Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “FERDINAN HATAHAEAN HARUS SEGERA DITANGKAP”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“FERDINAN HATAHAEAN HARUS SEGERA DITANGKAP”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Saya lupa sumbernya, namun saya pernah baca artikel yang mengatakan bahwa Tatakrama bahasa Sunda yang lebih dikenal dengan undak-usuk basa Sunda (UUBS) merupakan aturan dalam penggunaan tingkat tuturan yang mengandung nilai sopan santun bagi ‘urang (masyarakat) Sunda. Yang pada dasarnya bertujuan untuk menunjukan rasa saling menghormati antara sesama manusia. Untuk itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mendukung dalam pembangunan karakter bangsa yang santun,sopan, dan bijaksana.
.
Seperti pribahasa ‘hadé tata hadé basa’ yang berarti ‘baik tingkah-lakunya baik bahasanya’. Ungkapan-ungkapan tersebut secara jelas menggambarkan bagaimana karakter orang Sunda dalam pergaulan, yang menunjukan egaliter, cepat bergaul, sopan-santun dan ramah-tamah. Tatakrama ini merupakan adat sopan santun, prilaku baik dan positip ,bersikap dan bertindak yang tepat dalam pergaulan antar-manusia
.
Kalau pun saya ‘urang sunda’ namun saya akan berhati-hati untuk berbahasa sunda, apalagi dengan yang usianya lebih tua dari saya, itulah etika, tata-krama urang sunda, tata-krama sebagai manusia yang beradab.
.
Dan saya yakini ini juga ada di etnis lainnya yang lebih dari 1300 etnis suku yang ada di bangsa dan negara besar ini. Mungkin ini yang disebut dengan ‘tata-krama’ adapun ‘pelakunya
.
Saat menjadi moderator dialog interaktif di kabupaten Bogor bersama Kantor staf Pres.RI, Kemendes RI, Satgas Dana Desa, Kesbangpol Kab.Bogor dsb. (17/12) di ruang serba-guna Pemkab Bogor lalu, dalam tema “Membangun Kabupaten Bogor, Termaju Menuju Indonesia Lebih Beradab”, saat ditanyakan bagaimana menuju INDONESIA LEBIH BERADAB itu hampir semua nara-sumber menjawab “Indonesia itu adalah bangsa dan negara besar yang beradab, ber-ideologi Pancasila dimana satu-sama lainnya saling menghormati , tidak memaksakan kehendak , toleran dan menjaga prinsip-prinsip budaya yang ada. Termasuk menolak karakter budaya kekerasan baik fisik maupun non-fisik. Karakter dan budaya masyarakat Indonesia itu santun dan egaliter”, demikian sebagian yang saya kutip. ‘hadé tata hadé basa (baik tingkah-lakunya baik bahasanya)
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta th.2012 dan Presiden ke-7 th.2014 lalu, sebagian masyarakat kita menjadi ‘bringas, dalam arti out off the box, keluar dari tata-krama dan budaya sebagaimana hal diatas. Entah mereka ‘meniru budaya mana?, mulut dan prilakunya jauh mundur dari apa yang saya sampaikan diatas. Semua terjadi dan dilakukan karena kesengajaan, bukan karena khilaf.
.
AHMAD DHANI & JOKOWI ANJING !?
Saat orasi 411 (Jumat,4/1/207) waktu lalu, musisi Ahmad Dhani mengatakan , “Saya sangat sedih sekali dan menangis mempunyai presiden yang tidak menghargai habib dan ulama. Ingin saya katakan anjing !, Tapi tidak boleh. Ingin saya katakan babi ,Tapi tidak boleh.”
.
Kalau pun di dunia ini ada ribuan presiden, namun saya yakin orasi itu ditujukan kepada presiden Jokowi yg saat Pilpres th.2014 dipilih oleh lebih dari 70,9 juta orang
.
Dhani Ahmad Prasetyo lahir di Surabaya, 26 Mei 1972, menikah dengan Maia Estianty tgl. 17 November 1996 dan bercerai 23 September 2008 melalui keputusan hakim di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
.
Pada 8 September 2013, putra Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani, atau lebih dikenal sebagai Dul (13 tahun) terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di mana Dul, mengendarai mobil secara ilegal atas dasar umur di jalan tol dekat Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan 7 korban tewas sementara Dul terluka parah
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Tanggal 28 Januari 2019, Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian melalui twitter dan divonis satu tahun enam bulan penjara. “Saya sudah 11 kali dijadikan tersangka”, kata Dhani kepada Pers.
.
Jika benar Anjing & Babi itu ditujukan kepada Jokowi, selaku sesama ‘wong Jowo tak eloklah Dhani berprilaku demikian. Dhani lupa, dalam salah-satu pribahasa Jawa dikatakan “Tekek mati saka ulone” yang artinya orang akan celaka karena ucapannya. “Tekek” (tokek) yang bangga dengan suara besarnya, menjadi mudah dikenali keberadaannya oleh predatornya. Atau yang ini, …” Ing jagading sesrawungan mono becik nyirik marang sesipatan kang gumedhe lan wewatakan kang tansah ngegungake dhiri. Sipat lan wewatakan mau adhakane banjur nuwuhake rasa ora lila yen nyipati ana liyan sing luwih katimbang dheweke/Dalam pergaulan hendaknya menjauhi sifat merasa hebat dan mengagung-agungkan diri sendiri. Watak dan sifat tersebut akan menimbulkan rasa iri bila kita melihat ada orang lain yang ternyata melebihi kita.
.
Entah bagaimana ceriteranya Dhani yang juga nyalon sebagai Bupati Bekasi dan caleg Gerindra untuk daerah pemilihan Jawa Timur 1 meliputi Sidoarjo dan Jawa Timur ini selanjutnya

FERDINAND HUTAHAEAN & JOKOWI ANJING !?
Selain Jokowi Anjing & Jokowi Babi versi Ahmad Dhani, sekarang sedang viral adalah “Presiden Anjing’ versi Ferdinand Hutahaean – Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) , kalau pun belum ada klarifikasi darinya namun publik meyakini itu tweetan ybs. Sama dengan Dhani, wajar saja jika publik berasumsi jika Presiden Anjing ini ditujukan kepada Jokowi?.

Jika itu benar, bagi saya dia itu memang stress tingkat dewa, maklum dia itu relawan Jokowi yang frustasi karena gagal minta jabatan selaku komisaris usai Jokowi menang th.2014 lalu. Namun ditolak Jokowi atau siapapun saat itu. Kemudian dia masuk Demokrat dan mulai gemar mencaci-maki Jokowi sesudahnya. Hal ini di-amini oleh Ruhut ‘Poltak Sitompul,SH,MH pada pers lalu. Yang mengatakan, “Ferdinand itu ngakunya ketua BARA JP saat itu, dia hanya berharap keuntungan saat menjadi timses Jokowi tahun 2014. Dirinya berharap menjadi komisaris namun tidak kesampaian akhirnya berbalik menyerang Jokowi. Merajut untung kalau kata orang Sunda bilang, karena ingin menjadi komisaris enggak jadi akhirnya pindah ke kubu sebelah. Janganlah bikin kodok tertawa termehek-mehek. Itu Dia mau ngomong apa saja yang penting presidennya kerja dan dicintai rakyat…”,kata Ruhut balas ‘mengenyek.

Saya dan 9 teman lainnya adalah pendiri BARA JP, karena kamilah yang membuat acara dan penggagas “KONGRES RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA” Tgl.15-16 Juni 2013 lalu di Gd.Indonesia Menggugat Bandung. Ibaratnya kalau di BARA JP dia ‘junior saya , jauh dibawah saya beberapa generasi. Di kONGres itulah disepakati beberapa poin,al; Pembentukan BARA JP, Mencapreskan Jokowi melalui PDI-P, dsb.Namun pasca kongres saya pamit mundur kembali ‘ke-desa, teman-teman lain meneruskan pembentukan BARA JP hingga saat ini.
.
Saya tidak tahu dimana Ferdinan saat itu, Ahahahah..
.
Untuk melengkapi tulisan ala warkop ini saya pun menghubungi Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! & Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker), melalui seluler anak asli Porsea – Sumut ini mengatakan ,” Suku Batak punya gaya hidup yang tidak kalah ‘complete dan kompleks, namun kami menghargai bagaimana tata-krama dan budaya serta prilaku kami, apalagi duruang publik atau ditempat umum. Tatacara dan budaya adat kami orang bilang ‘complete dan kompleks, namun dari sisi lainnya disitu lah kekayaan budaya orang Batak yang sesungguhnya. Di mulai dari lahirnya sampai meninggal nya seseorang mempunyai tata cara masing – masing. Dan di dalam tata cara adat batak tersebut selalu di bumbuhi dengan Umpasa (pesan atau nasehat) . Umpasa ini ibarat kompas dan cermin kami agar lebih bijak dalam hidup karena kita tahu sendiri bahwa sekecil apapun kesalahan pasti akan ada dampak buruknya.
.
Salah-satu umpasa itu adalah, “..Pantun hangoluan,Tois Hamagoan..”, yang artinya ; Perlu sopan santun untuk bertahan hidup,sementara sombong akan membawa kepada celaka, “….Tu sundungna do hau marumpak..”, artinya : Pohon akan tumbang ke arah condongnya. Artinya, seseorang itu akan menjadi seperti apa kelak, akan sesuai bakat, talenta serta amal perbuatannya”, kata Lae Jonny kemudian pamit meneruskan blusukannya di kabupaten Bogor, Cianjur & Sukabumi. ‘Mauliate !
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
SELAYAKNYA sebagai ummat beragama kita mampu cerdas dan santun jika itu pun dalam lingkaran aktifitas politik khususnya keinginan mendapatkan ‘kekuasaan atau jabatan. Karena tidak ada agama manapun yang mengajarkan untuk ‘pahit lidah dan menyemburkan caci-maki.Kecuali jika orang itu memang sudah rusak ke-imanan-nya. Yang menghalalkan segala cara. Termasuk bertutur-kata yang jauh dari adab sebagai manusia Indonesia. Jelas dong, Jokowi itu adalah makhluk Allah berupa wujud manusia, bukan wujud anjing atau babi. Beliau juga muslim, dan presiden RI ke-7 & Presiden ke-8 th.209-2024, Inshaa Allah. Jokowi memang suka pelihara kambing, tapi juga bukan Jokowi Kambing. ‘Ahahahah…
.
‘hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook