Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “MENGAPA KITA HARUS MEMBELA PANCASILA !?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“MENGAPA KITA HARUS MEMBELA PANCASILA !?”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.

Sekitar thn.2016-2017 lalu Wahid Institute mengeluarkan rilis jika Jawa Barat menempati peringkat pertama dalam kasus Intoleransi, yaitu 46 kasus adapun Aceh (36 kasus) dan Jakarta (23 kasus), dsb. Kasus itu berupa kasus sweeping, demonstrasi, menentang kelompok yang dinilai menodai agama, atau melakukan penyerangan rumah ibadah pemeluk agama lain . Ini indikasi bagaimana kepala daerah periode ini ‘gagal dalam meminimalkan kasus Intoleransi. Semoga hal ini tidak lagi terjadi di-era kang Emil & Kang Uu. JANGAN LAGI TERULANG SEMUA ITU, ‘Catet !
.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk terdiri dari berbagai suku,agama,ras dan kebudayaan.Itulah ‘warisan’ Allah SWT – Tuhan YME sehingga kemudian ‘di-ikat’ dalam konsesus nasional bernama PANCASILA, sejak tgl.1 Juni 1945 lalu. Sehingga siapapun yang ‘menafikan atau menolaknya’ maka menjadi musuh bersama kami.Titik !.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
BHINNEKA TUNGGAL IKA , berbeda-beda tetapi satu tujuan, lebih dari 1300 etnis suku dan berbagai ummat agama tersebar di lebih 17.000 pulau & 74.000 desa di seluruh Indonesia. Indonesia ibarat gadis desa, menjadi pujaan laki-laki dimana saja. Termasuk para ‘begal ideologi, dengan cara tertutup atau terbuka. Begal asing pun ada diantara mereka yang punya syahwat ‘memperkosa’ ESDM dan kekayaan alam lainnya. Sayangnya banyak kelompok anti-pancasila yang tidak sadar ditumpangi mereka, ini yang sebenarnya tengah terjadi pasca Pilgub DKI jakarta th.2012 lalu. Maka Silent Majority pun ‘bergerak , mereka selama ini diam, bukan karena apa, namun menunggu momen. NKRI di-ujung tannduk !, mereka pun tampil ke depan. Muslim dan non-mulim, orang desa & orang kota. Nasionalis dan religius.
..
“…Sebagai ‘orang sunda , atau yang berdomisili di sini (Jawa Barat) ada rasa malu saat kampung halaman kami, Jawa Barat disebut sebagai provinsi Intoleran, provinsi yang menolak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Hendaknya ini jangan dipandang sebelah mata. Ini harus kita diwaspadai agar tidak meluas kemudian menjadi konflik yang sifatnya nasional dan menyebar ke daerah lainnya.Semangat Bhineka Tunggal Ika seharusnya tetap terpatri dijati warga Negara yang mengedepankan semangat toleransi. Namun beberapa konflik kadang memicu terjadinya kerusuhan yang mengancam keberlangsungan Indonesia. Mari kita kembalikan Jawa Barat seperti waktu lalu, yang menghormati adanya perbedaan keyakinan. Kami yakini duet Jokowi-KH.Ma’ruf Amin akan mengembalikan solidaritas beragama, toleran dan harmonisasi lintas agama sebagaimana warisan para pendahulu bangsa ini. .”, demikian Pdt. Abraham Evangelion yang juga relawan Jokowi saat bertandang ke BUMI RELAWAN NGAHIJI, Rabu (20/2) lalu.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Saya muslim, beliau non-muslim namun kami punya harapan dan semangat yang sama. Terjaganya bangsa dan Negara besar ini dari kelompok yang ‘menolak’ Pancasila. Titik. Kami memahami, pasca Orde Baru, ruang publik di Indonesia semakin terbuka,setiap orang bebas mengemukakan gagasan,ide dan pendapatnya. Namun Dengan terbukanya wilayah publik yang luas terkadang menimbulkan euphoria tersendiri bagi masyarakat dan kelompok tertentu yang anti-Pancasila. Pasca Reformasi 1998 dijadikan momen, munculnya duet Jokowi-Ahok sebagai skala prioritas untuk ‘dilengserkan dengan cara pembesaran dikotomi mayoritas – minoritas, mengapa sekarang muncul?, karena perbedaan keyakinan politik dan perbedaan memilih saat pilkada atau Pilpres?, ‘Koplak !

Ketum BOGOR KAPAYUN ! & Sahabat Jokowi Kerja (Joker) – Jonny Sirait,Amd (yang juga non-muslim) saat ditanyakan ini menjawab , “ Ujian paling berat bagi bangsa dan Negara besar ini disaat muncul kelompok Anti-pancasila. Sedangkan Kepuasaan paling hakiki sebagai ummat beragama itu disaat satu sama lainnya saling hormat-menghormati. Semua ummat dapat melakukan ibadah dan keyakinan masing-masing sebagaimana seperti waktu lalu. Sedih rasanya saat muncul istilah mayoritas & minoritas”.
.
Pasca Pilgub DKI Jakarta th.2012 lalu, muncul kelompok yang memaksaan kehendak, yang menyebabkan tindakan – tindakan anarkhis. Merekalah, kelompok atau golongan tertentu yang paling merasa paling benar dan berhak ‘masuk surga.
.
Kalau pun Ahok telah dijatuhi hukuman penjara dan kini bebas, luka itu masih terasa bagi kami. Apalagi disaat kelompok itu kemudian ‘menyisir kepada Jokowi. Kami harus melawan agar tidak terulang lagi. Kami juga bukan bagian dari kelompok yang paling benar sedangkan mereka itu kelompok yang salah. Kami akan merasa benar kepada mereka yang menolak PANCASILA sebagai ideologi bangsa dan negara besar ini. ‘titik !

Para Pembaca INDONEWS Yth,
“Kita tetap waspada dan patuhi hukum yang berlaku, dan perlu sebuah kedewasaan diantara anggota masyarakat untuk menumbuhkan sikap, pengertian dan toleransi yang tinggi didalam kehidupan sehari – hari mengingat masyarakat Indonesia beragam. Agar konflik agama dan etnis itu bisa dicegah maka diperlukan langkah – langkah yang tepat. Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan dan agama memberikan panduan ilahiah bagi masyarakat dalam berperilaku dan bermasyarakat. Dan peran tokoh agama menjadi sangat penting untuk menghadirkan agama yang ramah untuk umatnya dan antarumat beragama. tokoh agama harus memberikan contoh dan teladan berbudi pekerti luhur, teladan untuk saling berinteraksi dengan penuh empati dan saling menghormati. tokoh agama adalah pemandu umat yang harus dapat menumbuhkan motivasi, harapan dan optimisme. Bukan tokoh agama yang menakut-nakuti dan menumbuhkan pesimisme dan intoleransi…”, demikian kang Iwan Suhermawan – relawan senior asal kota Bandung, yang dikenal sebagai ‘sesepuh’ komunitas PKL & pasar tradisional saat dimintakan pendapatnya , hari ini (Rabu,20/2) di BUMI RELAWAN NGAHIJI.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Kami Silent Majority (Masyarakat yang selama ini diam), tetapi kami tersebar di desa-desa, pesantren, dan berbagai komunitas agama lainnya lagi. Kami akan tampil ke depan disaat NKRI diujung-tanduk, kami akan terdepan bersama TNI-Polri disaat ada kelompok yang anti-Pancasila bahkan ingin menggantinya dengan ideologi lain.
.
Kami Silent Majority yang mendukung sepenuhnya ‘titah Jokowi-KH.Ma’ruf Amin yang menyampaikan jika agama dan politik itu adalah dua hal yang saling menguatkan. Keduanya saling mempengaruhi karena politik Indonesia itu harus mendapatkan pembenaran dari agama. Ketika agama dipahami secara radikal maka paham-paham agama tentu dapat menimbulkan masalah. Siapapun yang setia kepada Pancasila dituntut untuk menjaga keutuhan NKRI. Semangat Bhineka Tunggal Ika seharusnya tetap terpatri dijati warga Negara yang mengedepankan semangat toleransi.

Kami Silent Majority, Relawan Jokowi Jawa Barat, tidak mau lagi provinsi kami disebut sebagai Provinsi Intoleransi. Kami Silent Majority, Relawan Jokowi – KH.Ma’ruf Amin tidak mau lagi Intoleransi ada di bangsa dan Negara besar ini. Dan kami akan berupaya dengan segala cara, kepada Jokowi-KH.Ma’ruf Amin kami harapkan terealisasi di th.2019-2024, Inshaa allah.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Maka dari itu tidak salah jika kami memilih #01 untuk menjadi Presiden & Wapres RI Th.2019-2024, karena bersama mereka ‘intoleransi’ & Korupsi akan kita benamkan hingga dasar bumi. Mari rapatkan barisan, !,#JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%, titik ! — Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin……. #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook