Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “TIGA SIMANJUTAK YANG SAYA KENAL” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“TIGA SIMANJUTAK YANG SAYA KENAL”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Mohon dibaca hingga selesai ya, enaknya sambil ‘ngopi ‘gaess. Ahahahh. Kota Bandung masih dibasahi hujan kalau pun tidak deras cukuplah membuat tubuh basah, basecamp BUMI RELAWAN NGAHIJI (BRN) tidaklah jauh lagi, namun karena macetlah yang membuat saya harus berhenti disebuah parking-park kawasan BIP – Bandung Indah Plaza. Seseorang menghampiri dan bertanya, “Maaf akang relawan Jokowi?”, saya tersenyum dan menyalami laki-laki yang usianya diatas saya. “Saya melihat akang pakai kaos #01, maka saya simpulkan akang relawan Jokowi non-partai karena tidak ada logo parpol di kaos itu. Nama saya Sukma, usia 68 tahun, pensiunan BUMN provinsi Jawa Barat. “, kata pak Sukma , kami pun bicara ngalor-ngibul kemudian fokus kepada program JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%, baik nasional, provinsi Jawa Barat dan di kota Bandung.
.
Kata pak Sukma, saat ini jumlah PNS Pemprov Jabar tercatat sekitar 12.300 , dan setiap tahun jumlah pensiunannya semakin bertambah. “Kami, PNS yang pensiun ini dari berbagai bidang, mulai dari Pegawai administrasi dan Tekhnis. Tahun 2017 sekitar 406 orang dan tahun 2018 bertambah 532 orang. Berarti setiap tahun minimal 400 orang pensiunan PNS Jawa Barat. Karena kami telah pensiun berarti kami boleh berkampanye untuk Pilpres 2019, sudahkah hal ini dicatat oleh Timses nasional (TKN) Jokowi-KH.Ma’ruf Amin?. Jika setiap pensiunan PNS mempunyai 4 orang suara dalam keluarganya, maka seharusnya Jokowi akan dapat sumbangan min,2000 suara di Jawa Barat. Tidak besar, tidak kecil. Namun cukuplah daripada diambil oleh #02…”, Saya manggut-manggut, pak Sukma pun pamit.”JOKOWI HARUS MENANG !”, katanya, kemudian menghilang ke sisi kiri BIP.
.
Hujan masih deras, saya pun mencari Warung Kopi terdekat. Jika sudah begini saya kangen Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! yang ada di Bogor. Singkat ceritera kopi pun tersaji dan saya pun membuka note-book meneruskan tulisan saya yang tertunda semalam, dengan judul “TIGA SIMANJUTAK YANG SAYA KENAL”, merekalah (1). Mayor Jenderal TNI (Purn.) Komaruddin Simanjuntak, S.Ip., M.Si/br.Silitonga. (2). Brigjen TNI Maruli Simanjuntak/br.Panjaitan dan (3). Ir.Chrisman A.Simanjutak /br.Simbolon.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Saya memang bukan struktural Nadhlatul Ulama (NU) namun saya boleh dong mengaku sebagai NU Jalanan, Partisipan NU , Penggemar Gus Dur atau Gusdurian. Karena dari beliaulah saya memahami lagi bahwa BERBEDA ITU INDAH, berbeda etnis/suku dan berbeda keyakinan/agama karena itu ada dalam Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika. Termasuk dalam agama bagaimana kita dianjurkan saling hormat-menghormati (Toleran/Egaliter).
.
Salah satu Pesan Gus Dur tetang ‘keragaman yang saya ingat adalah bahwa “ Melakukan Hal Baik Tidak Dilihat dari Agama dan Suku. Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”,if you think you can, do it.
.
Intinya, jika menjadi orang baik, dan sering berbuat baik, maka akan membawamu pada kebaikan pula. Siapapun kamu, di manapun tempat asalmu, apapun agamamu, tak akan menjadi masalah jika ingin berbuat kebaikan bagi banyak orang. Saat seseorang sedang terkena bencana atau musibah, apakah kita harus menanyakan terlebih dahulu apa sukunya dan apa agamanya?, demikian pula bagi mereka di TNI/Polri.
.
Pesan Keragaman ini saya yakini ada dalam diri Jokowi, apalagi setelah Jokowi memilih Prof.DR.KH.Ma’ruf Amin yang NU-tulen. Jokowi paham banyak kelompok yang intoleransi, bahkan hendak mengganti ideologi Pancasila dengan yang lain. Maka Ma’ruf Amin adalah pilihan yang tepat. ‘Jempol !
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Dibawah ini adalah 3 (tiga) figur yang sejatinya menjadi panutan kita berbuat baik dalam segala hal kepada siapapun. Bagian dari orang-orang Indonesia yang menjadi inspirasi & keyakinan saya akan arti ‘indahnya keberagaman.
.
ADA BATAK DI BALI
Mayor Jenderal TNI (Purn.) Komaruddin Simanjuntak, S.Ip., M.Si. kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 10 Januari 1960 lalu. Dia seorang Purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam IX/Udayana-Bali (+ NTT & NTB). Saat dia menjabat selaku Pangdam Udayana (31 Maret 2017 – 4 Januari 2018 )apakah dia harus menolak karena dia nasrani sedangkan Bali mayoritas Hindu?, Tidak, dia menerima tugas mulia itu sebagai bagian dari ibadah dan tugas negara. Termasuk saat menjabat Asisten Teritorial Kasad (4 Mei 2016 – 31 Maret 2017), apakah dia ‘melulu hanya fokus thd daerah /teritori wilayah-wilayah yang dominan didiami non-muslim karena dia nasrani?, Tidak, dia menerima tugas mulia itu sebagai bagian dari ibadah dan tugas negara, titik !
.
Saya ingat pesan beliau kepada lebih 1000 orang hadirin yang terdiri dari para Perwira, Babinsa jajaran Korem 163/Wira Satya, Tim Intel serta Unit Intel di Gor Praja Raksaka Kepaon, Denpasar – Jumat (07/07/2017) lalu bahwa tugas pokok TNI berdasarkan UU No. 34 tahun 2004 tentang menegakkan Kedaulatan Negara, dimana tugasnya adalah mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan kelompok anti-Pancasila. Termasuk ISIS, kelompok radikalisme , dan kelompok Intoleransi yang memaksakan kehendak untuk masuk Tanah air ini khususnya di Bali dan sekitarnya. “TIDAK ADA TEMPAT BAGI MEREKA KARENA TNI & SEMESTA RAKYAT AKAN MENGHADAPI MEREKA !”, pungkas Komaruddin saat itu pada pers. ‘Mantap !
.
ADA BATAK DI ISTANA NEGARA ?
Tepat tgl.29 November 2018, Brigjen TNI Maruli Simanjuntak diminta negara menjabat selaku Komandan Paspampres (Danpaspampres) yang baru. Maruli menggantikan Mayjen TNI Suhartono yang menjadi Dankormar.Dia lahir di Bandung pada 24 Februari 1970, sebagai anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Batak yang merantau ke Jawa. Ayahnya berprofesi sebagai guru dan ibunya seorang perawat. Dia adalah menantu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dia juga pernah menjabat sebagai Komandan grup A/Pampres RI th. 2014-2016, mantan Danrem 074/Warastratama Surakarta + Danrem terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2016. Dan mantan Wakil Komandan (Wadan) Paspampres th.2016-2018.
.
Kini Dia menjadi Danpaspampres RI, berarti dia yang ‘menjamin keselamatan Presiden Jokowi beserta ibu negara Iriana. Saat terpilih, Apakah dia mempertanyakan & menolak hal itu karena Jokowi & Iriana adalah muslim dan Jawa sedangkan dia adalah nasrani dan batak?, Tidak, dia menerima tugas mulia itu sebagai bagian dari ibadah dan tugas negara . ‘Mantap !

ADA BATAK NEKAT DI BANDUNG-CIMAHI
Ir.Chrisman A. Simanjutak , kelahiran Jakarta, tgl. 16 Oktober 1968, aktifis dan pengusaha muda Jakarta, alumni Univ.Sumatera Utara Jurusan Teknik sipil dan alumni SMA Negeri 70 Bulungan Jakarta ini pun ‘nasib dan takdirnya sama dengan abang-abangnya diatas. Dia tidak boleh menolak saat teman-teman aktifis dan keluarganya ‘harus menerima tawaran menjadi Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Jawa Barat 1. “Ini semua diluar skenario saya bang, namun jika Tuhan memang telah menetapkan demikian maka kuserahkan jiwa-ragaku untuk PSI dan warga kota Bandung & Cimahi, Jawa Barat dimana itu sebagai dapilku. Selama ini aku beraktifitas di Jakarta, kalau pun ke Bandung itu pun hanyalah wisata bersama keluarga. Namun karena Abang ikut mendukung, aku siap semuanya..”, jawab lae Chrisman saat jumpa disudut food-court sambil ‘ngopi waktu lalu.
.
Diskusi saya dan Lae Chrisman terus berlanjut, apalagi Kopi panas ada diantara kami tak hentinya. Kami kemudian menyepakati dengan strategi “PERANG KOTA”, menjelang tgl.17 April 2019 mendatang. Mengapa?

1.Kota Bandung dan Kota Cimahi di-isi oleh multi-etnis, agama dan profesi.Sebagai orang kota (City) dan perkotaan (Urban) maka wajar jika masyarakat kota membutuhkan kota yang layak huni (Livable City) untuk mereka.
.
2.Seiring itu maka muncul masalah yang mengikutinya, yaitu;
-Jumlah penduduk kota tsb semakin bertambah, penduduk kota Bandung saat ini > 2,4 juta dan kota Cimahi > 510.000 orang. —- Adanya peningkatan tingkat kemiskinan di ke-2 kota otomatis meningkatnya pengangguran. Saat ini Jumlah Warga Miskin di Bandung Capai 138 Ribu KK, jika ada 3 orang/KK seharusnya ada > 400.000 orang miskin. Adapun di kota Cimahi terdapat > 35.000 KK miskin, jika ada 3 orang/KK seharusnya ada > 110.000 orang miskin

3.Mapping dan strategi
-Dengan data diatas secara tidak langsung kita mempertanyakan bagaimana langkah masing-masing pemerintah kota terhadap program penyerapan tenaga kerja lokal , program pemberdayaan masyarakat miskin dan pengangguran usia produktif, ketersediaan air bersih, pelayanan publik, infrastruktur ramah warga, dsb.

-Realisasi Pajak Kota Bandung selalu tercapai minimal Rp.2,1 trilyun/tahun juga kota Cimahi yang mencapai antara Rp. 270 – 320 milyar/tahun —- Penduduk kota Bandung sekitar 2,404 juta orang tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan dengan luas wilayah > 167,67 km² dan sebaran penduduk 14.341 jiwa/km. Tahun 2018, Jumlah Warga Miskinnya sekitar 138.000 KK. Kemiskinan identik dengan pengangguran, jika persentasenya minimal 50% dari jumlah orang miskin seharusnya ada > 100.000 orang pengangguran di kota Bandung yang juga pengangguran usia produktif.
.
-Penduduk Kota Cimahi > 532.000 orang tersebar di 3 kecamatan dan 15 kelurahan, luas wilayah 39,27 km² dan sebaran penduduk 13.572 jiwa/km. Jumlah Warga Miskinnya sekitar 35.000 KK. Kemiskinan identik dengan pengangguran, jika persentasenya minimal 50% dari jumlah orang miskin seharusnya ada > 50.000 orang pengangguran di kota Cimahi yang juga pengangguran usia produktif.
.
PROGRAM STRATEGIS “PERANG KOTA” CALEG IR. CHRISMAN A. SIMANJUTAK
A.Pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung & Kota Cimahi
– Konsep pemberdayaaan masyarakat mencakup pengertian pembangunan masyarakat (community development) dan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (community-based development)
.
B. Terciptanya Livable City, kebutuhan masyarakat kota yang layak huni, sehingga masyarakat kota Bandung & kota Cimahi akan semakin mampu dan mandiri dalam bertahan hidup.
.
Sesuai kesepakatan saya dan Lae Chrisman, untuk strategi PERANG KOTA lebih detilnya kami tidak sampaikan disini, “Takut ada yang ‘nyontek. Bang”, tutup Lae Chrisman. Ahahah..’mauliate
.
Hujan diluar mulai reda, saya pun merapihkan peralatan ‘lenong, melanjutkan perjalanan … Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook