Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “AWAS RELAWAN SELFIE “

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“AWAS RELAWAN SELFIE “

Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Disaat banyak relawan terjebak dengan selebrasi & selfie-diri. Pagi ini saya dan Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! dan Sahabat Jokowi Kerja (Joker) telah tiba di kota Palembang, menemui Ketum relawan “Jokowi, Wong Kito ” bernama Baron Rony ‘Bodi. Setelah beres2 di hotel sederhana,lanjut makan siang kami pun sudah asik berdiskusi tentang peluang Jokowi menang diatas 53%.
.
“Pilpres Tahun 2014 lalu Jokowi kalah di Sumsel . Kami hanya mampu meraih 2,027 juta (48,7%). Yaitu di kabupaten Prabumulih, Musi, Banyuasin, Muara enim & Musi rawas. Kami kalah telak di Palembang, Lubuk linggau, Pagaralam, Ogan komering Ulu (Oku), Oku Timur, Oku selatan, Ogan komering ilir (Oki), Ogan ilir, Lahat & Empat lawang. ..”, demikian Baron memulai bicara

“Di Pilpres 2019 ini kami harus diatas 53%, Boss. Bagaimana cara?”, tanya Baron sahabat dekat sejak membangun tabloid Millenia & Indonesia Expose thn.1997-2002 dan Media Ummat thn.2011 hingga saat ini. Saya meminta Lae Jonny menjawab lebih awal.
.
“Sederhana saja, bang Baron. Buka komunikasi dengan para caleg parpol pendukung #01, kita orang media pasti tidak kalah dengan strategi mereka. 50:50, mereka butuh publikasi, cari ‘sudut yang berbeda dari media lain. Ini sudah biasa kita lakukan. Hingga Februari 2019 lalu, Elektebilitas Jokowi masih dibawah 40%. Kita prihatin, maka relawan pun tidak bisa kerja sendiri. Kita harus seiring-jalan dengan para caleg #01. Deklatasi – deklarasi boleh saja,namun kalau tidak ditindak-lanjuti dengan door to door, suara Jokowi bisa kalah telak lagi. Relawan Jokowi jangan sombonglah, apalagi kalau merasa pintar di sosmed, tapi tidak turun kelapangan…”,kata Lae Jonny.
.
Saya menambahkan, “Di Sumsel kita punya banyak jagoan untuk Pilpres 2019. Ada Gubernur Sumsel Herman Deru, mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin serta Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman. Juga, putra daerah Sumsel lainnya yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan – Puan Maharani, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kalau pun Tito harus netral karena Kapolri, namun orang Sumsel harus bangga kerja Tito selama ini cukup baik..”,
.
Lae Jonny menambahkan lagi, “Betul itu bang, semua itu akan sia-sia jika TKD – Tim kampanye Daerah Jokowi-KH.Ma’ruf Amin prov.Sumsel atau TKD kabupaten/kota sekitar tidak ‘lincah dalam 30 hari kedepan. Door to door yang paling sederhana adalah bagaimana menyampaikan prestasi kerja Jokowi selama ini dan ikut mengklarifikasi isu-isu negatif yang beredar di masyarakat. Googling saja kerja apa saja yang telah dilakukan Jokowi ditingkat nasional khususnya di Sumsel, suruh baca, selesai itu perkara. “.
.
Saya menambahkan lagi, “TKD Sumsel dan para relawan Jokowi harus mampu menjawab mengapa harga karet dan minyak kelapa sawit menurun. Sampaikan ke petani, selama ini kita serius mengatasi ini tapi memang tidak mudah mencarikan solusi, karena menyangkut jumlah (produksi sawit dalam negeri) sangat besar. Kita sangat menyadari bahwa kelapa sawit dan karet merupakan komoditas yang diandalkan oleh masyarakat Sumsel , khususnya yang tinggal di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, Jokowi tidak bisa berjuang sendiri masyarakat Sumsel harus mendukung. Salah satu contoh adalah ekspor sawit ke Uni Eropa saat ini terhambat karena mereka juga kini tengah mengembangkan produk serupa lewat biji bunga matahari. Namun Jokowi membuka kesempatan luas ke negara lain, dan kebetulan Tiongkok menyanggupi minimal 500.000 ton.
.
Para Mafia Kelapa sawit dan karet sedang bermain seolah mereka mampu ‘menghabisi Jokowi dengan soal ini, Jokowi bukan Dewa, bukan juga belut yang licin. Namun dia banyak akal, banyak pikir. Kini Eropa mulai ketar-ketir lagi, Mereka lupa bangsa dan negara besar ini diwarisi kebun kelapa sawit paling besar di dunia dengan luas 13 juta hektar. Produksi setiap tahun 42 juta ton. Hal lain kita sedang uji coba bagaimana agar (sawit) bisa dipakai untuk campuran solar,ini yang kita sebut dengan program biodiesel 20 persen (b20), jika berhasil, otomatis bisa menaikkan harga kelapa sawit sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah. Kita paham jika karet adalah komoditas global. Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa mengontrol harganya bahkan Kementerian PU sudah menyanggupi akan membeli karet yang diproduksi petani melalui koperasi atau petani. Harganya antara Rp.7.500 – Rp.8000. Untuk mencapai itu, maka Jokowi harus menang diatas 53% baik tingkat nasional maupun di provinsi Sumatera Selatan. Titik !
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Demikian kami sudahi sebelum melanjutkan kegiatan lain di kota Palembang. Intinya relawan sejati Jokowi adalah mereka yang selalu ‘turun kelapangan, door to door, mengejar 30 hari kedepan. Bukan sekedar selebrasi atau selfie diri, dah gitu aj. Ahahahah… ‘Hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook