Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “AHOK WAPRES, PECAH BELAH NKRI & ADU DOMBA GARUT” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“AHOK WAPRES, PECAH BELAH NKRI & ADU DOMBA GARUT”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Sudah saya tebak sejak dipilihnya KH.Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi thn.2019-2024 adalah strategi ‘membungkam kelompok orang yang paling merasa berhak ‘masuk surga’. Yang selama ini kerap fitnah, caci-maki dan sebarkan hoaks dan bau sengak Intoleransi kepada Jokowi untuk gagal menjadi Presiden lagi di thn.2019-2024.
.
Namun, kalau pun panik , mereka terus melakukan itu kalau pun terkesan malu-malu takut benturan dengan Jokowi-Ma’ruf apalagi Ma’ruf adalah salah satu kyai yang dihormati oleh lebih dari 60 juta warga Nahdlatul Ulama (NU). Mereka ‘jiper untuk head to head dgn NU dan parpol nasionalis pendukung #01.
.
Sebenarnya mereka sudah panik dan malu atas semua itu tinggal tunggu waktu yang tepat untuk ‘lempar handuk – putih tanda ‘hands-up. Ini dibuktikan juga bagaimana 2x debat capres , #01 sangat memuaskan. Dan mereka akan terus melakukan berbagai cara untuk menjegal Jokowi-Ma’ruf, maklum mereka sudah terbiasa hidup dalam romantisme orda baru, ‘Ya Iyalah !, Ahahahah..
.
AHOK WAPRES TAHUN 2019-2024 ?
Salah satunya upaya itu mereka gulirkan dengan mencoba mengaduk aduk & mengadu-domba NU, Jokowi Lovers & Ahoker. Melalui sosial media mereka pun lemparkan kembali hoaks bahwa strategi Jokowi kedepan adalah menjadikan Ahok sebagai Wapres sesudah Ma’ruf Amin menjabat satu tahun menjadi Wapres thn.2019-2024 dan mengundurkan diri karena kesehatannya.
.
Untuk melengkapi tulisan ala warkop ini, melalui seluler hal ini saya tanyakan kepada mas Ary Dicky Buntoro , Dewan Redaksi INDONEWS bidang Community Developmen yang juga Sekjend JMN dan Kordinator Konsorsium Relawan Jokowi (KRJ)…… “Iya aneh itu mas, lucu malah. Maka Wajar jika Jokowi cepat meresponnya dengan mengatakan, Tidak mungkinlah Ahok menggantikan seperti itu. Kita ini baru menuju kepada yang namanya pileg dan pilpres. Jangan diganggu fitnah-fitnah seperti itulah, tidak baik itu. Sangat tidak mendidik, sangat tidak mendidik. Jelas ya, itu ngawur, Ahok itu politisi handal. Bukan seperti itu tabiatnya, Ahok sangat dekat dengan Gus Dur & NU sejak lama, sejak menjadi Bupati Belitung ya. Doa saya semoga para warga NU tetap bersabar. Mereka sudah kehabisan peluru bagaimana menjegal Jokowi-Ma’ruf, itu saja. Indonesia thn.2019-2024 itu mencari pemimpin bukan penguasa. Mereka itu mencari penguasa. Ini bedanya #01 dengan #02. Kita fokus saja memenangkan Jokowi minimal 53% suara, sambil kita konsep bagaimana mengimplementasikan Pemberdayaan SDM warga desa thn.2019-2024 diseluruh Indonesia. Kita harus tetap waspada , taat pada hukum dan aturan yang berlaku. Kita jaga NKRI dari para pemimpi, kita jaga Pancasila dari upaya adu-domba, upaya pemecah belah. Inshaa Allah JOKOWI MENANG DIATAS 53%..”, kemudian mas Dicky menutup selulernya karena sedang ‘blusukan bertemu dengan para relawan ujung tombak dikawasan Sentul, Bogor.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
HOAKS AHOK WAPRES & PECAH-BELAH NKRI
Untuk lebih seru, saya pun hubungi seluler Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! & Sahabat Jokowi Kerja (JOKER); … “Iya bang mirip pola ‘devide et impera – nya Belanda ya, satu upaya Politik pecah belah atau politik adu domba . Satu kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga lebih mudah ditaklukkan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Era Jokowi-Ahok itu adalah era kebangkitannya ‘Silent Majority (Masyarakat yang selama ini diam).

Jadi darimana rumusnya Ahok ‘ujug-ujug bisa menjadi Wapres , itu ada rambu ketat , lihat saja Peraturan KPU No.15/2014 tentang syarat capres & wapres. Lihat juga UUD 1945 pasal 7a tentang impechmen kepada pres/wapres,dsb. Isu Ahok menjadi Wapres sebelum Pilpres dan isu Ahok menjadi Wapres sesudah menjabat 1 tahun Ma’ruf menjadi Wapres itu diluar nalar ‘orang sehat, tepatnya tidak masuk akal. Kalau pun Ahok mempunyai kesempatan untuk itu karena di UU mengatakan Presiden atau Wapres tidak pernah terkena hukuman 5 tahun penjara, karena Ahok kemarin kan hanya dihukum 2 tahun. Tapi bukan begitulah cara adu-domba itu, nggak elegan itu namanya. Kita fokus saja bagaimana JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%”, demikian Lae Jonny.

DUET AHOK & ANTASARI, KPK THN.2019-2024.
Hal senada disampaikan oleh Tan Khian Do – Ketum IPARI (Institusi Pilar Agribisnis Relawan Indonesia) melalui seluler juga, sebagai berikut : …”Pakar hukum lebih punya alibi sendiri ya tentang hoaks Ahok Wapres. Buat saya itu hanyalah ‘paranoid tetangga sebelah saja, maka diciptakan hoaks seperti itu. Mungkin ketakutan jika Jokowi menang kembali yang pasti akan lebih dahsyat memberantas korupsi , dan mereka itu banyak yang berada dilingkaran itu. Kembali ke soal Ahok, kini beliau sudah punya hak politik lagi kan. Silahkan saja bergabung di parpol pendukung Jokowi, jauhkan dulu untuk ‘menempatkan Ahok di kabinet th.2019-2024…”, seluler terputus karena hujan besar saat ini, beberapa kali saya hubungi lagi beliau yang sedang di Solo, namun sinyal masih jelek.
.
Beberapa lama kemudian seluler pun dapat tersambung lagi, …. “ Kalau boleh saya berharap, sebaiknya Ahok dan Antasari Azhar duet saja di KPK th.2019-2024. Karena kedua tokoh ini sudah ‘nyambung dalam hal semangat pemberantasan korupsi. Antasari di dalam gedung, Ahok yang wara-wiri. Duet mantap itu kang, dokter jantung bakal laris nih. Ahahahah…”, tambah kang Tani – panggilan akrabnya.

“JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53% , nasional dan di Jawa Barat khususnya. Kita rapatkan barisan. INDONESIA HIJI, JAWA BARAT NGAHIJI !”, tutupnya, Aamiin Yarabil’alamiin.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Jawa Barat itu diwarisi aneka seni budaya tradisional yang tersebar di lebih 5.000 desa, salah-satu bentuk seni budaya yang masih hidup sampai saat ini adalah Seni adu domba Garut , satu seni ketangkasan adu domba yang ada di masyarakat Garut, Jawa Barat.
.
Domba pada mayoritas masyarakat agraris di Jawa Barat ini merupakan jenis hewan ternak yang biasanya dimiliki selain sapi, ayam, dan bebek. Hewan ini selain digembalakan untuk memanfaatkan keberlimpahan rumput juga berguna sebagai penghasil pupuk organik yang dapat diinstensifikasikan penggunaannya pada upaya penyuburan ladang atau kebun rumahan pada umumnya. Selanjutnya, dalam sejarahnya domba sebagai hewan domestik masyarakat agraris ini kemudian berkembang menjadi seni tradisi adu ketangkasan, Adu Domba Garut.
.
Dalam beberapa referensi kuno , Adu Domba Garut ini berawal dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829, ia sering berkunjung ke sejawat perguruannya bernama Haji Saleh yang mempunyai banyak domba. Sebagai sesama pemilik dan pecinta hewan domba, ia meminta salah satu domba sahabatnya yang dinamai Si Lenjanguntuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo Kabupten yang bernama Si Dewa. Lenjang dan Dewa beranak Si Toblo, yang kemudian beranak-pinak menghasilkan keturunan domba Garut yang dikhususkan hanya sebagai hewan pada pentas seni adu tangkas yang berbeda dengan hewan domestik domba umumnya.
.
Kesimpulannya, lebih mulia ADU DOMBA GARUT daripada adu domba anak bangsa dong, ya iyalah !,#JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%, titik ! , saya pun kembali ke rutiniitas menerima tamu-tamu di BUMI RELAWAN NGAHIJI, Bandung, Jawa Barat – merekalah para relawan ujung-tombak #01 Jawa barat , —————- Terima-kasih Tuhan !, Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin……. #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook