuti beberapa agenda Rakernas.

Memasuki tengah malam seluruh agenda Rakernas selesai dengan Rekomendasi Nasional, diantaranya :
1. Mendorong kepada penyelenggaran Pemilu, dalam hal ini KPU untuk melaksanakan pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL)
2. Meminta kepada Kemenpora untuk serius menyatukan KNPI yang hari ini terbelah tiga
3. Mendorong kepada KemenKumHAM agar tidak menerbitkan SK kepada organisasi yang ganda (dualisme)
4. DPP Pemuda LIRA harus terlibat aktif dalam pesta demokrasi April 2019 ini untul menciptakan suasana damai, aman dan menjaga persutuan kesatuan bangsa.

Acara di akhiri denga perjalanan ke puncak gunung di esok harinya, Refreshing kepada peserta Rakernas dan membangun kebersamaan agar tali persaudaraan sesama aktivis pemuda LIRA terikat kuat dan solid karena hal itu adalah modal dasar bagi seluruh organisasi manapun.(Ade Nopiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook