WARUNG Kopi BOGOR KAPAYUN ! “KUMAHA YEUH KANG EMIL, KANG AA UMBARA ?”

WARUNG Kopi BOGOR KAPAYUN !
“KUMAHA YEUH KANG EMIL, KANG AA UMBARA ?”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Perjalanan terhenti, Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! menelepon, dia berceritera bahwa konsep Tanah & Air yang akan dilaksanakan saat Ngubek Kolam di kecamatan Tamansari, kabupaten Bogor diterima relawan disana. Saya diminta hadir, namun saya mohon ijin tidak bisa merapat. Lae Jonny pun memahami bahwa jika saya sudah ‘gaspol maka pantang untuk balik-kanan. “Siap Abangda, kalau sudah ada waktu luang tengoklah adindamu ini di Bogor”, kata Lae Jonny yang juga Ketum Sahabat Jokoi Kerja (Joker). Kemudian kami pun saling pamit. Menebarkan kedamaian disegala pelosok untuk Kemenangan Jokoi diatas 53%. Ahahahah.’Lebay !

“Dengan terpilihnya pasangan Kang Emil & kang Uu , Gubernur dan Wagub Jawa Barat thn.2018-2023 kami berharap banyak mereka ‘ada waktu dan enerji untuk membenahi KBU – Kawasan Bandung Utara yang sudah di-ujung tanduk sebagai kawasan resapan air dan polusi udara di Jawa Barat ini. Khususnya kang Emil, beliau sudah merasakan langsung bagaimana dahsyatnya banjir berulang-ulang di kota Bandung selama menjadi walikota Bandung. Kelemahan kordinasi antar kepala daerah baik kota Bandung, kabupaten Bandung, kabupaten Bandung Barat & kota Cimahi terbentur regulasi. Kini kang Emil sudah menjadi Gubernur Jabar, dia lebih leluasa lagi meng-evaluasi daerah tersebut”, demikian awal diskusi saya dengan Drs. Ade Ratmadja (kang Ade) – mantan Ketua Panitia Deklarasi Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) thn.2003-2007 yang berkomitmen bersama teman-teman aktifis lainnya memperjuangkan berdirinya Kabupaten Bandung Barat (KBB) jadi daerah otonom di Provinsi Jawa Barat. Dan upaya ini diberkati Tuhan karena KBB pun berdiri dan disyahkan melalui Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007.

Diskusi kami lanjutkan usai ‘melongok lahan budi-daya Tomat milik keluarga beliau tepat dibelakang kediamnya di kawasan Desa Cigugurgirang, kec.Parongpong, KBB.Tentunya dengan teman kopi panas ala Parompong.Ahahahah..
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Kata kang Ade yang juga ketum YHI – Yayasan Hortikultura Indonesia ini. KBU merupakan kawasan strategis provinsi (KSP). Sejatinya, yang bertanggung jawab penuh adalah provinsi karena KBU berada di empat kabupaten/kota, disini ‘kepiawan kang Emil & kang Uu di-uji. Apalagi mereka didukung Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2008 yang direvisi dengan Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang pengendalian pemanfaatan ruang di KBU, sedih saya dan teman-teman di saat kita gencar melakukan penghijauan secara mandiri sejak thn.2011, pembangunan aneka properti yang memakan lahan resapan air ini pun semakin dahsyat. Jadi seperti minyak dan air, tidak pernah bertemu. Kang Emil & kang Uu harus lebih independen dan tegas dari gubernur sebelumnya, ini bolehlah disebut kado bagi masyarakat KBU dan KBB yang telah memilih beliau sebagai gubernur dan wagub saat Pilkada 2018 lalu.
.
“..Pemerintahan sebelumnya selalu beralasan minim-nya kordinasi dan sulitnya mendapat titik-temu. Maka KBU jalan ditempat. Kalau ketemu titik-temu saja susah, mengapa tidak diupayakan saja bertemu Titik Puspa, Titi Kamal atau Titi DJ ?”, potong saya, kami tertawa puas walau pun tidak sambil guling-guling.Ahahahah…

Para Pembaca INDONES Yth,
Menghijaukan lahan di KBU & KBB yang rusak itu perlu waktu dan kesabaran, itu betul. Lalu kalau tidak dimulai sejak sekarang ,mau kapan lagi?, maka saya dan teman-teman MEDIA UMMAT,PERI, INDONEWS, KRI-Konsorsium Relawan Indonesia, FORMAN-Forum Masyarakat Anti Narkoba dsb ‘sedikit bangga karena sejak th.2012 lalu telah menanam lebih dari 17.500 bibit pohon di KBB & KBU. Yang tersebar diberbagai desa. “Jangan lupa kang Arief, 17.500 pohon itu juga adalah bagian dari program 1 JUTA POHON kita , bahkan menembus angka 1,2 juta. Yang kita tanam sejak tahun 2012 di KBB di 7 kecamatan dalam gerakan Menabung Pohon GMP bersama masy/ petani di KBU & KBB..”, tambah kang Ade yang saya pikir setelah KBB berdiri terus menjabat salah satu kepala dinas di KBB, tahunya malah ‘balik ka-leumbur deui, jadi rakyat biasa. ‘Teung teuingeun pisan kang Ade mah, Ahahahah…
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Khususnya bagi masyarakat kabupaten Bogor yang mempunyai keinginan mendirikan KABORAT – Kabupaten Bogor Barat sebagai DOB-Daerah Otonom Baru di Jawa Barat th.2019-2024 mendatang, saya mereferensikan beliau sebagai salah-satu ‘nara sumber karena pengalamannya selama ini.
.
Diskusi kami lanjutkan mengenai potensi komoditas Hortikultura di KBB, kata kang Ade. “KBB itu surganya komoditas Hortikultura di Jawa Barat kang , jika di Indonesia ini ada > 323 jenis komoditas hortikultura yang terdiri atas 60 jenis buah-buahan, 80 jenis sayur-sayuran, 66 jenis biofarmaka, dan 117 jenis tanaman hias. Saya yakin hampir semua ada di KBB dan KBU…”, diskusi terhenti karena mati lampu. Ahahahah..
.
Setelah lampu hidup, diskusi kami lanjutkan. Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang baru berusia 12 tahun telah diwariskan kekayaan komoditas Hortikultura yang demikian dahsyat bahkan menjadi satu dari sekian banyak daerah Indonesia yang warga masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan ketersediaannya lahan pertanian, misalnya; Kecamatan Lembang, Gunung halu, Rongga, Ngamprah, Cisarua, Parongpong, Batujajar, dan Cihampelas. Bahkan banyak para petani KBB yang telah berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Petani KBB dikenal cukup
lebih tangguh, lebih siap menghadapi persaingan global, serta menjadi petani unggulan di banding wilayah lainnya.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Termasuk meningkatnya SDM dan kemandirian petani nelayan sebagai pelaku utama dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Ini dapat dilihat dengan adanya sekitar 50 ribuan petani dari 1.610 kelompok tani di KBB yang masuk database sistem penyuluhan pertanian
.
Kantor Kementerian RI pun mengakui potensi komoditas KBB cukup dahsyat, termasuk meningkatnya volume ekspor sayuran segar yang mencapai 1500 ton/tahun atau antara 3,5 – 4 ton/hari. Dengan prestasi sejak thn.2014-2018 lalu ini kita mampu ekpor ke negara Singapura, Brunei Darussalam dan Hongkong sekaligus mampu membendung produk impor, dari Australia dan Amerika.

Volume ekspor sayuran segar KBB telah mencapai > 4.600 ton/tahun atau 10-12 ton/hari yaitu Baby Buncis, Buncis Kenya, Buncis Super, Watercress, Edamame, Zuchini, Kyuri, Red Oakleaf, dan Radichio.
.
Jika saja di tahun 2019-2024 volume ekspor atas berbagai komoditas diatas dapat menaik kembali hingga diatas 30-60% dari angka sekarang, itu pertanda bahwa tingkat kesejahteraan petani di KBB dan sektor terkait pun telah semakin baik. Sehingga konstribusi komoditas Hortikultura KBB di tingkat ekspor nasional pun semakin besar.

“Saya berharap juga kepada kang Emil & kang Aa Umbara selaku Bupati KBB th.2018-2023 ‘concern juga terhadappotensi komoditas Hortikultura ini. Sudahilah pembangunan diatas lahan resapan air baik di KBU atau KBB mari kita gaungkan lagi potensi Hortikultura ini. Karena saya yakin para petani akan lebih bangga dibandingkan kemegahan property yang salah langkah ini”, tutup kang Ade yang juga caleg PKB Dapil Jabar II . Saya pun pamit.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Apapun ceritranya lahan kritis KBU & KBB diakibatkan alih fungsi lahan yang ‘semau-gue, kumaha aing. Itu pula yang menyebabkan bencana angin topan, longsor dan banjir hingga ke kota Bandung sebagai ibukota Prov.Jawa Barat periode thn.2010-2018. Lahan kritis ini diperparah dengan semakin meningkatnya lahan terbangun, khususnya perumahan dan apartemen. Yang juga penyerapan tenaga kerja lokalnya sangat minim. Saat hendak saya dan teman-teman ingin menanam pohon, asumsi saya setiap satu pohon dia kan memperkuat tanah dalam radius 5-10 meter, memberi kehidupan kepada khewan lain (burung, ulat,dsb) juga menyerap hingga 40% polusi udara akibat BBM, asap industri dsb.

Jika sampai saat ini kami telah menanam lebih dari 1,2 juta pohon X 5 meter = 6.000.000 meter. Dan, jika saat ini lahan kritis KBU & KBB jumlahnya sekitar 25.000 hektar. Maka kami baru ‘melindungi 600 hektar saja. Sisanya, tanggung-jawab siapa?, ‘Kumaha yeuh kang Emil, kang Aa Umbara?, masa harus Jokowi juga yang turun tangan. Ahahah…
.
‘Hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook